<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permintaan Pinjaman Masyarakat Diprediksi Melonjak Jelang Lebaran 2026&amp;nbsp;</title><description>Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memprediksi penyaluran pembiayaan industri pinjaman daring (pindar) melonjak signifikan pada Ramadhan hingga Idulfitri 2026. Hal tersebut seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3205077/permintaan-pinjaman-masyarakat-diprediksi-melonjak-jelang-lebaran-2026-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3205077/permintaan-pinjaman-masyarakat-diprediksi-melonjak-jelang-lebaran-2026-nbsp"/><item><title>Permintaan Pinjaman Masyarakat Diprediksi Melonjak Jelang Lebaran 2026&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3205077/permintaan-pinjaman-masyarakat-diprediksi-melonjak-jelang-lebaran-2026-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3205077/permintaan-pinjaman-masyarakat-diprediksi-melonjak-jelang-lebaran-2026-nbsp</guid><pubDate>Kamis 05 Maret 2026 08:53 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/05/320/3205077/masyarakat_pinjol-5kxR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masyarakat Pinjol (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/05/320/3205077/masyarakat_pinjol-5kxR_large.jpg</image><title>Masyarakat Pinjol (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memprediksi penyaluran pembiayaan industri pinjaman daring (pindar) melonjak signifikan pada Ramadhan hingga Idulfitri 2026. Hal tersebut seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.&#13;
&#13;
Menurut Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar permintaan pembiayaan berpotensi meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan normal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena permintaan pasti bisa double dibanding bulan-bulan biasa,&amp;rdquo; kata Entjik di Jakarta dikutip, Kamis (5/3/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia juga mengimbau seluruh anggota AFPI untuk tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit.&#13;
&#13;
Entjik menambahkan strategi utama industri tetap mengedepankan sikap konservatif di tengah tantangan ekonomi 2026 yang dinilai masih cukup tinggi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga kita juga harus melakukan pengetatan pada seluruh analisis kelayakan kredit, terutama credit scoring-nya. Pasalnya ke depan kondisi ekonomi masih belum stabil,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memprediksi penyaluran pembiayaan industri pinjaman daring (pindar) melonjak signifikan pada Ramadhan hingga Idulfitri 2026. Hal tersebut seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.&#13;
&#13;
Menurut Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar permintaan pembiayaan berpotensi meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan normal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena permintaan pasti bisa double dibanding bulan-bulan biasa,&amp;rdquo; kata Entjik di Jakarta dikutip, Kamis (5/3/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia juga mengimbau seluruh anggota AFPI untuk tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit.&#13;
&#13;
Entjik menambahkan strategi utama industri tetap mengedepankan sikap konservatif di tengah tantangan ekonomi 2026 yang dinilai masih cukup tinggi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga kita juga harus melakukan pengetatan pada seluruh analisis kelayakan kredit, terutama credit scoring-nya. Pasalnya ke depan kondisi ekonomi masih belum stabil,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
