<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp10.117 Triliun pada Januari 2026</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2)  mengalami peningkatan pada Januari 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/23/320/3203149/uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp10-117-triliun-pada-januari-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/02/23/320/3203149/uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp10-117-triliun-pada-januari-2026"/><item><title>Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp10.117 Triliun pada Januari 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/02/23/320/3203149/uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp10-117-triliun-pada-januari-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/02/23/320/3203149/uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp10-117-triliun-pada-januari-2026</guid><pubDate>Senin 23 Februari 2026 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/23/320/3203149/bank_indonesia-dTNB_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/23/320/3203149/bank_indonesia-dTNB_large.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) &amp;nbsp;mengalami peningkatan pada Januari 2026.&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan M2 pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,0% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 yang tercatat sebesar 9,6% (yoy).&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada Januari 2026, M2 tumbuh sebesar 10,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 9,6% (yoy) sehingga mencapai Rp10.117,8 triliun,&amp;quot; ungkapnya, Senin (23/2/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9% (yoy) serta uang kuasi yang tumbuh 5,4% (yoy).&#13;
&#13;
Menurutnya, peningkatan M2 pada awal tahun ini terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) serta penyaluran kredit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 22,6% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,6% (yoy),&amp;quot; lanjut Ramdan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, penyaluran kredit pada Januari 2026 juga disebut tumbuh 10,2% (yoy), dibandingkan Desember 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penyaluran kredit pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 sebesar 9,3% (yoy),&amp;quot; kata Ramdan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) &amp;nbsp;mengalami peningkatan pada Januari 2026.&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan M2 pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,0% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 yang tercatat sebesar 9,6% (yoy).&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada Januari 2026, M2 tumbuh sebesar 10,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 9,6% (yoy) sehingga mencapai Rp10.117,8 triliun,&amp;quot; ungkapnya, Senin (23/2/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9% (yoy) serta uang kuasi yang tumbuh 5,4% (yoy).&#13;
&#13;
Menurutnya, peningkatan M2 pada awal tahun ini terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) serta penyaluran kredit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 22,6% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,6% (yoy),&amp;quot; lanjut Ramdan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, penyaluran kredit pada Januari 2026 juga disebut tumbuh 10,2% (yoy), dibandingkan Desember 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penyaluran kredit pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 sebesar 9,3% (yoy),&amp;quot; kata Ramdan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
