<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengintip Kekayaan Pasha Ungu di LHKPN yang Debat Sengit dengan Veronica Tan di Rapat DPR</title><description>Momen panas terjadi dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/30/320/3198469/mengintip-kekayaan-pasha-ungu-di-lhkpn-yang-debat-sengit-dengan-veronica-tan-di-rapat-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/01/30/320/3198469/mengintip-kekayaan-pasha-ungu-di-lhkpn-yang-debat-sengit-dengan-veronica-tan-di-rapat-dpr"/><item><title>Mengintip Kekayaan Pasha Ungu di LHKPN yang Debat Sengit dengan Veronica Tan di Rapat DPR</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/30/320/3198469/mengintip-kekayaan-pasha-ungu-di-lhkpn-yang-debat-sengit-dengan-veronica-tan-di-rapat-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/01/30/320/3198469/mengintip-kekayaan-pasha-ungu-di-lhkpn-yang-debat-sengit-dengan-veronica-tan-di-rapat-dpr</guid><pubDate>Jum'at 30 Januari 2026 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/30/320/3198469/pasha_unggu-kQf5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengintip kekayaan Pasha Ungu di LHKPN, anggota DPR yang berdebat sengit dengan Veronica Tan di Rapat Komisi VIII. (Foto: Okezone.com/Youtube DPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/30/320/3198469/pasha_unggu-kQf5_large.jpg</image><title>Mengintip kekayaan Pasha Ungu di LHKPN, anggota DPR yang berdebat sengit dengan Veronica Tan di Rapat Komisi VIII. (Foto: Okezone.com/Youtube DPR)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mengintip kekayaan Pasha Ungu di LHKPN, anggota DPR yang berdebat sengit dengan Veronica Tan di Rapat Komisi VIII.&#13;
&#13;
Momen panas terjadi dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Kompleks Parlemen Jakarta, Senin (26/1/2026). Pertemuan memanas saat Anggota Komisi VIII DPR RI, Sigit Purnomo atau Pasha Ungu, berdebat dengan Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan.&#13;
&#13;
Ketegangan muncul ketika Veronica menjelaskan capaian kementeriannya, termasuk program perlindungan dan pemberdayaan perempuan, sambil menekankan bahwa perspektif perempuan bukan hanya tanggung jawab Kementerian PPPA. Pasha kemudian menginterupsi, menyatakan kebingungan atas penjelasan Veronica dan mempertanyakan efektivitas kinerja kementerian. Ia menilai sebagian program PPPA, seperti perlindungan hukum dan pendampingan, serupa dengan tugas Komnas Perempuan.&#13;
&#13;
Selain itu, Pasha menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan, misalnya membantu mereka mendapatkan modal usaha. Ia menilai fokus kementerian terlalu banyak pada isu kekerasan seksual dan kekerasan rumah tangga, sehingga kurang menyoroti aspek pemberdayaan perempuan.&#13;
&#13;
Di tengah sorotan publik atas debat sengit tersebut, harta kekayaan Pasha Ungu turut menjadi perhatian. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Pasha tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp36,42 miliar, terdiri dari tanah, bangunan, kendaraan, harta bergerak, serta kas dan setara kas.&#13;
&#13;
Data Harta Kekayaan Pasha Ungu (Pelaporan LHKPN 29 April 2024)&#13;
&#13;
A. Tanah dan Bangunan &amp;ndash; Rp28.650.000.000&#13;
&#13;
Tanah seluas 887 m&amp;sup2; di Kab./Kota Bogor, hasil sendiri &amp;ndash; Rp1.500.000.000&#13;
&#13;
Tanah seluas 2.749 m&amp;sup2; di Kab./Kota Bogor, hasil sendiri &amp;ndash; Rp4.750.000.000&#13;
&#13;
Tanah seluas 1.844 m&amp;sup2; di Kab./Kota Bogor, hasil sendiri &amp;ndash; Rp3.000.000.000&#13;
&#13;
