<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Sebut Impor BBM dari AS Butuh Waktu 40 Hari Sampai Indonesia</title><description>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan impor BBM dari Amerika membutuhkan waktu yang lebih panjang ketimbang impor dari Timur Tengah.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/13/320/3206808/bahlil-sebut-impor-bbm-dari-as-butuh-waktu-40-hari-sampai-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/03/13/320/3206808/bahlil-sebut-impor-bbm-dari-as-butuh-waktu-40-hari-sampai-indonesia"/><item><title>Bahlil Sebut Impor BBM dari AS Butuh Waktu 40 Hari Sampai Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/13/320/3206808/bahlil-sebut-impor-bbm-dari-as-butuh-waktu-40-hari-sampai-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/03/13/320/3206808/bahlil-sebut-impor-bbm-dari-as-butuh-waktu-40-hari-sampai-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 13 Maret 2026 21:27 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/13/320/3206808/menteri_esdm_bahlil-1cVd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/13/320/3206808/menteri_esdm_bahlil-1cVd_large.jpg</image><title>Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan impor BBM dari Amerika membutuhkan waktu yang lebih panjang ketimbang impor dari Timur Tengah.&#13;
&#13;
Selisih waktu pengiriman minyak mentah dari kedua mencapai 20 hari. Jika pengirim minyak mentah dari Timur Tengah memerlukan waktu 2-3 minggu paling lama sampai ke Indonesia, maka minyak impor dari Amerika memerlukan waktu pengiriman hingga 40 hari, baru tiba di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang tantangannya adalah kalau dari Amerika lebih lama, mencapai 40 hari. Kalau dari Middle East itu 2-3 minggu. Tetapi sekarang kita bikin kontrak jangka panjang,&amp;quot; ujarnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026).&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan total impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah mencapai 20 persen dari total impor minyak mentah di Indonesia. Sementara sisanya didapatkan dari sumber-sumber lain termasuk Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi minyak mentanya itu 20 persen memang dari Middle East. Sisanya kita dapat dari Angola, Nigeria, Brazil, kemudian sebagian Amerika, sebagian dari Malaysia. Jadi itu pun kita sudah dapat penggantinya,&amp;quot; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pemerintah telah menyepakati perjanjian pembelian minyak mentah dari Amerika Serikat hingga USD15 miliar atau setara Rp253 triliun. Kontrak ini merupakan hasil kesepakatan dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada kesepakatan juga untuk melakukan impor gas (LPG) dan crude oil, nilainya US$ 15 miliar per tahunnya,&amp;quot; kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers secara daring.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan impor BBM dari Amerika membutuhkan waktu yang lebih panjang ketimbang impor dari Timur Tengah.&#13;
&#13;
Selisih waktu pengiriman minyak mentah dari kedua mencapai 20 hari. Jika pengirim minyak mentah dari Timur Tengah memerlukan waktu 2-3 minggu paling lama sampai ke Indonesia, maka minyak impor dari Amerika memerlukan waktu pengiriman hingga 40 hari, baru tiba di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang tantangannya adalah kalau dari Amerika lebih lama, mencapai 40 hari. Kalau dari Middle East itu 2-3 minggu. Tetapi sekarang kita bikin kontrak jangka panjang,&amp;quot; ujarnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026).&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan total impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah mencapai 20 persen dari total impor minyak mentah di Indonesia. Sementara sisanya didapatkan dari sumber-sumber lain termasuk Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi minyak mentanya itu 20 persen memang dari Middle East. Sisanya kita dapat dari Angola, Nigeria, Brazil, kemudian sebagian Amerika, sebagian dari Malaysia. Jadi itu pun kita sudah dapat penggantinya,&amp;quot; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pemerintah telah menyepakati perjanjian pembelian minyak mentah dari Amerika Serikat hingga USD15 miliar atau setara Rp253 triliun. Kontrak ini merupakan hasil kesepakatan dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada kesepakatan juga untuk melakukan impor gas (LPG) dan crude oil, nilainya US$ 15 miliar per tahunnya,&amp;quot; kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers secara daring.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
