<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Alihkan Ekspor ke Pasar ke ASEAN dan Afrika Dampak Konflik AS-Iran</title><description>Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pemerintah akan mengalihkan ekspor ke negara-negara yang minim terdampak konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran, terlebih perdagangan yang bergantung pada arus pelayaran di Selat Hormuz. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3205181/ri-alihkan-ekspor-ke-pasar-ke-asean-dan-afrika-dampak-konflik-as-iran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3205181/ri-alihkan-ekspor-ke-pasar-ke-asean-dan-afrika-dampak-konflik-as-iran"/><item><title>RI Alihkan Ekspor ke Pasar ke ASEAN dan Afrika Dampak Konflik AS-Iran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3205181/ri-alihkan-ekspor-ke-pasar-ke-asean-dan-afrika-dampak-konflik-as-iran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/03/05/320/3205181/ri-alihkan-ekspor-ke-pasar-ke-asean-dan-afrika-dampak-konflik-as-iran</guid><pubDate>Kamis 05 Maret 2026 15:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/05/320/3205181/mendag-Qe0W_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Budi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/05/320/3205181/mendag-Qe0W_large.jpg</image><title>Mendag Budi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pemerintah akan mengalihkan ekspor ke negara-negara yang minim terdampak konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran, terlebih perdagangan yang bergantung pada arus pelayaran di Selat Hormuz.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Budi memastikan tensi konflik yang belum mereda sampai kini bakal berdampak pada neraca perdagangan, termasuk daya ekspor nasional ke negara-negara langganan, termasuk kawasan Eropa maupun Timur Tengah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika global supply chain-nya terganggu, ini secara global kan pasti ada yang ekspornya terhambat, termasuk juga impornya terhambat,&amp;quot; kata Budi saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (5/3/2026).&#13;
&#13;
Atas dasar itu, Budi sedang memetakan peta perdagangan teranyar yang menyesuaikan geopolitik terkini. Dia akan memastikan negara tujuan mana saja yang siap menampung produk nasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami cari diversifikasi pasar yang enggak terdampak, ya yang enggak terdampak perang ini. Negara-negara yang belum terdampak kan masih banyak sebenernya yang secara langsung. Tapi kita juga harus jeli ya mempertimbangkan, kami (akan) survei bener apakah daerah itu memang tidak banyak terganggu,&amp;quot; kata Budi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sudah memetakan mana negara-negara seperti Asia Tenggara, kemudian Afrika ya, kami masuki untuk mengisi kekosongan (pasar),&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Budi, pelaku usaha sektor UMKM cukup terdampak dari terganggunya rantai distribusi ekspor akibat konflik. Sehingga ke depan, pemerintah bakal memetakan terlebih dahulu diversifikasi pasar untuk produk industri UMKM.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang akan kami mulai dari UMKM. UMKM itu kan biasanya kalau ekspor jangka pendek. Ekspor bisa ke mana-mana lebih fleksibel,&amp;quot; ujar Budi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pemerintah akan mengalihkan ekspor ke negara-negara yang minim terdampak konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran, terlebih perdagangan yang bergantung pada arus pelayaran di Selat Hormuz.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Budi memastikan tensi konflik yang belum mereda sampai kini bakal berdampak pada neraca perdagangan, termasuk daya ekspor nasional ke negara-negara langganan, termasuk kawasan Eropa maupun Timur Tengah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika global supply chain-nya terganggu, ini secara global kan pasti ada yang ekspornya terhambat, termasuk juga impornya terhambat,&amp;quot; kata Budi saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (5/3/2026).&#13;
&#13;
Atas dasar itu, Budi sedang memetakan peta perdagangan teranyar yang menyesuaikan geopolitik terkini. Dia akan memastikan negara tujuan mana saja yang siap menampung produk nasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami cari diversifikasi pasar yang enggak terdampak, ya yang enggak terdampak perang ini. Negara-negara yang belum terdampak kan masih banyak sebenernya yang secara langsung. Tapi kita juga harus jeli ya mempertimbangkan, kami (akan) survei bener apakah daerah itu memang tidak banyak terganggu,&amp;quot; kata Budi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sudah memetakan mana negara-negara seperti Asia Tenggara, kemudian Afrika ya, kami masuki untuk mengisi kekosongan (pasar),&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Budi, pelaku usaha sektor UMKM cukup terdampak dari terganggunya rantai distribusi ekspor akibat konflik. Sehingga ke depan, pemerintah bakal memetakan terlebih dahulu diversifikasi pasar untuk produk industri UMKM.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang akan kami mulai dari UMKM. UMKM itu kan biasanya kalau ekspor jangka pendek. Ekspor bisa ke mana-mana lebih fleksibel,&amp;quot; ujar Budi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
