<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Berpotensi Tertekan Selama Libur Lebaran, BI Jaga Stabilitas</title><description>Rupiah tercatat melemah 50 poin atau 0,30% ke level Rp16.989 per dolar AS.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/20/320/3207894/rupiah-berpotensi-tertekan-selama-libur-lebaran-bi-jaga-stabilitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/03/20/320/3207894/rupiah-berpotensi-tertekan-selama-libur-lebaran-bi-jaga-stabilitas"/><item><title>Rupiah Berpotensi Tertekan Selama Libur Lebaran, BI Jaga Stabilitas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/20/320/3207894/rupiah-berpotensi-tertekan-selama-libur-lebaran-bi-jaga-stabilitas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/03/20/320/3207894/rupiah-berpotensi-tertekan-selama-libur-lebaran-bi-jaga-stabilitas</guid><pubDate>Jum'at 20 Maret 2026 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/19/320/3207894/rupiah-09zr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada perdagangan sore ini (Foto:Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/19/320/3207894/rupiah-09zr_large.jpg</image><title>Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada perdagangan sore ini (Foto:Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada perdagangan sore ini, Kamis (19/3/2026). Rupiah tercatat melemah 50 poin atau 0,30% ke level Rp16.989 per dolar AS.&#13;
&#13;
Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan tersebut dengan menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas rupiah, khususnya selama periode libur Lebaran 2026.&#13;
&#13;
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengatakan tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi perkembangan geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagai langkah antisipasi terhadap gejolak pasar global yang meningkat akibat konflik Timur Tengah, Bank Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas rupiah sepanjang libur Lebaran 2026,&amp;rdquo; ujar Destry.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, meskipun pasar keuangan domestik tutup selama libur Lebaran, perdagangan rupiah di pasar luar negeri tetap berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan fluktuasi yang dapat berdampak pada perekonomian Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Oleh karena itu, BI akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional,&amp;rdquo; kata Destry.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada perdagangan sore ini, Kamis (19/3/2026). Rupiah tercatat melemah 50 poin atau 0,30% ke level Rp16.989 per dolar AS.&#13;
&#13;
Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan tersebut dengan menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas rupiah, khususnya selama periode libur Lebaran 2026.&#13;
&#13;
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengatakan tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi perkembangan geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagai langkah antisipasi terhadap gejolak pasar global yang meningkat akibat konflik Timur Tengah, Bank Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas rupiah sepanjang libur Lebaran 2026,&amp;rdquo; ujar Destry.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, meskipun pasar keuangan domestik tutup selama libur Lebaran, perdagangan rupiah di pasar luar negeri tetap berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan fluktuasi yang dapat berdampak pada perekonomian Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Oleh karena itu, BI akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional,&amp;rdquo; kata Destry.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
