<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akui Stok BBM Indonesia Cuma 25 Hari, Bahlil: Jangan Salahkan Siapa-Siapa!</title><description>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui gudang penyimpanan energi nasional hanya mampu sampai 25 hari. Jumlah ini di bawah standar internasional yang merekomendasikan untuk 3 bulan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3205071/akui-stok-bbm-indonesia-cuma-25-hari-bahlil-jangan-salahkan-siapa-siapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3205071/akui-stok-bbm-indonesia-cuma-25-hari-bahlil-jangan-salahkan-siapa-siapa"/><item><title>Akui Stok BBM Indonesia Cuma 25 Hari, Bahlil: Jangan Salahkan Siapa-Siapa!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3205071/akui-stok-bbm-indonesia-cuma-25-hari-bahlil-jangan-salahkan-siapa-siapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3205071/akui-stok-bbm-indonesia-cuma-25-hari-bahlil-jangan-salahkan-siapa-siapa</guid><pubDate>Kamis 05 Maret 2026 08:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/05/320/3205071/menteri_esdm_bahlil-ldxA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/05/320/3205071/menteri_esdm_bahlil-ldxA_large.jpg</image><title>Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui gudang penyimpanan energi nasional hanya mampu sampai 25 hari. Jumlah ini di bawah standar internasional yang merekomendasikan untuk 3 bulan.&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan minimnya ketahanan energi nasional ini dikarenakan kapasitas penyimpanan atau storage di dalam negeri hanya mampu menyimpan energi, dalam hal ini minyak dan LPG, maksimal untuk 25 hari saja.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sehingga walaupun Pemerintah belanja energi untuk kebutuhan selama 3 bulan, sudah barang tentu tidak ada tempat untuk menyimpan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita impor sebanyak itu (untuk ketahanan lebih dari 25 hari), mau di taruh di mana? Itu kira-kira problem kita. Kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa, memang faktanya begitu negara kita, dan kita harus perbaiki,&amp;quot; kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Kamis (5/3/2026).&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk membangun kapasitas penyimpanan energi untuk ketahanan sampai dengan 3 bulan. Hal ini melihat dinamika eskalasi geopolitik yang tengah memanas belakangan pasca luncuran serangan AS ke Iran. Bahkan konflik tersebut sampai pada penutupan selat Hormuz, yang menjadi jalur perdagangan energi global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang sejak dahulu, sudah sejak lama. Bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita tidak lebih dari 21-25 hari. Sekarang ini di bawah arahan Presiden Prabowo, memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage agar ketahanan energi kita ada,&amp;quot; kata Bahlil di Istana Negara (4/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Storage berapa lama, insyaallah rencananya sampai dengan 3 bulan. Ini lah standar minimum konsensus global,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Pembangunan storage penyimpanan minyak rencananya akan mulai masuk tahap konstruksi pada tahun 2026 ini.&#13;
&#13;
Lokasi yang tengah dibidik yaitu di Sumatera. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap kajian kelayakan sebelum masuk tahap konstruksi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui gudang penyimpanan energi nasional hanya mampu sampai 25 hari. Jumlah ini di bawah standar internasional yang merekomendasikan untuk 3 bulan.&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan minimnya ketahanan energi nasional ini dikarenakan kapasitas penyimpanan atau storage di dalam negeri hanya mampu menyimpan energi, dalam hal ini minyak dan LPG, maksimal untuk 25 hari saja.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sehingga walaupun Pemerintah belanja energi untuk kebutuhan selama 3 bulan, sudah barang tentu tidak ada tempat untuk menyimpan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita impor sebanyak itu (untuk ketahanan lebih dari 25 hari), mau di taruh di mana? Itu kira-kira problem kita. Kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa, memang faktanya begitu negara kita, dan kita harus perbaiki,&amp;quot; kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Kamis (5/3/2026).&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk membangun kapasitas penyimpanan energi untuk ketahanan sampai dengan 3 bulan. Hal ini melihat dinamika eskalasi geopolitik yang tengah memanas belakangan pasca luncuran serangan AS ke Iran. Bahkan konflik tersebut sampai pada penutupan selat Hormuz, yang menjadi jalur perdagangan energi global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang sejak dahulu, sudah sejak lama. Bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita tidak lebih dari 21-25 hari. Sekarang ini di bawah arahan Presiden Prabowo, memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage agar ketahanan energi kita ada,&amp;quot; kata Bahlil di Istana Negara (4/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Storage berapa lama, insyaallah rencananya sampai dengan 3 bulan. Ini lah standar minimum konsensus global,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Pembangunan storage penyimpanan minyak rencananya akan mulai masuk tahap konstruksi pada tahun 2026 ini.&#13;
&#13;
Lokasi yang tengah dibidik yaitu di Sumatera. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap kajian kelayakan sebelum masuk tahap konstruksi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
