<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspansi 2026, KAI Logistik Targetkan Pendapatan Rp2,47 Triliun</title><description>Perseroan menargetkan pendapatan mencapai Rp2,47 triliun dengan laba Rp176 miliar.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/03/320/3204726/ekspansi-2026-kai-logistik-targetkan-pendapatan-rp2-47-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/03/03/320/3204726/ekspansi-2026-kai-logistik-targetkan-pendapatan-rp2-47-triliun"/><item><title>Ekspansi 2026, KAI Logistik Targetkan Pendapatan Rp2,47 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/03/320/3204726/ekspansi-2026-kai-logistik-targetkan-pendapatan-rp2-47-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/03/03/320/3204726/ekspansi-2026-kai-logistik-targetkan-pendapatan-rp2-47-triliun</guid><pubDate>Selasa 03 Maret 2026 13:15 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/03/320/3204726/kereta_logistik-is2Z_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Tahun 2026 diproyeksikan menjadi periode ekspansi bagi perusahaan logistik berbasis kereta api. (foto :Okezone.com/KAI Logistik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/03/320/3204726/kereta_logistik-is2Z_large.jpg</image><title> Tahun 2026 diproyeksikan menjadi periode ekspansi bagi perusahaan logistik berbasis kereta api. (foto :Okezone.com/KAI Logistik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tahun 2026 diproyeksikan menjadi periode ekspansi bagi perusahaan logistik berbasis kereta api. Perseroan menargetkan pendapatan mencapai Rp2,47 triliun dengan laba Rp176 miliar.&#13;
&#13;
Target tersebut mencerminkan pertumbuhan 119% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp1,1 triliun. Peningkatan kinerja didorong oleh perluasan skala bisnis dan kenaikan volume angkutan di sejumlah segmen.&#13;
&#13;
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan pertumbuhan diharapkan terjadi baik dari sisi keuangan maupun operasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tahun 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnis,&amp;rdquo; ujarnya, Selasa (3/3/2026).&#13;
&#13;
Dari sisi operasional, volume angkutan ritel ditargetkan mencapai 165 ribu ton atau naik 152% dibandingkan 2025. Sementara angkutan multikomoditas&amp;mdash;termasuk peti kemas, semen, dan komoditas nonbatu bara&amp;mdash;ditargetkan menembus lebih dari 9 juta ton, meningkat lebih dari 200% dibandingkan realisasi sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Peningkatan tersebut antara lain ditopang oleh pengalihan pengelolaan angkutan nonbatu bara di wilayah Jawa. Pada segmen batu bara, volume ditargetkan mencapai 23 juta ton atau naik 19% dibandingkan tahun lalu.&#13;
&#13;
Selain itu, perusahaan juga menjajaki pengembangan layanan ke segmen e-commerce serta peningkatan kapasitas infrastruktur, termasuk rencana perluasan Terminal Ronggowarsito dan penjajakan Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tahun 2026 diproyeksikan menjadi periode ekspansi bagi perusahaan logistik berbasis kereta api. Perseroan menargetkan pendapatan mencapai Rp2,47 triliun dengan laba Rp176 miliar.&#13;
&#13;
Target tersebut mencerminkan pertumbuhan 119% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp1,1 triliun. Peningkatan kinerja didorong oleh perluasan skala bisnis dan kenaikan volume angkutan di sejumlah segmen.&#13;
&#13;
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan pertumbuhan diharapkan terjadi baik dari sisi keuangan maupun operasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tahun 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnis,&amp;rdquo; ujarnya, Selasa (3/3/2026).&#13;
&#13;
Dari sisi operasional, volume angkutan ritel ditargetkan mencapai 165 ribu ton atau naik 152% dibandingkan 2025. Sementara angkutan multikomoditas&amp;mdash;termasuk peti kemas, semen, dan komoditas nonbatu bara&amp;mdash;ditargetkan menembus lebih dari 9 juta ton, meningkat lebih dari 200% dibandingkan realisasi sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Peningkatan tersebut antara lain ditopang oleh pengalihan pengelolaan angkutan nonbatu bara di wilayah Jawa. Pada segmen batu bara, volume ditargetkan mencapai 23 juta ton atau naik 19% dibandingkan tahun lalu.&#13;
&#13;
Selain itu, perusahaan juga menjajaki pengembangan layanan ke segmen e-commerce serta peningkatan kapasitas infrastruktur, termasuk rencana perluasan Terminal Ronggowarsito dan penjajakan Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
