<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>APBN Defisit Rp135,7 Triliun, Purbaya: Penerimaan Pajak Tumbuh 30%</title><description>Angka defisit ini setara dengan 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/07/320/3205493/apbn-defisit-rp135-7-triliun-purbaya-penerimaan-pajak-tumbuh-30</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/03/07/320/3205493/apbn-defisit-rp135-7-triliun-purbaya-penerimaan-pajak-tumbuh-30"/><item><title>APBN Defisit Rp135,7 Triliun, Purbaya: Penerimaan Pajak Tumbuh 30%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/07/320/3205493/apbn-defisit-rp135-7-triliun-purbaya-penerimaan-pajak-tumbuh-30</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/03/07/320/3205493/apbn-defisit-rp135-7-triliun-purbaya-penerimaan-pajak-tumbuh-30</guid><pubDate>Sabtu 07 Maret 2026 09:42 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/07/320/3205493/purbaya-fz7Y_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/07/320/3205493/purbaya-fz7Y_large.jpg</image><title>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit hingga Rp135,7 triliun pada akhir Februari. Angka defisit ini setara dengan 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).&#13;
&#13;
Meskipun terdapat defisit, Purbaya menilai kinerja penerimaan negara menunjukkan tren sangat positif, terutama didorong oleh sektor perpajakan yang mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengumpulan pajak di dua bulan pertama 2026 ini tumbuh 30%. Kita akan pastikan itu stabil terus ke depan,&amp;quot; ujar Purbaya dalam Media Briefing dan Buka Puasa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).&#13;
&#13;
Berdasarkan data Kemenkeu, pendapatan negara tercatat sebesar Rp358 triliun, sementara realisasi belanja negara sudah mencapai Rp493,8 triliun.&#13;
&#13;
Rincian pendapatan negara senilai Rp358 triliun berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp245,1 triliun, setoran kepabeanan dan cukai senilai Rp44,9 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp68 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di sisi pengeluaran, total belanja sebesar Rp493,8 triliun dialokasikan untuk belanja pemerintah pusat sebesar Rp346,1 triliun dan penyaluran transfer ke daerah senilai Rp147,7 triliun.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ini agar tetap berkelanjutan sepanjang tahun, demi memastikan postur fiskal tetap sehat dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita pastikan semua faktor pendukung pertumbuhan ekonomi berjalan dengan baik,&amp;quot; tegas Purbaya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit hingga Rp135,7 triliun pada akhir Februari. Angka defisit ini setara dengan 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).&#13;
&#13;
Meskipun terdapat defisit, Purbaya menilai kinerja penerimaan negara menunjukkan tren sangat positif, terutama didorong oleh sektor perpajakan yang mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengumpulan pajak di dua bulan pertama 2026 ini tumbuh 30%. Kita akan pastikan itu stabil terus ke depan,&amp;quot; ujar Purbaya dalam Media Briefing dan Buka Puasa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).&#13;
&#13;
Berdasarkan data Kemenkeu, pendapatan negara tercatat sebesar Rp358 triliun, sementara realisasi belanja negara sudah mencapai Rp493,8 triliun.&#13;
&#13;
Rincian pendapatan negara senilai Rp358 triliun berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp245,1 triliun, setoran kepabeanan dan cukai senilai Rp44,9 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp68 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di sisi pengeluaran, total belanja sebesar Rp493,8 triliun dialokasikan untuk belanja pemerintah pusat sebesar Rp346,1 triliun dan penyaluran transfer ke daerah senilai Rp147,7 triliun.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ini agar tetap berkelanjutan sepanjang tahun, demi memastikan postur fiskal tetap sehat dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita pastikan semua faktor pendukung pertumbuhan ekonomi berjalan dengan baik,&amp;quot; tegas Purbaya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
