<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Proyeksi Ekonomi Capai 8 Persen di 2028&amp;nbsp;</title><description>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memproyeksikan perekonomian Indonesia bakal naik hingga 8 persen dalam 2 tahun mendatang. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/13/320/3201457/menko-airlangga-proyeksi-ekonomi-capai-8-persen-di-2028-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/02/13/320/3201457/menko-airlangga-proyeksi-ekonomi-capai-8-persen-di-2028-nbsp"/><item><title>Menko Airlangga Proyeksi Ekonomi Capai 8 Persen di 2028&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/13/320/3201457/menko-airlangga-proyeksi-ekonomi-capai-8-persen-di-2028-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/02/13/320/3201457/menko-airlangga-proyeksi-ekonomi-capai-8-persen-di-2028-nbsp</guid><pubDate>Jum'at 13 Februari 2026 17:48 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/13/320/3201457/menko_airlangga-cEJR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga  (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/13/320/3201457/menko_airlangga-cEJR_large.jpg</image><title>Menko Airlangga  (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memproyeksikan perekonomian Indonesia bakal naik hingga 8 persen dalam 2 tahun mendatang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi 8 persen itu bukan tanpa dasar. Melainkan dampak dari kebijakan yang saat ini tengah digulirkan, seperti koperasi desa merah putih, hingga program Makan Bergizi Gratis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, sekarang kita akan take off dalam dua tahun ke depan,&amp;quot; ujarnya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).&#13;
&#13;
Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam 2 tahun mendatang akan didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor impor. Kehadiran Danantara dinilai akan mampu meningkatkan sisi investasi dan konsumsi rumah tangga lewat penciptaan lapangan kerja.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan dibukanya ekspor ke banyak negara, di sektor tekstil saja kalau kita buka semua, dalam 10 tahun ke depan diperkirakan bisa meningkat 10 kali, sehingga kesempatan kerja menjadi lebih tinggi,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
Airlangga memaparkan capaian ekonomi Indonesia di kuartal IV-2025 yang tumbuh 5,11 persen secara tahunan. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi kedua G20 setelah India yang tumbuh 7,4 persen.&#13;
&#13;
Amgka tersebut disumbangkan dari sisi konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen, investasi 5,09 persen, serta belanja modal pemerintah yang melonjak 44,2 persen. Ekspor juga tumbuh positif 7,03 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, sektor pertanian tumbuh 5,03 persen, industri pengolahan 5,3 persen, sementara sektor transportasi, pergudangan, serta akomodasi makanan-minuman tumbuh di atas 7 persen. Kunjungan wisatawan nusantara juga bergerak naik mencapai 1,2 miliar perjalanan sepanjang 2025, naik 17,55 persen dibanding tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Airlangga menekankan pertumbuhan ekonomi juga diiringi perbaikan indikator sosial. Tingkat kemiskinan turun ke 8,25 persen, rasio gini membaik di 0,36, dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,74 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Serapan tenaga kerja bertambah 2,71 juta orang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Momentum ini sangat sesuai dengan tema rencana kerja pemerintah, yaitu kedaulatan pangan, energi, dan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju,&amp;quot; kata Airlangga.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memproyeksikan perekonomian Indonesia bakal naik hingga 8 persen dalam 2 tahun mendatang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi 8 persen itu bukan tanpa dasar. Melainkan dampak dari kebijakan yang saat ini tengah digulirkan, seperti koperasi desa merah putih, hingga program Makan Bergizi Gratis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, sekarang kita akan take off dalam dua tahun ke depan,&amp;quot; ujarnya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).&#13;
&#13;
Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam 2 tahun mendatang akan didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor impor. Kehadiran Danantara dinilai akan mampu meningkatkan sisi investasi dan konsumsi rumah tangga lewat penciptaan lapangan kerja.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan dibukanya ekspor ke banyak negara, di sektor tekstil saja kalau kita buka semua, dalam 10 tahun ke depan diperkirakan bisa meningkat 10 kali, sehingga kesempatan kerja menjadi lebih tinggi,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
Airlangga memaparkan capaian ekonomi Indonesia di kuartal IV-2025 yang tumbuh 5,11 persen secara tahunan. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi kedua G20 setelah India yang tumbuh 7,4 persen.&#13;
&#13;
Amgka tersebut disumbangkan dari sisi konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen, investasi 5,09 persen, serta belanja modal pemerintah yang melonjak 44,2 persen. Ekspor juga tumbuh positif 7,03 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, sektor pertanian tumbuh 5,03 persen, industri pengolahan 5,3 persen, sementara sektor transportasi, pergudangan, serta akomodasi makanan-minuman tumbuh di atas 7 persen. Kunjungan wisatawan nusantara juga bergerak naik mencapai 1,2 miliar perjalanan sepanjang 2025, naik 17,55 persen dibanding tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Airlangga menekankan pertumbuhan ekonomi juga diiringi perbaikan indikator sosial. Tingkat kemiskinan turun ke 8,25 persen, rasio gini membaik di 0,36, dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,74 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Serapan tenaga kerja bertambah 2,71 juta orang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Momentum ini sangat sesuai dengan tema rencana kerja pemerintah, yaitu kedaulatan pangan, energi, dan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju,&amp;quot; kata Airlangga.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
