<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Ciri-Ciri Modus Penipuan Berkedok Coretax</title><description>Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat untuk waspada&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/19/320/3202396/ini-ciri-ciri-modus-penipuan-berkedok-coretax</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/02/19/320/3202396/ini-ciri-ciri-modus-penipuan-berkedok-coretax"/><item><title>Ini Ciri-Ciri Modus Penipuan Berkedok Coretax</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/19/320/3202396/ini-ciri-ciri-modus-penipuan-berkedok-coretax</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/02/19/320/3202396/ini-ciri-ciri-modus-penipuan-berkedok-coretax</guid><pubDate>Kamis 19 Februari 2026 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/19/320/3202396/pajak-j8lJ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Ini ciri-ciri modus penipuan berkedok Coretax. (foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/19/320/3202396/pajak-j8lJ_large.jpg</image><title> Ini ciri-ciri modus penipuan berkedok Coretax. (foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ini ciri-ciri modus penipuan berkedok Coretax. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat untuk waspada, karena salah satu latar belakang penipuan adalah implementasi aplikasi Coretax DJP.&#13;
&#13;
Selain itu, modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat atau pegawai DJP juga sering dilatarbelakangi pemadanan NIK dan NPWP, konfirmasi data perpajakan, serta mutasi atau promosi pejabat dan pegawai DJP.&#13;
&#13;
DJP mengungkapkan ciri-ciri modus penipuan yang digunakan oknum penipu antara lain:&#13;
&#13;
a. Menghubungi masyarakat melalui WhatsApp untuk mengunduh file berformat .apk;&#13;
b. Menghubungi masyarakat melalui WhatsApp untuk mengunduh aplikasi M-Pajak dengan tautan palsu;&#13;
c. Menghubungi masyarakat melalui WhatsApp untuk melunasi tagihan pajak;&#13;
d. Menghubungi masyarakat melalui WhatsApp untuk memproses pengembalian kelebihan pajak;&#13;
e. Menghubungi masyarakat melalui WhatsApp untuk membayar meterai elektronik dengan mengakses tautan palsu; atau&#13;
f. Menelepon masyarakat dan meminta transfer sejumlah uang dengan mengatasnamakan pejabat atau pegawai DJP.&#13;
&#13;
Apabila menerima permintaan seperti disebutkan di atas, masyarakat dapat melakukan konfirmasi kebenarannya melalui:\&#13;
&#13;
a. Kantor pajak terdekat;&#13;
b. Kring Pajak 1500200;&#13;
c. Email pengaduan@pajak.go.id&#13;
;&#13;
d. Akun X @kring_pajak;&#13;
e. Situs https://pengaduan.pajak.go.id&#13;
; atau&#13;
f. Live chat pada https://www.pajak.go.id&#13;
.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan penipuan melalui:&#13;
&#13;
a. Saluran Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang terdiri atas:&#13;
&#13;
1. Aduan mengenai nomor telepon penipu di laman https://aduannomor.id&#13;
; dan/atau&#13;
&#13;
2. Aduan mengenai konten, tautan, dan/atau aplikasi penipuan di laman https://aduankonten.id&#13;
;&#13;
b. Saluran pengaduan/pelaporan aparat penegak hukum.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ini ciri-ciri modus penipuan berkedok Coretax. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat untuk waspada, karena salah satu latar belakang penipuan adalah implementasi aplikasi Coretax DJP.&#13;
&#13;
Selain itu, modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat atau pegawai DJP juga sering dilatarbelakangi pemadanan NIK dan NPWP, konfirmasi data perpajakan, serta mutasi atau promosi pejabat dan pegawai DJP.&#13;
&#13;
DJP mengungkapkan ciri-ciri modus penipuan yang digunakan oknum penipu antara lain:&#13;
&#13;
a. Menghubungi masyarakat melalui WhatsApp untuk mengunduh file berformat .apk;&#13;
b. Menghubungi masyarakat melalui WhatsApp untuk mengunduh aplikasi M-Pajak dengan tautan palsu;&#13;
c. Menghubungi masyarakat melalui WhatsApp untuk melunasi tagihan pajak;&#13;
d. Menghubungi masyarakat melalui WhatsApp untuk memproses pengembalian kelebihan pajak;&#13;
e. Menghubungi masyarakat melalui WhatsApp untuk membayar meterai elektronik dengan mengakses tautan palsu; atau&#13;
f. Menelepon masyarakat dan meminta transfer sejumlah uang dengan mengatasnamakan pejabat atau pegawai DJP.&#13;
&#13;
Apabila menerima permintaan seperti disebutkan di atas, masyarakat dapat melakukan konfirmasi kebenarannya melalui:\&#13;
&#13;
a. Kantor pajak terdekat;&#13;
b. Kring Pajak 1500200;&#13;
c. Email pengaduan@pajak.go.id&#13;
;&#13;
d. Akun X @kring_pajak;&#13;
e. Situs https://pengaduan.pajak.go.id&#13;
; atau&#13;
f. Live chat pada https://www.pajak.go.id&#13;
.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan penipuan melalui:&#13;
&#13;
a. Saluran Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang terdiri atas:&#13;
&#13;
1. Aduan mengenai nomor telepon penipu di laman https://aduannomor.id&#13;
; dan/atau&#13;
&#13;
2. Aduan mengenai konten, tautan, dan/atau aplikasi penipuan di laman https://aduankonten.id&#13;
;&#13;
b. Saluran pengaduan/pelaporan aparat penegak hukum.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
