<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Sebut Perang Perang AS-Israel vs Iran Bikin Ekonomi Tak Menentu&amp;nbsp;</title><description>Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyebut perang antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran membuat ekonomi menjadi tidak menentu. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/11/320/3206322/pengusaha-sebut-perang-perang-as-israel-vs-iran-bikin-ekonomi-tak-menentu-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/03/11/320/3206322/pengusaha-sebut-perang-perang-as-israel-vs-iran-bikin-ekonomi-tak-menentu-nbsp"/><item><title>Pengusaha Sebut Perang Perang AS-Israel vs Iran Bikin Ekonomi Tak Menentu&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/11/320/3206322/pengusaha-sebut-perang-perang-as-israel-vs-iran-bikin-ekonomi-tak-menentu-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/03/11/320/3206322/pengusaha-sebut-perang-perang-as-israel-vs-iran-bikin-ekonomi-tak-menentu-nbsp</guid><pubDate>Rabu 11 Maret 2026 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/11/320/3206322/hipmi-kun1_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Hipmi soal Perang Perang AS-Israel vs Iran (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/11/320/3206322/hipmi-kun1_large.png</image><title>Hipmi soal Perang Perang AS-Israel vs Iran (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyebut perang antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran membuat ekonomi menjadi tidak menentu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketua Umum BPP Hipmi, Akbar Himawan Buchari, mengatakan saat ini diperlukan konsolidasi dari semua pihak terkait mengenai dampak perang di Timur Tengah tersebut, khususnya ke ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus lebih kompak karena menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin tidak menentu. Satu-satunya cara adalah kita tetap solid untuk bisa menghadapi ini,&amp;quot; kata Akbar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan dikutip Rabu (11/2/2026).&#13;
&#13;
Akbar menuturkan Hipmi mendukung respons pemerintah yang selalu update dan berupaya mengintervensi terhadap situasi global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Apalagi, lanjut Akbar, saat ini pengusaha yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri sudah terkena dampak perang tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita mau ekspansi, mau investasi, kita mau melaksanakan kegiatan operasional bisnis. Saat ini, bahan baku yang bergantung pada impor sudah terkena dampaknya,&amp;quot; ujar Akbar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Akbar mengakui dengan dolar yang sempat menyentuh Rp17 ribu per dolar AS dan harga minyak yang mencapai USD 100 dolar AS per barel, efeknya pasti akan terasa.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk itu, kita harus antisipasi, kita harus adaptif, dan berharap konflik ini cepat selesai,&amp;quot; tutur Akbar.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan pihaknya juga sudah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.&amp;nbsp;Saat itu, Prabowo mengarahkan agar dunia usaha tetap solid menghadapi ketidakpastian global ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita pelaku usaha, pemerintah, dan seluruh stakeholders harus bersatu, harus solid menghadapi situasi global ini,&amp;quot; tutup Akbar.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyebut perang antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran membuat ekonomi menjadi tidak menentu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketua Umum BPP Hipmi, Akbar Himawan Buchari, mengatakan saat ini diperlukan konsolidasi dari semua pihak terkait mengenai dampak perang di Timur Tengah tersebut, khususnya ke ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus lebih kompak karena menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin tidak menentu. Satu-satunya cara adalah kita tetap solid untuk bisa menghadapi ini,&amp;quot; kata Akbar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan dikutip Rabu (11/2/2026).&#13;
&#13;
Akbar menuturkan Hipmi mendukung respons pemerintah yang selalu update dan berupaya mengintervensi terhadap situasi global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Apalagi, lanjut Akbar, saat ini pengusaha yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri sudah terkena dampak perang tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita mau ekspansi, mau investasi, kita mau melaksanakan kegiatan operasional bisnis. Saat ini, bahan baku yang bergantung pada impor sudah terkena dampaknya,&amp;quot; ujar Akbar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Akbar mengakui dengan dolar yang sempat menyentuh Rp17 ribu per dolar AS dan harga minyak yang mencapai USD 100 dolar AS per barel, efeknya pasti akan terasa.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk itu, kita harus antisipasi, kita harus adaptif, dan berharap konflik ini cepat selesai,&amp;quot; tutur Akbar.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan pihaknya juga sudah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.&amp;nbsp;Saat itu, Prabowo mengarahkan agar dunia usaha tetap solid menghadapi ketidakpastian global ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita pelaku usaha, pemerintah, dan seluruh stakeholders harus bersatu, harus solid menghadapi situasi global ini,&amp;quot; tutup Akbar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
