<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Lesu ke 7.922, Friderica: Investor Sedang Rebalancing Portofolio</title><description>Tekanan yang terjadi di pasar saham domestik juga sejalan dengan kondisi global dan regiona&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/02/278/3199154/ihsg-lesu-ke-7-922-friderica-investor-sedang-rebalancing-portofolio</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/02/02/278/3199154/ihsg-lesu-ke-7-922-friderica-investor-sedang-rebalancing-portofolio"/><item><title>IHSG Lesu ke 7.922, Friderica: Investor Sedang Rebalancing Portofolio</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/02/278/3199154/ihsg-lesu-ke-7-922-friderica-investor-sedang-rebalancing-portofolio</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/02/02/278/3199154/ihsg-lesu-ke-7-922-friderica-investor-sedang-rebalancing-portofolio</guid><pubDate>Senin 02 Februari 2026 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/02/278/3199154/pjs_ketua_ojk_friderica-x2wW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi Soal Pelemahan IHSG. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/02/278/3199154/pjs_ketua_ojk_friderica-x2wW_large.jpg</image><title>Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi Soal Pelemahan IHSG. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Indeks saham merosot 4,88% atau 406 poin ke level 7.922.&#13;
&#13;
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pelemahan IHSG yang terjadi hari ini lebih disebabkan aksi rebalancing portofolio investor.&#13;
&#13;
Meski demikian, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan, di balik penurunan indeks terdapat sejumlah indikator positif yang patut dicermati.&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu hal baik yang perlu kita lihat, setelah empat hari berturut-turut investor asing mencatatkan net sell, hari ini asing justru membukukan net buy sebesar Rp654,9 miliar. Ini tentu menjadi sinyal positif,&amp;quot; ujar Friderica dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (2/2/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, tekanan yang terjadi di pasar saham domestik juga sejalan dengan kondisi global dan regional. Sebab menurutnya, sejumlah indeks utama di kawasan Asia tercatat melemah cukup dalam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara regional, indeks-indeks juga berada di zona merah. Kospi Korea Selatan turun lebih dari 5 persen, kemudian Hong Kong, India, Singapura, dan Tiongkok juga mengalami pelemahan. Bahkan harga emas pun melemah hari ini. Jadi ini memang sentimen global yang harus dilihat secara lebih luas,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Friderica menegaskan bahwa pelemahan IHSG kali ini tidak bersifat menyeluruh. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan umumnya merupakan saham yang sebelumnya telah mengalami kenaikan harga cukup tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang turun hari ini mayoritas adalah saham-saham yang harganya sudah naik terlalu tinggi. Kalau kita lihat investor sedang melakukan rebalancing portofolio,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebaliknya, saham-saham dengan fundamental yang baik justru masih menunjukkan ketahanan, bahkan mencatatkan kenaikan meskipun terbatas. &amp;quot;Jadi ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Pada hari ini, mayoritas emiten mengalami koreksi. Total ada 720 emiten saham mengalami tekanan alias berada di zona merah, 36 emiten stagnan, dan hanya ada 58 saham yang mencatatkan penguatan.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Indeks saham merosot 4,88% atau 406 poin ke level 7.922.&#13;
&#13;
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pelemahan IHSG yang terjadi hari ini lebih disebabkan aksi rebalancing portofolio investor.&#13;
&#13;
Meski demikian, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan, di balik penurunan indeks terdapat sejumlah indikator positif yang patut dicermati.&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu hal baik yang perlu kita lihat, setelah empat hari berturut-turut investor asing mencatatkan net sell, hari ini asing justru membukukan net buy sebesar Rp654,9 miliar. Ini tentu menjadi sinyal positif,&amp;quot; ujar Friderica dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (2/2/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, tekanan yang terjadi di pasar saham domestik juga sejalan dengan kondisi global dan regional. Sebab menurutnya, sejumlah indeks utama di kawasan Asia tercatat melemah cukup dalam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara regional, indeks-indeks juga berada di zona merah. Kospi Korea Selatan turun lebih dari 5 persen, kemudian Hong Kong, India, Singapura, dan Tiongkok juga mengalami pelemahan. Bahkan harga emas pun melemah hari ini. Jadi ini memang sentimen global yang harus dilihat secara lebih luas,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Friderica menegaskan bahwa pelemahan IHSG kali ini tidak bersifat menyeluruh. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan umumnya merupakan saham yang sebelumnya telah mengalami kenaikan harga cukup tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang turun hari ini mayoritas adalah saham-saham yang harganya sudah naik terlalu tinggi. Kalau kita lihat investor sedang melakukan rebalancing portofolio,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebaliknya, saham-saham dengan fundamental yang baik justru masih menunjukkan ketahanan, bahkan mencatatkan kenaikan meskipun terbatas. &amp;quot;Jadi ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Pada hari ini, mayoritas emiten mengalami koreksi. Total ada 720 emiten saham mengalami tekanan alias berada di zona merah, 36 emiten stagnan, dan hanya ada 58 saham yang mencatatkan penguatan.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
