<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Indonesia Naik ke USD241,86 Miliar pada 2025</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang Januari hingga Desember 2025 sebesar USD241,86 miliar. Angka ini naik sebesar 2,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/02/320/3199047/impor-indonesia-naik-ke-usd241-86-miliar-pada-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/02/02/320/3199047/impor-indonesia-naik-ke-usd241-86-miliar-pada-2025"/><item><title>Impor Indonesia Naik ke USD241,86 Miliar pada 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/02/320/3199047/impor-indonesia-naik-ke-usd241-86-miliar-pada-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/02/02/320/3199047/impor-indonesia-naik-ke-usd241-86-miliar-pada-2025</guid><pubDate>Senin 02 Februari 2026 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/02/320/3199047/impor_ri-nT2a_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impor RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/02/320/3199047/impor_ri-nT2a_large.jpg</image><title>Impor RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang Januari hingga Desember 2025 sebesar USD241,86 miliar. Angka ini naik sebesar 2,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, impor migas senilai USD32,77 miliar atau turun 9,67 persen. Sementara itu impor non migas senilai USD209,69 miliar mengalami kenaikan 5,11 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sepanjang Januari sampai dengan Desember 2025, total nilai impor mencapai USD241,86 miliar atau naik 2,83 persen dibanding periode yang sama,&amp;quot; ujar Ateng dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (2/2/2026).&#13;
&#13;
Menurut Ateng, jika dilihat menurut penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada barang modal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai penyumbang utama peningkatan impor, nilai impor barang modal mencapai USD50,13 miliar atau naik 20,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil peningkatan sebesar 3,56 persen,&amp;quot; ungkap Ateng.&#13;
&#13;
Sedangkan impor barang modal naik cukup besar yaitu mesin atau perlengkapan elektrik dan bagiannya, mesin atau peralatan mekanis dan bagiannya, serta kendaraan udara dan bagiannya.&#13;
&#13;
Kemudian impor bahan baku penolong turun 0,83 persen menjadi USD169,30 miliar, begitu pula untuk impor barang konsumsi yang mengalami penurunan sebesar 1,35 persen sehingga menjadi USD22,42 miliar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan asal impor, peningkatan nilai impor terjadi dengan China dan Amerika Serikat. Selain itu, Jepang, ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan.&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, pada Desember 2025 total nilai impor mencapai USD23,83 miliar atau naik 10,81 persen dibandingkan Desember tahun lalu.&#13;
&#13;
Nilai impor migas secara bulanan sebesar USD3,35 miliar atau naik 1,71 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai impor non migas USD20,48 miliar dan mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 12,46 persen.&#13;
&#13;
Menurut Ateng, peningkatan nilai impor secara tahunan ini didorong naiknya impor migas dengan andil peningkatan sebesar 10,55 persen.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang Januari hingga Desember 2025 sebesar USD241,86 miliar. Angka ini naik sebesar 2,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, impor migas senilai USD32,77 miliar atau turun 9,67 persen. Sementara itu impor non migas senilai USD209,69 miliar mengalami kenaikan 5,11 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sepanjang Januari sampai dengan Desember 2025, total nilai impor mencapai USD241,86 miliar atau naik 2,83 persen dibanding periode yang sama,&amp;quot; ujar Ateng dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (2/2/2026).&#13;
&#13;
Menurut Ateng, jika dilihat menurut penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada barang modal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai penyumbang utama peningkatan impor, nilai impor barang modal mencapai USD50,13 miliar atau naik 20,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil peningkatan sebesar 3,56 persen,&amp;quot; ungkap Ateng.&#13;
&#13;
Sedangkan impor barang modal naik cukup besar yaitu mesin atau perlengkapan elektrik dan bagiannya, mesin atau peralatan mekanis dan bagiannya, serta kendaraan udara dan bagiannya.&#13;
&#13;
Kemudian impor bahan baku penolong turun 0,83 persen menjadi USD169,30 miliar, begitu pula untuk impor barang konsumsi yang mengalami penurunan sebesar 1,35 persen sehingga menjadi USD22,42 miliar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan asal impor, peningkatan nilai impor terjadi dengan China dan Amerika Serikat. Selain itu, Jepang, ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan.&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, pada Desember 2025 total nilai impor mencapai USD23,83 miliar atau naik 10,81 persen dibandingkan Desember tahun lalu.&#13;
&#13;
Nilai impor migas secara bulanan sebesar USD3,35 miliar atau naik 1,71 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai impor non migas USD20,48 miliar dan mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 12,46 persen.&#13;
&#13;
Menurut Ateng, peningkatan nilai impor secara tahunan ini didorong naiknya impor migas dengan andil peningkatan sebesar 10,55 persen.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
