<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPKN Minta Masyarakat Tak Panic Buying BBM imbas Konflik AS-Iran </title><description>Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN) mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying bahan bakar minyak (BBM) akibat isu potensi gangguan pasokan energi akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/08/320/3205745/bpkn-minta-masyarakat-tak-panic-buying-bbm-imbas-konflik-as-iran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/03/08/320/3205745/bpkn-minta-masyarakat-tak-panic-buying-bbm-imbas-konflik-as-iran"/><item><title>BPKN Minta Masyarakat Tak Panic Buying BBM imbas Konflik AS-Iran </title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/08/320/3205745/bpkn-minta-masyarakat-tak-panic-buying-bbm-imbas-konflik-as-iran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/03/08/320/3205745/bpkn-minta-masyarakat-tak-panic-buying-bbm-imbas-konflik-as-iran</guid><pubDate>Minggu 08 Maret 2026 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/08/320/3205745/bbm-ehVi_large.png" expression="full" type="image/jpeg">BBM (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/08/320/3205745/bbm-ehVi_large.png</image><title>BBM (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN) mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying bahan bakar minyak (BBM) akibat isu potensi gangguan pasokan energi akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BPKN mengimbau masyarakat agar tidak panik. Konsumen BBM sebaiknya tetap tenang, waspada terhadap situasi global, tetapi tidak melakukan pembelian secara berlebihan,&amp;rdquo; kata Ketua BPKN RI Mufti Mubarok dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (8/3/2026).&#13;
&#13;
Fenomena panic buying BBM terjadi di sejumlah daerah seperti Jember, Medan, dan Aceh.&#13;
&#13;
Masyarakat dilaporkan berbondong-bondong membeli BBM setelah beredar isu terkait potensi gangguan pasokan energi akibat konflik global.&#13;
Menurut Mufti, kepanikan justru dapat memicu kelangkaan semu di lapangan karena distribusi menjadi tidak seimbang akibat pembelian berlebihan.&#13;
&#13;
Mufti menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak sumber energi yang dapat dimanfaatkan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita memiliki banyak sumber energi. Yang perlu dilakukan saat ini adalah meningkatkan efisiensi penggunaan energi, termasuk efisiensi dalam penggunaan transportasi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia juga menekankan bahwa dalam kondisi apa pun, negara harus hadir untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Negara tetap wajib hadir memastikan pasokan BBM bagi masyarakat apa pun caranya, karena energi merupakan kebutuhan strategis yang menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, BPKN juga mengingatkan operator transportasi publik untuk bersiap menghadapi potensi peningkatan jumlah penumpang jika masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Operator transportasi publik harus bersiap jika terjadi lonjakan pengguna. Ada kemungkinan terjadi shifting dari transportasi pribadi ke transportasi publik sebagai bentuk efisiensi penggunaan energi,&amp;rdquo; kata Mufti.&#13;
&#13;
Di sisi lain, BPKN juga meminta PT Pertamina (Persero) untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar di seluruh wilayah, terutama menjelang periode arus mudik Lebaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertamina harus segera memastikan stok BBM di jalur-jalur mudik mencukupi sehingga masyarakat tidak khawatir dan tidak terjadi antrean panjang di SPBU,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN) mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying bahan bakar minyak (BBM) akibat isu potensi gangguan pasokan energi akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BPKN mengimbau masyarakat agar tidak panik. Konsumen BBM sebaiknya tetap tenang, waspada terhadap situasi global, tetapi tidak melakukan pembelian secara berlebihan,&amp;rdquo; kata Ketua BPKN RI Mufti Mubarok dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (8/3/2026).&#13;
&#13;
Fenomena panic buying BBM terjadi di sejumlah daerah seperti Jember, Medan, dan Aceh.&#13;
&#13;
Masyarakat dilaporkan berbondong-bondong membeli BBM setelah beredar isu terkait potensi gangguan pasokan energi akibat konflik global.&#13;
Menurut Mufti, kepanikan justru dapat memicu kelangkaan semu di lapangan karena distribusi menjadi tidak seimbang akibat pembelian berlebihan.&#13;
&#13;
Mufti menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak sumber energi yang dapat dimanfaatkan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita memiliki banyak sumber energi. Yang perlu dilakukan saat ini adalah meningkatkan efisiensi penggunaan energi, termasuk efisiensi dalam penggunaan transportasi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia juga menekankan bahwa dalam kondisi apa pun, negara harus hadir untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Negara tetap wajib hadir memastikan pasokan BBM bagi masyarakat apa pun caranya, karena energi merupakan kebutuhan strategis yang menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, BPKN juga mengingatkan operator transportasi publik untuk bersiap menghadapi potensi peningkatan jumlah penumpang jika masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Operator transportasi publik harus bersiap jika terjadi lonjakan pengguna. Ada kemungkinan terjadi shifting dari transportasi pribadi ke transportasi publik sebagai bentuk efisiensi penggunaan energi,&amp;rdquo; kata Mufti.&#13;
&#13;
Di sisi lain, BPKN juga meminta PT Pertamina (Persero) untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar di seluruh wilayah, terutama menjelang periode arus mudik Lebaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertamina harus segera memastikan stok BBM di jalur-jalur mudik mencukupi sehingga masyarakat tidak khawatir dan tidak terjadi antrean panjang di SPBU,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
