<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS Ungkap Deflasi Pasca Bencana Hidrometeorologi di Pulau Sumatera</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bencana hidrometeorologi yang melanda provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencatatkan deflasi pada Januari 2026 setelah sebelumnya sempat mengalami inflasi pada Desember 2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/02/320/3199061/bps-ungkap-deflasi-pasca-bencana-hidrometeorologi-di-pulau-sumatera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/02/02/320/3199061/bps-ungkap-deflasi-pasca-bencana-hidrometeorologi-di-pulau-sumatera"/><item><title>BPS Ungkap Deflasi Pasca Bencana Hidrometeorologi di Pulau Sumatera</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/02/320/3199061/bps-ungkap-deflasi-pasca-bencana-hidrometeorologi-di-pulau-sumatera</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/02/02/320/3199061/bps-ungkap-deflasi-pasca-bencana-hidrometeorologi-di-pulau-sumatera</guid><pubDate>Senin 02 Februari 2026 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/02/320/3199061/bps_soal_deflasi_ri-WQI3_large.png" expression="full" type="image/jpeg">BPS soal Deflasi RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/02/320/3199061/bps_soal_deflasi_ri-WQI3_large.png</image><title>BPS soal Deflasi RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bencana hidrometeorologi yang melanda provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencatatkan deflasi pada Januari 2026 setelah sebelumnya sempat mengalami inflasi pada Desember 2025.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengungkapkan bahwa provinsi Sumatera Barat menjadi wilayah dengan tingkat deflasi terdalam dibandingkan Aceh dan Sumatera Utara, serta secara nasional.&#13;
&#13;
Secara rinci, Aceh mengalami deflasi 0,15 persen, Sumatera Utara 0,75 persen dan Sumatera Barat 1,15 persen di Januari 2026&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada periode secara umum, komoditas kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar di ketiga provinsi tersebut,&amp;quot; ujar Ateng dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (2/2/2026).&#13;
&#13;
Menurut Ateng, inflasi tahun ke tahun (Januari 2026-Januari 2025) tercatat sebesar 3,55 persen.&#13;
&#13;
Inflasi tahunan Januari 2026 ini lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada Januari 2025.&#13;
&#13;
Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi tahunan ini didorong oleh perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 11,93 persen dengan andil 1,72 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun BPS melaporkan bahwa terjadi deflasi pada Januari 2026 secara bulanan sebesar 0,15 persen terhadap Desember 2025.&#13;
&#13;
Selain deflasi bulanan, terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bencana hidrometeorologi yang melanda provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencatatkan deflasi pada Januari 2026 setelah sebelumnya sempat mengalami inflasi pada Desember 2025.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengungkapkan bahwa provinsi Sumatera Barat menjadi wilayah dengan tingkat deflasi terdalam dibandingkan Aceh dan Sumatera Utara, serta secara nasional.&#13;
&#13;
Secara rinci, Aceh mengalami deflasi 0,15 persen, Sumatera Utara 0,75 persen dan Sumatera Barat 1,15 persen di Januari 2026&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada periode secara umum, komoditas kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar di ketiga provinsi tersebut,&amp;quot; ujar Ateng dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (2/2/2026).&#13;
&#13;
Menurut Ateng, inflasi tahun ke tahun (Januari 2026-Januari 2025) tercatat sebesar 3,55 persen.&#13;
&#13;
Inflasi tahunan Januari 2026 ini lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada Januari 2025.&#13;
&#13;
Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi tahunan ini didorong oleh perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 11,93 persen dengan andil 1,72 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun BPS melaporkan bahwa terjadi deflasi pada Januari 2026 secara bulanan sebesar 0,15 persen terhadap Desember 2025.&#13;
&#13;
Selain deflasi bulanan, terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
