<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tambang Emas Martabe Dialihkan ke Perminas, Ini Penjelasan Danantara</title><description>Danantara Indonesia buka suara menanggapi rencana pengambilalihan tambang emas Martabe di Sumatera Utara dari PT Agincourt Resources ke BUMN baru Perminas.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/30/320/3198547/tambang-emas-martabe-dialihkan-ke-perminas-ini-penjelasan-danantara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/01/30/320/3198547/tambang-emas-martabe-dialihkan-ke-perminas-ini-penjelasan-danantara"/><item><title>Tambang Emas Martabe Dialihkan ke Perminas, Ini Penjelasan Danantara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/30/320/3198547/tambang-emas-martabe-dialihkan-ke-perminas-ini-penjelasan-danantara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/01/30/320/3198547/tambang-emas-martabe-dialihkan-ke-perminas-ini-penjelasan-danantara</guid><pubDate>Jum'at 30 Januari 2026 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/30/320/3198547/rosan-Ah08_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tambang Emas Martabe Dialihkan ke Perminas, Ini Penjelasan Danantara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/30/320/3198547/rosan-Ah08_large.jpg</image><title>Tambang Emas Martabe Dialihkan ke Perminas, Ini Penjelasan Danantara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani buka suara menanggapi rencana pengambilalihan tambang emas Martabe di Sumatera Utara dari PT Agincourt Resources ke BUMN baru Perminas.&#13;
&#13;
Rosan menegaskan, hingga saat ini posisi Danantara masih menunggu keputusan dan belum berada pada tahap pengambilan alih pengelolaan tambang tersebut. Meski demikian, Danantara menyatakan siap apabila nantinya ditugaskan oleh pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pokoknya kita sih menunggu aja ya. Kita menunggu saja. Karena kan saat ini stage-nya bukan di kita nih. Kita masih menunggu saja.Tapi pada dasarnya ya kita tuh selalu siap saja. Sekarang posisi kita pokoknya menunggu saja,&amp;quot; katanya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).&#13;
&#13;
Rosan juga menjelaskan alasan mengapa pengelolaan tambang emas Martabe diarahkan ke Perminas, bukan ke MIND ID, holding BUMN pertambangan yang membawahi sejumlah perusahaan tambang besar, termasuk PT Aneka Tambang (Antam).&#13;
&#13;
Dia menyebut, MIND ID merupakan holding dengan portofolio usaha yang beragam di sektor mineral dan pertambangan, mulai dari batu bara hingga logam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau MIND ID kan normal holding company. Tapi kalau kita lihat satu-satu misalnya seperti kan di bawahnya itu ada Bukit Asam, itu batu bara, ada Inalum, ada Antam dan juga ada Freeport. Kan memang itu beda-beda kan ya industrinya ada yang di Antam, lebih banyak ada di nikel dan juga di emas,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, kata Rosan, Perminas memiliki fokus yang lebih spesifik. &amp;quot;Kalau Perminas ini memang lebih diarahkan untuk rare earth atau tanah jarang. Jadi memang setiap company mempunyai spesialisasi yang berbeda-beda,&amp;quot; imbuh Rosan.&#13;
&#13;
Saat ditanya kembali apakah Danantara akan mengambil alih pengelolaan tambang emas Martabe, Rosan kembali menegaskan sikap perusahaan yang masih menunggu keputusan lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada saat ini kita adalah posisi yang menunggu saja,&amp;quot; tegas Rosan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani buka suara menanggapi rencana pengambilalihan tambang emas Martabe di Sumatera Utara dari PT Agincourt Resources ke BUMN baru Perminas.&#13;
&#13;
Rosan menegaskan, hingga saat ini posisi Danantara masih menunggu keputusan dan belum berada pada tahap pengambilan alih pengelolaan tambang tersebut. Meski demikian, Danantara menyatakan siap apabila nantinya ditugaskan oleh pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pokoknya kita sih menunggu aja ya. Kita menunggu saja. Karena kan saat ini stage-nya bukan di kita nih. Kita masih menunggu saja.Tapi pada dasarnya ya kita tuh selalu siap saja. Sekarang posisi kita pokoknya menunggu saja,&amp;quot; katanya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).&#13;
&#13;
Rosan juga menjelaskan alasan mengapa pengelolaan tambang emas Martabe diarahkan ke Perminas, bukan ke MIND ID, holding BUMN pertambangan yang membawahi sejumlah perusahaan tambang besar, termasuk PT Aneka Tambang (Antam).&#13;
&#13;
Dia menyebut, MIND ID merupakan holding dengan portofolio usaha yang beragam di sektor mineral dan pertambangan, mulai dari batu bara hingga logam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau MIND ID kan normal holding company. Tapi kalau kita lihat satu-satu misalnya seperti kan di bawahnya itu ada Bukit Asam, itu batu bara, ada Inalum, ada Antam dan juga ada Freeport. Kan memang itu beda-beda kan ya industrinya ada yang di Antam, lebih banyak ada di nikel dan juga di emas,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, kata Rosan, Perminas memiliki fokus yang lebih spesifik. &amp;quot;Kalau Perminas ini memang lebih diarahkan untuk rare earth atau tanah jarang. Jadi memang setiap company mempunyai spesialisasi yang berbeda-beda,&amp;quot; imbuh Rosan.&#13;
&#13;
Saat ditanya kembali apakah Danantara akan mengambil alih pengelolaan tambang emas Martabe, Rosan kembali menegaskan sikap perusahaan yang masih menunggu keputusan lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada saat ini kita adalah posisi yang menunggu saja,&amp;quot; tegas Rosan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
