<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung Dibahas, Purbaya Sebut Tinggal Diumumkan Presiden</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa rencana restrukturisasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh telah diputuskan dalam rapat tingkat tinggi&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/13/320/3206726/restrukturisasi-utang-whoosh-rampung-dibahas-purbaya-sebut-tinggal-diumumkan-presiden</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/03/13/320/3206726/restrukturisasi-utang-whoosh-rampung-dibahas-purbaya-sebut-tinggal-diumumkan-presiden"/><item><title>Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung Dibahas, Purbaya Sebut Tinggal Diumumkan Presiden</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/13/320/3206726/restrukturisasi-utang-whoosh-rampung-dibahas-purbaya-sebut-tinggal-diumumkan-presiden</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/03/13/320/3206726/restrukturisasi-utang-whoosh-rampung-dibahas-purbaya-sebut-tinggal-diumumkan-presiden</guid><pubDate>Jum'at 13 Maret 2026 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/13/320/3206726/menkeu_purbaya-Oy24_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/13/320/3206726/menkeu_purbaya-Oy24_large.jpg</image><title>Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa rencana restrukturisasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh telah diputuskan dalam rapat tingkat tinggi.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan, langkah strategis untuk menyehatkan keuangan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) sudah disepakati, namun detail resminya akan disampaikan langsung oleh pimpinan tertinggi negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu rapatnya sudah putus, tapi nanti tinggal Pak Presiden atau pemerintah yang resmi akan mengumumkan. Bukan saya. Tapi itu sudah clear langkah ke depan seperti apa,&amp;quot; ujar Purbaya usai sidang debottlenecking, Jumat (13/3/2026).&#13;
&#13;
Meskipun skema penyelamatan utang tersebut telah final, Menkeu enggan membeberkan rinciannya kepada publik saat ini guna menghormati proses pengumuman resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi belum saatnya dibuka ke Anda sekarang, biar yang lebih tinggi yang memaparkan. Pak Prabowo,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Penyelesaian persoalan utang Whoosh ini menjadi krusial karena merupakan syarat utama sebelum pemerintah memulai ekspansi jalur kereta cepat hingga ke Jawa Timur.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya menuntaskan beban finansial KCJB terlebih dahulu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
AHY menjelaskan bahwa proses restrukturisasi ini berjalan secara paralel dengan penyusunan peta jalan (roadmap) perpanjangan jalur Jakarta-Surabaya, bahkan hingga Banyuwangi sesuai arahan Presiden Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengapa ini penting? Karena sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta-Surabaya, bahkan bisa saja sampai dengan Banyuwangi seperti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,&amp;quot; kata AHY di Gedung Bina Graha, Rabu (11/3/2026).&#13;
&#13;
Menurut AHY, penyelesaian masalah utang ini harus dilakukan dengan matang agar pengembangan infrastruktur selanjutnya tidak membebani negara di masa depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun demikian, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik baru setelah itu kita kembangkan berikutnya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa rencana restrukturisasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh telah diputuskan dalam rapat tingkat tinggi.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan, langkah strategis untuk menyehatkan keuangan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) sudah disepakati, namun detail resminya akan disampaikan langsung oleh pimpinan tertinggi negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu rapatnya sudah putus, tapi nanti tinggal Pak Presiden atau pemerintah yang resmi akan mengumumkan. Bukan saya. Tapi itu sudah clear langkah ke depan seperti apa,&amp;quot; ujar Purbaya usai sidang debottlenecking, Jumat (13/3/2026).&#13;
&#13;
Meskipun skema penyelamatan utang tersebut telah final, Menkeu enggan membeberkan rinciannya kepada publik saat ini guna menghormati proses pengumuman resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi belum saatnya dibuka ke Anda sekarang, biar yang lebih tinggi yang memaparkan. Pak Prabowo,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Penyelesaian persoalan utang Whoosh ini menjadi krusial karena merupakan syarat utama sebelum pemerintah memulai ekspansi jalur kereta cepat hingga ke Jawa Timur.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya menuntaskan beban finansial KCJB terlebih dahulu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
AHY menjelaskan bahwa proses restrukturisasi ini berjalan secara paralel dengan penyusunan peta jalan (roadmap) perpanjangan jalur Jakarta-Surabaya, bahkan hingga Banyuwangi sesuai arahan Presiden Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengapa ini penting? Karena sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta-Surabaya, bahkan bisa saja sampai dengan Banyuwangi seperti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,&amp;quot; kata AHY di Gedung Bina Graha, Rabu (11/3/2026).&#13;
&#13;
Menurut AHY, penyelesaian masalah utang ini harus dilakukan dengan matang agar pengembangan infrastruktur selanjutnya tidak membebani negara di masa depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun demikian, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik baru setelah itu kita kembangkan berikutnya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
