<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Resmi Jadi Wamenkeu, Juda Agung Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter untuk Target Pertumbuhan</title><description>Setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Juda Agung memulai hari pertamanya sebagai Wakil Menteri Keuangan dengan agenda perkenalan di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (5/2/2026). &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/05/320/3199894/resmi-jadi-wamenkeu-juda-agung-perkuat-sinergi-fiskal-moneter-untuk-target-pertumbuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/02/05/320/3199894/resmi-jadi-wamenkeu-juda-agung-perkuat-sinergi-fiskal-moneter-untuk-target-pertumbuhan"/><item><title>Resmi Jadi Wamenkeu, Juda Agung Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter untuk Target Pertumbuhan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/05/320/3199894/resmi-jadi-wamenkeu-juda-agung-perkuat-sinergi-fiskal-moneter-untuk-target-pertumbuhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/02/05/320/3199894/resmi-jadi-wamenkeu-juda-agung-perkuat-sinergi-fiskal-moneter-untuk-target-pertumbuhan</guid><pubDate>Kamis 05 Februari 2026 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/05/320/3199894/wamenkeu_juda-k0KH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamenkeu Juda (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/05/320/3199894/wamenkeu_juda-k0KH_large.jpg</image><title>Wamenkeu Juda (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Juda Agung memulai hari pertamanya sebagai Wakil Menteri Keuangan dengan agenda perkenalan di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (5/2/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam sambutannya, mantan petinggi Bank Indonesia ini menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter sebagai mandat utama dari Kepala Negara.&#13;
&#13;
Penyambutan yang digelar di Lobi Gedung Juanda I ini menandai transisi Juda dari &amp;quot;Thamrin&amp;quot; (Bank Indonesia) ke &amp;quot;Lapangan Banteng&amp;quot; (Kementerian Keuangan). Meski berpindah instansi, Juda mengaku tidak merasa asing dengan lingkungan barunya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu saja, pindah dari Thamrin ke Lapang Bateng, masih sesuatu yang baru bagi saya. Tetapi sebenarnya, kalau melihat wajah-wajah eselon 1 dan eselon 2 ini, wajah-wajah familiar bagi saya ya,&amp;quot; ungkap Juda di hadapan awak media.&#13;
&#13;
Juda menjelaskan bahwa pengalamannya selama bertahun-tahun berkoordinasi dalam Forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjadi modal kuat untuk mempererat hubungan antara kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia dengan kebijakan fiskal di bawah Kemenkeu.&#13;
&#13;
Menurutnya, Presiden telah memberikan arahan spesifik agar kedua pilar ekonomi ini berjalan seiringan untuk mencapai target pertumbuhan nasional di tengah tantangan ekonomi global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Arahnya intinya adalah bahwa fiskal moneter harus berkoordinasi bersinergi dengan baik untuk mencapai target-target pertumbuhan dan tentu saja juga, pada saat ini kita harus menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk stabilitas dan fiskal. Mungkin intinya itu dari saya,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Mengawali masa jabatannya, Juda menyatakan rasa nyamannya bergabung dengan tim di Kementerian Keuangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia optimistis sinergi yang lebih erat akan membawa dampak positif bagi ketahanan ekonomi Indonesia ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya merasa nyaman lah untuk otoritas fiskal Kementerian Keuangan. Saya kira koordinasi KSSK adalah fiskal dan moneter, insya Allah akan semakin baik, semakin erat,&amp;quot; pungkas Juda.&#13;
&#13;
Kehadiran Juda Agung di Kementerian Keuangan diharapkan mampu menjembatani sinkronisasi kebijakan suku bunga dan pengelolaan anggaran negara secara lebih harmonis, demi menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas nilai tukar Rupiah.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Juda Agung memulai hari pertamanya sebagai Wakil Menteri Keuangan dengan agenda perkenalan di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (5/2/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam sambutannya, mantan petinggi Bank Indonesia ini menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter sebagai mandat utama dari Kepala Negara.&#13;
&#13;
Penyambutan yang digelar di Lobi Gedung Juanda I ini menandai transisi Juda dari &amp;quot;Thamrin&amp;quot; (Bank Indonesia) ke &amp;quot;Lapangan Banteng&amp;quot; (Kementerian Keuangan). Meski berpindah instansi, Juda mengaku tidak merasa asing dengan lingkungan barunya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu saja, pindah dari Thamrin ke Lapang Bateng, masih sesuatu yang baru bagi saya. Tetapi sebenarnya, kalau melihat wajah-wajah eselon 1 dan eselon 2 ini, wajah-wajah familiar bagi saya ya,&amp;quot; ungkap Juda di hadapan awak media.&#13;
&#13;
Juda menjelaskan bahwa pengalamannya selama bertahun-tahun berkoordinasi dalam Forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjadi modal kuat untuk mempererat hubungan antara kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia dengan kebijakan fiskal di bawah Kemenkeu.&#13;
&#13;
Menurutnya, Presiden telah memberikan arahan spesifik agar kedua pilar ekonomi ini berjalan seiringan untuk mencapai target pertumbuhan nasional di tengah tantangan ekonomi global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Arahnya intinya adalah bahwa fiskal moneter harus berkoordinasi bersinergi dengan baik untuk mencapai target-target pertumbuhan dan tentu saja juga, pada saat ini kita harus menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk stabilitas dan fiskal. Mungkin intinya itu dari saya,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Mengawali masa jabatannya, Juda menyatakan rasa nyamannya bergabung dengan tim di Kementerian Keuangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia optimistis sinergi yang lebih erat akan membawa dampak positif bagi ketahanan ekonomi Indonesia ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya merasa nyaman lah untuk otoritas fiskal Kementerian Keuangan. Saya kira koordinasi KSSK adalah fiskal dan moneter, insya Allah akan semakin baik, semakin erat,&amp;quot; pungkas Juda.&#13;
&#13;
Kehadiran Juda Agung di Kementerian Keuangan diharapkan mampu menjembatani sinkronisasi kebijakan suku bunga dan pengelolaan anggaran negara secara lebih harmonis, demi menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas nilai tukar Rupiah.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