Tanah seluas 149 m&amp;sup2; di Kab./Kota Bogor, hasil sendiri &amp;ndash; Rp400.000.000&#13;
&#13;
Tanah dan bangunan seluas 238 m&amp;sup2;/476 m&amp;sup2; di Kota Depok, hasil sendiri &amp;ndash; Rp5.000.000.000&#13;
&#13;
Tanah dan bangunan seluas 128 m&amp;sup2;/256 m&amp;sup2; di Kota Depok, hasil sendiri &amp;ndash; Rp2.000.000.000&#13;
&#13;
Tanah dan bangunan seluas 384 m&amp;sup2;/500 m&amp;sup2; di Kota Depok, hasil sendiri &amp;ndash; Rp6.000.000.000&#13;
&#13;
Tanah dan bangunan seluas 332 m&amp;sup2;/332 m&amp;sup2; di Kota Depok, hasil sendiri &amp;ndash; Rp6.000.000.000&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
B. Alat Transportasi dan Mesin &amp;ndash; Rp7.452.500.000&#13;
&#13;
Mobil Mazda MX-5 Tahun 2017, hasil sendiri &amp;ndash; Rp645.000.000&#13;
&#13;
Mobil Suzuki Jimny Tahun 2021, hasil sendiri &amp;ndash; Rp470.000.000&#13;
&#13;
Mobil Toyota Raize Tahun 2023, hasil sendiri &amp;ndash; Rp210.000.000&#13;
&#13;
Mobil Toyota Alphard Tahun 2016, hasil sendiri &amp;ndash; Rp685.000.000&#13;
&#13;
Mobil Toyota Lexus Tahun 2023, hasil sendiri &amp;ndash; Rp2.250.000.000&#13;
&#13;
Mobil Hummer H3 Tahun 2011, hasil sendiri &amp;ndash; Rp795.000.000&#13;
&#13;
Mobil BMW 523i Tahun 2014, hasil sendiri &amp;ndash; Rp325.000.000&#13;
&#13;
Mobil Toyota Veloz Tahun 2023, hasil sendiri &amp;ndash; Rp285.000.000&#13;
&#13;
Motor Honda Rebel Tahun 2019, hasil sendiri &amp;ndash; Rp159.000.000&#13;
&#13;
Motor Triumph Bonneville Bobber Tahun 2022, hasil sendiri &amp;ndash; Rp475.000.000&#13;
&#13;
Motor Yamaha BBS Tahun 2021, hasil sendiri &amp;ndash; Rp27.000.000&#13;
&#13;
Motor Harley Fat Boy 114 Tahun 2022, hasil sendiri &amp;ndash; Rp750.000.000&#13;
&#13;
Motor Harley Sportster Roadster Tahun 2017, hasil sendiri &amp;ndash; Rp240.000.000&#13;
&#13;
Motor Yamaha Mio SE 88/M3 Tahun 2015, hasil sendiri &amp;ndash; Rp7.000.000&#13;
&#13;
Motor Yamaha Mio SE 88/M3 Tahun 2019, hasil sendiri &amp;ndash; Rp8.500.000&#13;
&#13;
Motor Piaggio Strada 150 Tahun 1987, hasil sendiri &amp;ndash; Rp16.000.000&#13;
&#13;
Motor Royal Enfield Classic 500 Tahun 2022, hasil sendiri &amp;ndash; Rp105.000.000&#13;
&#13;
C. Harta Bergerak Lainnya &amp;ndash; Rp156.000.000&#13;
D. Surat Berharga &amp;ndash; Rp0&#13;
E. Kas dan Setara Kas &amp;ndash; Rp162.000.100&#13;
F. Harta Lainnya &amp;ndash; Rp0&#13;
&#13;
Sub Total Kekayaan &amp;ndash; Rp36.420.500.100&#13;
Hutang &amp;ndash; Rp0&#13;
Total Kekayaan Bersih &amp;ndash; Rp36.420.500.100&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mengintip kekayaan Pasha Ungu di LHKPN, anggota DPR yang berdebat sengit dengan Veronica Tan di Rapat Komisi VIII.&#13;
&#13;
Momen panas terjadi dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Kompleks Parlemen Jakarta, Senin (26/1/2026). Pertemuan memanas saat Anggota Komisi VIII DPR RI, Sigit Purnomo atau Pasha Ungu, berdebat dengan Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan.&#13;
&#13;
Ketegangan muncul ketika Veronica menjelaskan capaian kementeriannya, termasuk program perlindungan dan pemberdayaan perempuan, sambil menekankan bahwa perspektif perempuan bukan hanya tanggung jawab Kementerian PPPA. Pasha kemudian menginterupsi, menyatakan kebingungan atas penjelasan Veronica dan mempertanyakan efektivitas kinerja kementerian. Ia menilai sebagian program PPPA, seperti perlindungan hukum dan pendampingan, serupa dengan tugas Komnas Perempuan.&#13;
&#13;
