<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Progam Kelola Sampah Hasilkan Rp3,2 Miliar</title><description>Inisiatif tersebut dijalankan di 58 lokasi di seluruh Indonesia dengan melibatkan 2.470 masyarakat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/22/320/3202976/progam-kelola-sampah-hasilkan-rp3-2-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/02/22/320/3202976/progam-kelola-sampah-hasilkan-rp3-2-miliar"/><item><title>Progam Kelola Sampah Hasilkan Rp3,2 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/22/320/3202976/progam-kelola-sampah-hasilkan-rp3-2-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/02/22/320/3202976/progam-kelola-sampah-hasilkan-rp3-2-miliar</guid><pubDate>Minggu 22 Februari 2026 08:53 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/22/320/3202976/sampah-SwuW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengelolaan sampah telah menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat sebesar Rp3,2 miliar. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/22/320/3202976/sampah-SwuW_large.jpg</image><title>Pengelolaan sampah telah menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat sebesar Rp3,2 miliar. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pengelolaan sampah telah menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat sebesar Rp3,2 miliar. Inisiatif tersebut dijalankan di 58 lokasi di seluruh Indonesia dengan melibatkan 2.470 masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengelolaan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif masyarakat,&amp;quot; ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (22/2/2026).&#13;
&#13;
Ekosistem Pengelolaan Sampah&#13;
&#13;
Melalui program TJSL, pihaknya mendorong terciptanya ekosistem pengelolaan sampah yang terstruktur dan bernilai ekonomi, sekaligus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.&#13;
&#13;
Secara total, program tersebut mencatat pengumpulan sampah sekitar 4,7 ribu ton sampah per tahun, dengan 2,3 ribu ton di antaranya telah dikelola kembali melalui proses daur ulang dan pengolahan organik.&#13;
&#13;
Salah satu implementasi dilakukan melalui unit &amp;quot;Fuel Terminal Boyolali&amp;quot; dengan Program TPS 3R Resik di Desa Butuh yang mampu mengelola 480 ton sampah per tahun dari 310 kepala keluarga dan 115 pelaku usaha.&#13;
&#13;
Program itu, menurut Pertamina Patra Niaga, menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp36 juta per tahun bagi masyarakat setempat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pembinaan Bank Sampah&#13;
&#13;
Perusahaan juga membina 15 bank sampah yang mengembangkan budi daya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik. Inisiatif tersebut menghasilkan produk turunan berupa kompos, &amp;quot;eco-enzyme&amp;quot; dan pakan ternak yang memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok masyarakat.&#13;
&#13;
Di wilayah pesisir, Program Kampung Pesisir Berdaya melalui &amp;quot;Fuel Terminal Medan&amp;quot;, Sumatera Utara, mampu mengelola Bank Sampah Horas Bah yang bisa mengumpulkan sekitar 10 ton sampah per tahun dengan dampak ekonomi mencapai Rp1,925 juta per bulan&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengelolaan sampah telah menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat sebesar Rp3,2 miliar. Inisiatif tersebut dijalankan di 58 lokasi di seluruh Indonesia dengan melibatkan 2.470 masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengelolaan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif masyarakat,&amp;quot; ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (22/2/2026).&#13;
&#13;
Ekosistem Pengelolaan Sampah&#13;
&#13;
Melalui program TJSL, pihaknya mendorong terciptanya ekosistem pengelolaan sampah yang terstruktur dan bernilai ekonomi, sekaligus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.&#13;
&#13;
Secara total, program tersebut mencatat pengumpulan sampah sekitar 4,7 ribu ton sampah per tahun, dengan 2,3 ribu ton di antaranya telah dikelola kembali melalui proses daur ulang dan pengolahan organik.&#13;
&#13;
Salah satu implementasi dilakukan melalui unit &amp;quot;Fuel Terminal Boyolali&amp;quot; dengan Program TPS 3R Resik di Desa Butuh yang mampu mengelola 480 ton sampah per tahun dari 310 kepala keluarga dan 115 pelaku usaha.&#13;
&#13;
Program itu, menurut Pertamina Patra Niaga, menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp36 juta per tahun bagi masyarakat setempat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pembinaan Bank Sampah&#13;
&#13;
Perusahaan juga membina 15 bank sampah yang mengembangkan budi daya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik. Inisiatif tersebut menghasilkan produk turunan berupa kompos, &amp;quot;eco-enzyme&amp;quot; dan pakan ternak yang memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok masyarakat.&#13;
&#13;
Di wilayah pesisir, Program Kampung Pesisir Berdaya melalui &amp;quot;Fuel Terminal Medan&amp;quot;, Sumatera Utara, mampu mengelola Bank Sampah Horas Bah yang bisa mengumpulkan sekitar 10 ton sampah per tahun dengan dampak ekonomi mencapai Rp1,925 juta per bulan&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
