<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> BEI Tak Khawatir soal Masuknya Dana Pensiun dan Asuransi ke Pasar Saham</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan tidak ada kekhawatiran terkait masuknya dana pensiun (Dapen) dan perusahaan asuransi ke pasar saham domestik. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/12/278/3201209/bei-tak-khawatir-soal-masuknya-dana-pensiun-dan-asuransi-ke-pasar-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/02/12/278/3201209/bei-tak-khawatir-soal-masuknya-dana-pensiun-dan-asuransi-ke-pasar-saham"/><item><title> BEI Tak Khawatir soal Masuknya Dana Pensiun dan Asuransi ke Pasar Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/12/278/3201209/bei-tak-khawatir-soal-masuknya-dana-pensiun-dan-asuransi-ke-pasar-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/02/12/278/3201209/bei-tak-khawatir-soal-masuknya-dana-pensiun-dan-asuransi-ke-pasar-saham</guid><pubDate>Kamis 12 Februari 2026 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/12/278/3201209/bei-qzED_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> BEI Tak Khawatir soal Masuknya Dana Pensiun dan Asuransi ke Pasar Saham (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/12/278/3201209/bei-qzED_large.jpg</image><title> BEI Tak Khawatir soal Masuknya Dana Pensiun dan Asuransi ke Pasar Saham (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan tidak ada kekhawatiran terkait masuknya dana pensiun (Dapen) dan perusahaan asuransi ke pasar saham domestik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik memastikan investasi institusi domestik tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk institusi domestik kita melakukan investasi kan ada rambu-rambunya. Ada batasan-batasannya,&amp;quot; katanya di Jakarta, Kamis (12/2/2026).&#13;
&#13;
Tepis Crowding Effect&#13;
&#13;
Dia juga menepis potensi terjadinya crowding effect apabila dana pensiun dan asuransi meningkatkan eksposur ke saham. Menurutnya, struktur transaksi harian di pasar saham Indonesia saat ini masih didominasi investor ritel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini kalau kita lihat dari transaksi harian saja, itu yang di atas 30 triliun itu kontribusi utama dari retail sampai dengan 52%. Kemudian dari asing 30%. Yang artinya kira-kira 20% itu dari institusi domestik kita. Artinya ruang untuk bertumbuh bagi partisipasi institusi domestik kita itu masih sangat besar,&amp;quot; lanjut Jeffrey.&#13;
&#13;
BEI Jawab Potensi Konflik Kepentingan&#13;
&#13;
Terkait kekhawatiran potensi konflik kepentingan, terutama jika investasi mengalir deras ke saham-saham BUMN atau entitas terafiliasi, Jeffrey menegaskan mekanisme pasar telah mengatur hal tersebut.&#13;
&#13;
Dia menyebut ketentuan free float serta peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham menjadi instrumen pengawasan yang memadai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kan itu sudah diatur juga free floatnya bagaimana. Nanti apalagi kita akan juga melakukan keterbukaan informasi yang lebih transparan terkait dengan kepemilikan saham. Artinya tidak akan ada risiko,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Jeffrey juga memastikan peningkatan partisipasi institusi domestik tidak akan memicu lonjakan volatilitas di pasar saham.&#13;
&#13;
&amp;quot;Enggak, enggak akan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Limit Investasi Dana Pensiun dan Asuransi&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pemerintah berencana menaikkan limit investasi dapen dan asuransi di pasar modal Indonesia, dari sebelumnya 8% ke angka 20%. Ini adalah bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong kredibilitas pasar modal Tanah Air.&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah memang akan membebaskan dapen dan asuransi memasukkan dananya ke bursa hingga batasan 20%. Namun, mereka dilarang membeli saham gorengan, kemungkinan dapen dan asuransi hanya bisa masuk ke saham LQ45.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita akan bebaskan lagi ke 20%, tapi di saham-saham yang tidak goreng-gorengan. Mungkin untuk pertama kita batasin di LQ45,&amp;quot; katanya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan tidak ada kekhawatiran terkait masuknya dana pensiun (Dapen) dan perusahaan asuransi ke pasar saham domestik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik memastikan investasi institusi domestik tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk institusi domestik kita melakukan investasi kan ada rambu-rambunya. Ada batasan-batasannya,&amp;quot; katanya di Jakarta, Kamis (12/2/2026).&#13;
&#13;
Tepis Crowding Effect&#13;
&#13;
Dia juga menepis potensi terjadinya crowding effect apabila dana pensiun dan asuransi meningkatkan eksposur ke saham. Menurutnya, struktur transaksi harian di pasar saham Indonesia saat ini masih didominasi investor ritel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini kalau kita lihat dari transaksi harian saja, itu yang di atas 30 triliun itu kontribusi utama dari retail sampai dengan 52%. Kemudian dari asing 30%. Yang artinya kira-kira 20% itu dari institusi domestik kita. Artinya ruang untuk bertumbuh bagi partisipasi institusi domestik kita itu masih sangat besar,&amp;quot; lanjut Jeffrey.&#13;
&#13;
BEI Jawab Potensi Konflik Kepentingan&#13;
&#13;
Terkait kekhawatiran potensi konflik kepentingan, terutama jika investasi mengalir deras ke saham-saham BUMN atau entitas terafiliasi, Jeffrey menegaskan mekanisme pasar telah mengatur hal tersebut.&#13;
&#13;
Dia menyebut ketentuan free float serta peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham menjadi instrumen pengawasan yang memadai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kan itu sudah diatur juga free floatnya bagaimana. Nanti apalagi kita akan juga melakukan keterbukaan informasi yang lebih transparan terkait dengan kepemilikan saham. Artinya tidak akan ada risiko,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Jeffrey juga memastikan peningkatan partisipasi institusi domestik tidak akan memicu lonjakan volatilitas di pasar saham.&#13;
&#13;
&amp;quot;Enggak, enggak akan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Limit Investasi Dana Pensiun dan Asuransi&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pemerintah berencana menaikkan limit investasi dapen dan asuransi di pasar modal Indonesia, dari sebelumnya 8% ke angka 20%. Ini adalah bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong kredibilitas pasar modal Tanah Air.&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah memang akan membebaskan dapen dan asuransi memasukkan dananya ke bursa hingga batasan 20%. Namun, mereka dilarang membeli saham gorengan, kemungkinan dapen dan asuransi hanya bisa masuk ke saham LQ45.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita akan bebaskan lagi ke 20%, tapi di saham-saham yang tidak goreng-gorengan. Mungkin untuk pertama kita batasin di LQ45,&amp;quot; katanya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
