<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Tegaskan Harga BBM Pertalite Tak Naik meski Harga Minyak Dunia Meroket&amp;nbsp;</title><description>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak naik, meski harga minyak dunia meroket imbas perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3204969/bahlil-tegaskan-harga-bbm-pertalite-tak-naik-meski-harga-minyak-dunia-meroket-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3204969/bahlil-tegaskan-harga-bbm-pertalite-tak-naik-meski-harga-minyak-dunia-meroket-nbsp"/><item><title>Bahlil Tegaskan Harga BBM Pertalite Tak Naik meski Harga Minyak Dunia Meroket&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3204969/bahlil-tegaskan-harga-bbm-pertalite-tak-naik-meski-harga-minyak-dunia-meroket-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3204969/bahlil-tegaskan-harga-bbm-pertalite-tak-naik-meski-harga-minyak-dunia-meroket-nbsp</guid><pubDate>Kamis 05 Maret 2026 05:35 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/04/320/3204969/bbm-xcy1_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BBM (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/04/320/3204969/bbm-xcy1_large.jpg</image><title>BBM (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak naik, meski harga minyak dunia meroket imbas perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kalau harga BBM yang subsidi, yang bensin Pertalite, itu mau harga minyak dunia naik berapa pun, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah,&amp;quot; ujar Bahlil di Jakarta.&#13;
&#13;
Sementara, untuk bahan bakar minyak nonsubsidi seperti Pertamax, memang akan mengalami penyesuaian harga, dalam hal ini akan naik mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan harga minyak sudah naik menjadi 78-80 dolar AS per barel, melebihi asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yakni 70 dolar AS per barel.&#13;
&#13;
Sebagai negara yang mengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari, maka kenaikan harga minyak dunia lantas membebani APBN dengan potensi pembengkakan subsidi energi yang ditanggung oleh negara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Akan tetapi di sisi lain, Indonesia juga memperoleh tambahan pendapatan dari kenaikan harga minyak dunia tersebut dari produksinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena Indonesia kan berkontribusi kurang lebih sekitar 600 ribu barel per hari. Nah, selisih ini yang sedang kami hitung,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Perhitungan tersebut, akan dilakukan dengan hati-hati sebab terkait dengan subsidi energi di dalam negeri. &amp;nbsp;Di mana bingga saat ini, setelah rapat Dewan Energi Nasional, pemerintah belum berencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai dengan kami rapat, belum ada (kenaikan harga BBM subsidi), jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, insya Allah belum ada kenaikan harga BBM,&amp;quot; pungkasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: Bahlil Sebut Harga BBM Pertalite Tak Naik meski Harga Minyak Dunia Melonjak&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak naik, meski harga minyak dunia meroket imbas perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kalau harga BBM yang subsidi, yang bensin Pertalite, itu mau harga minyak dunia naik berapa pun, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah,&amp;quot; ujar Bahlil di Jakarta.&#13;
&#13;
Sementara, untuk bahan bakar minyak nonsubsidi seperti Pertamax, memang akan mengalami penyesuaian harga, dalam hal ini akan naik mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan harga minyak sudah naik menjadi 78-80 dolar AS per barel, melebihi asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yakni 70 dolar AS per barel.&#13;
&#13;
Sebagai negara yang mengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari, maka kenaikan harga minyak dunia lantas membebani APBN dengan potensi pembengkakan subsidi energi yang ditanggung oleh negara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Akan tetapi di sisi lain, Indonesia juga memperoleh tambahan pendapatan dari kenaikan harga minyak dunia tersebut dari produksinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena Indonesia kan berkontribusi kurang lebih sekitar 600 ribu barel per hari. Nah, selisih ini yang sedang kami hitung,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Perhitungan tersebut, akan dilakukan dengan hati-hati sebab terkait dengan subsidi energi di dalam negeri. &amp;nbsp;Di mana bingga saat ini, setelah rapat Dewan Energi Nasional, pemerintah belum berencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai dengan kami rapat, belum ada (kenaikan harga BBM subsidi), jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, insya Allah belum ada kenaikan harga BBM,&amp;quot; pungkasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: Bahlil Sebut Harga BBM Pertalite Tak Naik meski Harga Minyak Dunia Melonjak&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