Selain itu, Pasha menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan, misalnya membantu mereka mendapatkan modal usaha. Ia menilai fokus kementerian terlalu banyak pada isu kekerasan seksual dan kekerasan rumah tangga, sehingga kurang menyoroti aspek pemberdayaan perempuan.&#13;
&#13;
Di tengah sorotan publik atas debat sengit tersebut, harta kekayaan Pasha Ungu turut menjadi perhatian. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Pasha tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp36,42 miliar, terdiri dari tanah, bangunan, kendaraan, harta bergerak, serta kas dan setara kas.&#13;
&#13;
Data Harta Kekayaan Pasha Ungu (Pelaporan LHKPN 29 April 2024)&#13;
&#13;
A. Tanah dan Bangunan &amp;ndash; Rp28.650.000.000&#13;
&#13;
Tanah seluas 887 m&amp;sup2; di Kab./Kota Bogor, hasil sendiri &amp;ndash; Rp1.500.000.000&#13;
&#13;
Tanah seluas 2.749 m&amp;sup2; di Kab./Kota Bogor, hasil sendiri &amp;ndash; Rp4.750.000.000&#13;
&#13;
Tanah seluas 1.844 m&amp;sup2; di Kab./Kota Bogor, hasil sendiri &amp;ndash; Rp3.000.000.000&#13;
&#13;
Tanah seluas 149 m&amp;sup2; di Kab./Kota Bogor, hasil sendiri &amp;ndash; Rp400.000.000&#13;
&#13;
Tanah dan bangunan seluas 238 m&amp;sup2;/476 m&amp;sup2; di Kota Depok, hasil sendiri &amp;ndash; Rp5.000.000.000&#13;
&#13;
Tanah dan bangunan seluas 128 m&amp;sup2;/256 m&amp;sup2; di Kota Depok, hasil sendiri &amp;ndash; Rp2.000.000.000&#13;
&#13;
Tanah dan bangunan seluas 384 m&amp;sup2;/500 m&amp;sup2; di Kota Depok, hasil sendiri &amp;ndash; Rp6.000.000.000&#13;
&#13;
Tanah dan bangunan seluas 332 m&amp;sup2;/332 m&amp;sup2; di Kota Depok, hasil sendiri &amp;ndash; Rp6.000.000.000&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
B. Alat Transportasi dan Mesin &amp;ndash; Rp7.452.500.000&#13;
&#13;
Mobil Mazda MX-5 Tahun 2017, hasil sendiri &amp;ndash; Rp645.000.000&#13;
&#13;
Mobil Suzuki Jimny Tahun 2021, hasil sendiri &amp;ndash; Rp470.000.000&#13;
&#13;
Mobil Toyota Raize Tahun 2023, hasil sendiri &amp;ndash; Rp210.000.000&#13;
&#13;
Mobil Toyota Alphard Tahun 2016, hasil sendiri &amp;ndash; Rp685.000.000&#13;
&#13;
Mobil Toyota Lexus Tahun 2023, hasil sendiri &amp;ndash; Rp2.250.000.000&#13;
&#13;
Mobil Hummer H3 Tahun 2011, hasil sendiri &amp;ndash; Rp795.000.000&#13;
&#13;
Mobil BMW 523i Tahun 2014, hasil sendiri &amp;ndash; Rp325.000.000&#13;
&#13;
Mobil Toyota Veloz Tahun 2023, hasil sendiri &amp;ndash; Rp285.000.000&#13;
&#13;
Motor Honda Rebel Tahun 2019, hasil sendiri &amp;ndash; Rp159.000.000&#13;
&#13;
Motor Triumph Bonneville Bobber Tahun 2022, hasil sendiri &amp;ndash; Rp475.000.000&#13;
&#13;
Motor Yamaha BBS Tahun 2021, hasil sendiri &amp;ndash; Rp27.000.000&#13;
&#13;
Motor Harley Fat Boy 114 Tahun 2022, hasil sendiri &amp;ndash; Rp750.000.000&#13;
&#13;
Motor Harley Sportster Roadster Tahun 2017, hasil sendiri &amp;ndash; Rp240.000.000&#13;
&#13;
Motor Yamaha Mio SE 88/M3 Tahun 2015, hasil sendiri &amp;ndash; Rp7.000.000&#13;
&#13;
Motor Yamaha Mio SE 88/M3 Tahun 2019, hasil sendiri &amp;ndash; Rp8.500.000&#13;
&#13;
Motor Piaggio Strada 150 Tahun 1987, hasil sendiri &amp;ndash; Rp16.000.000&#13;
&#13;
Motor Royal Enfield Classic 500 Tahun 2022, hasil sendiri &amp;ndash; Rp105.000.000&#13;
&#13;
C. Harta Bergerak Lainnya &amp;ndash; Rp156.000.000&#13;
D. Surat Berharga &amp;ndash; Rp0&#13;
E. Kas dan Setara Kas &amp;ndash; Rp162.000.100&#13;
F. Harta Lainnya &amp;ndash; Rp0&#13;
&#13;
Sub Total Kekayaan &amp;ndash; Rp36.420.500.100&#13;
Hutang &amp;ndash; Rp0&#13;
Total Kekayaan Bersih &amp;ndash; Rp36.420.500.100&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
