<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bansos Beras Cair ke 35 Juta Penerima Jelang Puasa 2026</title><description>Pemerintah menyiapkan bantuan sosial (bansos) beras bagi lebih dari 35 juta penerima menjelang Ramadan 1447 Hijriah&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/12/320/3201175/bansos-beras-cair-ke-35-juta-penerima-jelang-puasa-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/02/12/320/3201175/bansos-beras-cair-ke-35-juta-penerima-jelang-puasa-2026"/><item><title>Bansos Beras Cair ke 35 Juta Penerima Jelang Puasa 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/12/320/3201175/bansos-beras-cair-ke-35-juta-penerima-jelang-puasa-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/02/12/320/3201175/bansos-beras-cair-ke-35-juta-penerima-jelang-puasa-2026</guid><pubDate>Kamis 12 Februari 2026 12:08 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/12/320/3201175/bansos_beras-fKSM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stok beras nasional dipastikan aman, meski penyaluran bansos direncanakan pada kuartal I 2026. (foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/12/320/3201175/bansos_beras-fKSM_large.jpg</image><title>Stok beras nasional dipastikan aman, meski penyaluran bansos direncanakan pada kuartal I 2026. (foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menyiapkan bantuan sosial (bansos) beras bagi lebih dari 35 juta penerima menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Stok beras nasional dipastikan aman, meski penyaluran bansos direncanakan pada kuartal I 2026.&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hal itu didasarkan pada proyeksi peningkatan produksi beras pada Januari hingga Maret yang menunjukkan bahwa pasokan beras Indonesia masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional pada triwulan I 2026 mencapai 10,16 juta ton, atau melonjak 15,79 persen dibandingkan 8,78 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Diperkirakan dengan kenaikan produksi yang ada, (pasokan bagi) bantuan sosial beras itu mencukupi,&amp;rdquo; ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (12/2/2026).&#13;
&#13;
Airlangga menyebut kebijakan bansos beras tersebut merupakan bagian dari stimulus pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I.&#13;
&#13;
Dalam kebijakan tersebut, pemerintah berencana memberikan bantuan beras sebanyak 10 kilogram (kg) kepada masyarakat desil 1 (sangat miskin) hingga desil 4 (rentan miskin), sesuai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN).&#13;
&#13;
Selain beras, pemerintah juga akan memberikan bantuan berupa 2 liter minyak goreng bagi kelompok masyarakat tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebijakan ini akan menyasar 35,04 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran sebesar Rp11,92 triliun,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia berharap kebijakan tersebut dapat berjalan lancar karena pasokan beras diperkirakan terpenuhi pada Maret. Kendati demikian, ia juga meminta kerja sama seluruh pihak agar distribusi bantuan berjalan optimal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat menjaga kelancaran logistik,&amp;rdquo; tutup dia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menyiapkan bantuan sosial (bansos) beras bagi lebih dari 35 juta penerima menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Stok beras nasional dipastikan aman, meski penyaluran bansos direncanakan pada kuartal I 2026.&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hal itu didasarkan pada proyeksi peningkatan produksi beras pada Januari hingga Maret yang menunjukkan bahwa pasokan beras Indonesia masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional pada triwulan I 2026 mencapai 10,16 juta ton, atau melonjak 15,79 persen dibandingkan 8,78 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Diperkirakan dengan kenaikan produksi yang ada, (pasokan bagi) bantuan sosial beras itu mencukupi,&amp;rdquo; ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (12/2/2026).&#13;
&#13;
Airlangga menyebut kebijakan bansos beras tersebut merupakan bagian dari stimulus pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I.&#13;
&#13;
Dalam kebijakan tersebut, pemerintah berencana memberikan bantuan beras sebanyak 10 kilogram (kg) kepada masyarakat desil 1 (sangat miskin) hingga desil 4 (rentan miskin), sesuai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN).&#13;
&#13;
Selain beras, pemerintah juga akan memberikan bantuan berupa 2 liter minyak goreng bagi kelompok masyarakat tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebijakan ini akan menyasar 35,04 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran sebesar Rp11,92 triliun,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia berharap kebijakan tersebut dapat berjalan lancar karena pasokan beras diperkirakan terpenuhi pada Maret. Kendati demikian, ia juga meminta kerja sama seluruh pihak agar distribusi bantuan berjalan optimal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat menjaga kelancaran logistik,&amp;rdquo; tutup dia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
