<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kecelakaan Nataru 2025/2026 Meningkat, Fatalitas di Tol Mengkhawatirkan</title><description>Pada Nataru 2024/2025, tercatat 178 kejadian, sedangkan pada Nataru 2025/2026 meningkat menjadi 209 kejadian.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/20/320/3196456/kecelakaan-nataru-2025-2026-meningkat-fatalitas-di-tol-mengkhawatirkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/01/20/320/3196456/kecelakaan-nataru-2025-2026-meningkat-fatalitas-di-tol-mengkhawatirkan"/><item><title>Kecelakaan Nataru 2025/2026 Meningkat, Fatalitas di Tol Mengkhawatirkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/20/320/3196456/kecelakaan-nataru-2025-2026-meningkat-fatalitas-di-tol-mengkhawatirkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/01/20/320/3196456/kecelakaan-nataru-2025-2026-meningkat-fatalitas-di-tol-mengkhawatirkan</guid><pubDate>Selasa 20 Januari 2026 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/20/320/3196456/kecelakaan-R1WA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Jumlah kecelakaan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 meningkat. (Foto: Okezone.com/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/20/320/3196456/kecelakaan-R1WA_large.jpg</image><title> Jumlah kecelakaan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 meningkat. (Foto: Okezone.com/Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah kecelakaan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Nataru 2024/2025, tercatat 178 kejadian, sedangkan pada Nataru 2025/2026 meningkat menjadi 209 kejadian.&#13;
&#13;
Secara harian, fluktuasi kecelakaan terjadi sepanjang periode pengamatan. Lonjakan signifikan terlihat terutama pada 18&amp;ndash;23 Desember dan kembali meningkat menjelang akhir tahun hingga awal Januari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kecelakaan lalu lintas selama Nataru, jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, mengalami peningkatan dari 178 kejadian tahun lalu menjadi 209 kejadian pada tahun ini,&amp;quot; ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (20/1/2026).&#13;
&#13;
Diana mengatakan, puncak kejadian pada periode 2025/2026 tercatat pada 18 Desember, 27 Desember, dan 1 Januari, masing-masing di atas 10 kejadian per hari. Sementara pada periode 2024/2025, angka kejadian relatif tinggi pada 19 dan 23 Desember, mendekati 20 kejadian per hari.&#13;
&#13;
Dari sisi dampak kecelakaan, jumlah korban luka ringan relatif stabil, bahkan sedikit menurun, dari 197 orang pada Nataru 2024/2025 menjadi 194 orang pada Nataru 2025/2026. Korban luka berat justru mengalami penurunan cukup signifikan, dari 88 orang menjadi 58 orang. Namun, jumlah korban meninggal dunia meningkat tajam, dari 12 orang menjadi 38 orang pada Nataru 2025/2026.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jika dilihat dari persentase tingkat fatalitas, korban luka ringan masih mendominasi pada kedua periode, yakni 66 persen pada 2024/2025 dan naik tipis menjadi 67 persen pada 2025/2026. Persentase luka berat turun dari 30 persen menjadi 20 persen, sementara proporsi korban meninggal dunia meningkat dari 4 persen menjadi 13 persen dari total korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini juga karena ada kejadian kecelakaan di exit tol Krapyak, Semarang, beberapa waktu lalu,&amp;quot; kata Diana.&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan jumlah korban luka berat, peningkatan jumlah kecelakaan dan lonjakan korban meninggal dunia menjadi catatan serius pada penyelenggaraan Nataru 2025/2026. Hal ini menunjukkan risiko fatalitas kecelakaan di jalan tol masih tinggi, sehingga diperlukan penguatan langkah pencegahan, pengawasan kecepatan, dan peningkatan respons darurat di lapangan.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah kecelakaan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Nataru 2024/2025, tercatat 178 kejadian, sedangkan pada Nataru 2025/2026 meningkat menjadi 209 kejadian.&#13;
&#13;
Secara harian, fluktuasi kecelakaan terjadi sepanjang periode pengamatan. Lonjakan signifikan terlihat terutama pada 18&amp;ndash;23 Desember dan kembali meningkat menjelang akhir tahun hingga awal Januari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kecelakaan lalu lintas selama Nataru, jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, mengalami peningkatan dari 178 kejadian tahun lalu menjadi 209 kejadian pada tahun ini,&amp;quot; ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (20/1/2026).&#13;
&#13;
Diana mengatakan, puncak kejadian pada periode 2025/2026 tercatat pada 18 Desember, 27 Desember, dan 1 Januari, masing-masing di atas 10 kejadian per hari. Sementara pada periode 2024/2025, angka kejadian relatif tinggi pada 19 dan 23 Desember, mendekati 20 kejadian per hari.&#13;
&#13;
Dari sisi dampak kecelakaan, jumlah korban luka ringan relatif stabil, bahkan sedikit menurun, dari 197 orang pada Nataru 2024/2025 menjadi 194 orang pada Nataru 2025/2026. Korban luka berat justru mengalami penurunan cukup signifikan, dari 88 orang menjadi 58 orang. Namun, jumlah korban meninggal dunia meningkat tajam, dari 12 orang menjadi 38 orang pada Nataru 2025/2026.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jika dilihat dari persentase tingkat fatalitas, korban luka ringan masih mendominasi pada kedua periode, yakni 66 persen pada 2024/2025 dan naik tipis menjadi 67 persen pada 2025/2026. Persentase luka berat turun dari 30 persen menjadi 20 persen, sementara proporsi korban meninggal dunia meningkat dari 4 persen menjadi 13 persen dari total korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini juga karena ada kejadian kecelakaan di exit tol Krapyak, Semarang, beberapa waktu lalu,&amp;quot; kata Diana.&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan jumlah korban luka berat, peningkatan jumlah kecelakaan dan lonjakan korban meninggal dunia menjadi catatan serius pada penyelenggaraan Nataru 2025/2026. Hal ini menunjukkan risiko fatalitas kecelakaan di jalan tol masih tinggi, sehingga diperlukan penguatan langkah pencegahan, pengawasan kecepatan, dan peningkatan respons darurat di lapangan.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
