<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Ngaku Belum Diundang Soal Bayar Utang Whoosh Rp1,2 Triliun per Tahun dari APBN</title><description>Pembayaran kewajiban utang proyek kereta Whoosh bakal menggunakan APBN.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/12/320/3201196/purbaya-ngaku-belum-diundang-soal-bayar-utang-whoosh-rp1-2-triliun-per-tahun-dari-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/02/12/320/3201196/purbaya-ngaku-belum-diundang-soal-bayar-utang-whoosh-rp1-2-triliun-per-tahun-dari-apbn"/><item><title>Purbaya Ngaku Belum Diundang Soal Bayar Utang Whoosh Rp1,2 Triliun per Tahun dari APBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/12/320/3201196/purbaya-ngaku-belum-diundang-soal-bayar-utang-whoosh-rp1-2-triliun-per-tahun-dari-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/02/12/320/3201196/purbaya-ngaku-belum-diundang-soal-bayar-utang-whoosh-rp1-2-triliun-per-tahun-dari-apbn</guid><pubDate>Kamis 12 Februari 2026 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/12/320/3201196/purbaya-Co0K_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum dilibatkan dalam perumusan kebijakan terkait pembayaran utang pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto; Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/12/320/3201196/purbaya-Co0K_large.jpg</image><title>Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum dilibatkan dalam perumusan kebijakan terkait pembayaran utang pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto; Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum dilibatkan dalam perumusan kebijakan terkait pembayaran utang pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB/Whoosh) senilai Rp1,2 triliun per tahun, yang rencananya akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti saya belum dipanggil (pemerintah pusat) untuk masalah itu, seingat saya masih 50-50, belum diajak ke sana (membayar utang full dari APBN),&amp;quot; kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/2/2026).&#13;
&#13;
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan bahwa pembayaran kewajiban utang proyek kereta Whoosh bakal menggunakan APBN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, utang Whoosh pakai APBN,&amp;quot; ujarnya saat agenda di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2).&#13;
&#13;
Kendati begitu, kata Prasetyo, penggunaan APBN untuk membayar utang Whoosh masih dipertimbangkan lebih lanjut untuk hal teknisnya. Saat ini, terus dilakukan upaya negosiasi dan pembahasan teknis, termasuk melibatkan pihak Danantara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum final, laporan terakhir rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknis langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,&amp;quot; kata Prasetyo.&#13;
&#13;
Sebelumnya, pada akhir 2025, Purbaya sempat menuturkan bahwa jalan keluar permasalahan utang Whoosh masih didiskusikan untuk menemukan skema pembayaran terbaik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dia bahas macam-macam, permintaannya banyak banget, ya, Danantara. Tapi kita diskusi, diskusi baiklah. Termasuk KCIC, masih akan dicari bentuk yang pas, seperti apa,&amp;quot; ujar Purbaya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/12/2025).&#13;
&#13;
Selanjutnya, pembahasan teknis terkait KCIC akan dilanjutkan oleh tim teknis dari kedua belah pihak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti tim teknis mereka diskusi dengan tim teknis saya. Ini kan masih belum jelas betul seperti apa. Tapi gambaran besarnya jelas, kita mau ngapain ke depan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum dilibatkan dalam perumusan kebijakan terkait pembayaran utang pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB/Whoosh) senilai Rp1,2 triliun per tahun, yang rencananya akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti saya belum dipanggil (pemerintah pusat) untuk masalah itu, seingat saya masih 50-50, belum diajak ke sana (membayar utang full dari APBN),&amp;quot; kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/2/2026).&#13;
&#13;
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan bahwa pembayaran kewajiban utang proyek kereta Whoosh bakal menggunakan APBN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, utang Whoosh pakai APBN,&amp;quot; ujarnya saat agenda di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2).&#13;
&#13;
Kendati begitu, kata Prasetyo, penggunaan APBN untuk membayar utang Whoosh masih dipertimbangkan lebih lanjut untuk hal teknisnya. Saat ini, terus dilakukan upaya negosiasi dan pembahasan teknis, termasuk melibatkan pihak Danantara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum final, laporan terakhir rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknis langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,&amp;quot; kata Prasetyo.&#13;
&#13;
Sebelumnya, pada akhir 2025, Purbaya sempat menuturkan bahwa jalan keluar permasalahan utang Whoosh masih didiskusikan untuk menemukan skema pembayaran terbaik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dia bahas macam-macam, permintaannya banyak banget, ya, Danantara. Tapi kita diskusi, diskusi baiklah. Termasuk KCIC, masih akan dicari bentuk yang pas, seperti apa,&amp;quot; ujar Purbaya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/12/2025).&#13;
&#13;
Selanjutnya, pembahasan teknis terkait KCIC akan dilanjutkan oleh tim teknis dari kedua belah pihak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti tim teknis mereka diskusi dengan tim teknis saya. Ini kan masih belum jelas betul seperti apa. Tapi gambaran besarnya jelas, kita mau ngapain ke depan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
