<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Batu Bara Anjlok Sepanjang 2025, Nilainya Rp409,1 Triliun</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor batu bara Indonesia turun sepanjang periode Januari hingga Desember 2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/03/320/3199288/ekspor-batu-bara-anjlok-sepanjang-2025-nilainya-rp409-1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/02/03/320/3199288/ekspor-batu-bara-anjlok-sepanjang-2025-nilainya-rp409-1-triliun"/><item><title>Ekspor Batu Bara Anjlok Sepanjang 2025, Nilainya Rp409,1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/03/320/3199288/ekspor-batu-bara-anjlok-sepanjang-2025-nilainya-rp409-1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/02/03/320/3199288/ekspor-batu-bara-anjlok-sepanjang-2025-nilainya-rp409-1-triliun</guid><pubDate>Selasa 03 Februari 2026 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/03/320/3199288/batu_bara-ShT0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor Batu Bara Anjlok Sepanjang 2025, Nilainya Rp409,1 Triliun (Foto: PLN EPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/03/320/3199288/batu_bara-ShT0_large.jpg</image><title>Ekspor Batu Bara Anjlok Sepanjang 2025, Nilainya Rp409,1 Triliun (Foto: PLN EPI)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor batu bara Indonesia turun sepanjang periode Januari hingga Desember 2025. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor batu bara mengalami penurunan tajam sebesar 19,70 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka tersebut merosot dari USD30,49 miliar pada tahun 2024 menjadi USD24,48 miliar atau setara Rp409,1 triliun di penghujung 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nilai ekspor batu bara ini turun 19,70 persen juga secara kumulatifnya dari Januari sampai dengan Desember 2025,&amp;rdquo; ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026).&#13;
&#13;
Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok&#13;
&#13;
Penurunan pada sektor batu bara tidak hanya terjadi pada nilai, tetapi juga volume. Secara kumulatif, volume pengapalan batu bara ke luar negeri turun 3,66 persen menjadi 390,3 juta ton.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebaliknya, dua komoditas unggulan lainnya justru mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ekspor CPO, Besi dan Baja&#13;
&#13;
Minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya menjadi primadona sepanjang 2025 dengan lonjakan nilai ekspor sebesar 21,83 persen (menjadi USD24,42 miliar) dan kenaikan volume sebesar 9,09 persen (menjadi 23,61 juta ton).&#13;
&#13;
Besi dan baja mencatatkan kenaikan nilai sebesar 8,41 persen menjadi USD27,97 miliar, dengan volume yang juga merangkak naik ke angka 23,26 juta ton.&#13;
&#13;
Meskipun sektor pertambangan tertekan akibat lesunya penjualan batu bara, industri pengolahan secara keseluruhan masih mampu tumbuh sebesar 14,47 persen. Pertumbuhan ini disokong kuat oleh sektor hilirisasi minyak sawit.&#13;
&#13;
Di sisi lain, ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga melesat 21,01 persen yang didorong oleh tingginya permintaan komoditas kopi di pasar dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ekspor produk pertambangan dan lainnya turun 23 persen yang disebabkan penurunan penjualan batu bara,&amp;quot; tulis rilis resmi BPS mengenai perbandingan sektor di tahun 2025.&#13;
&#13;
Khusus untuk bulan Desember 2025, volume ekspor batu bara tercatat berada di angka 36,28 juta ton, terkoreksi tipis 0,45 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor batu bara Indonesia turun sepanjang periode Januari hingga Desember 2025. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor batu bara mengalami penurunan tajam sebesar 19,70 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka tersebut merosot dari USD30,49 miliar pada tahun 2024 menjadi USD24,48 miliar atau setara Rp409,1 triliun di penghujung 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nilai ekspor batu bara ini turun 19,70 persen juga secara kumulatifnya dari Januari sampai dengan Desember 2025,&amp;rdquo; ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026).&#13;
&#13;
Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok&#13;
&#13;
Penurunan pada sektor batu bara tidak hanya terjadi pada nilai, tetapi juga volume. Secara kumulatif, volume pengapalan batu bara ke luar negeri turun 3,66 persen menjadi 390,3 juta ton.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebaliknya, dua komoditas unggulan lainnya justru mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ekspor CPO, Besi dan Baja&#13;
&#13;
Minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya menjadi primadona sepanjang 2025 dengan lonjakan nilai ekspor sebesar 21,83 persen (menjadi USD24,42 miliar) dan kenaikan volume sebesar 9,09 persen (menjadi 23,61 juta ton).&#13;
&#13;
Besi dan baja mencatatkan kenaikan nilai sebesar 8,41 persen menjadi USD27,97 miliar, dengan volume yang juga merangkak naik ke angka 23,26 juta ton.&#13;
&#13;
Meskipun sektor pertambangan tertekan akibat lesunya penjualan batu bara, industri pengolahan secara keseluruhan masih mampu tumbuh sebesar 14,47 persen. Pertumbuhan ini disokong kuat oleh sektor hilirisasi minyak sawit.&#13;
&#13;
Di sisi lain, ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga melesat 21,01 persen yang didorong oleh tingginya permintaan komoditas kopi di pasar dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ekspor produk pertambangan dan lainnya turun 23 persen yang disebabkan penurunan penjualan batu bara,&amp;quot; tulis rilis resmi BPS mengenai perbandingan sektor di tahun 2025.&#13;
&#13;
Khusus untuk bulan Desember 2025, volume ekspor batu bara tercatat berada di angka 36,28 juta ton, terkoreksi tipis 0,45 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
