<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkop Tegaskan Koperasi untuk Ekspansi ke Sektor Strategis</title><description>Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong koperasi-koperasi besar di Indonesia untuk tidak lagi bermain di zona nyaman khususnya Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo), untuk berani melakukan ekspansi ke sektor-sektor ekonomi strategis guna memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/29/320/3209361/menkop-tegaskan-koperasi-untuk-ekspansi-ke-sektor-strategis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/03/29/320/3209361/menkop-tegaskan-koperasi-untuk-ekspansi-ke-sektor-strategis"/><item><title>Menkop Tegaskan Koperasi untuk Ekspansi ke Sektor Strategis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/03/29/320/3209361/menkop-tegaskan-koperasi-untuk-ekspansi-ke-sektor-strategis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/03/29/320/3209361/menkop-tegaskan-koperasi-untuk-ekspansi-ke-sektor-strategis</guid><pubDate>Minggu 29 Maret 2026 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/29/320/3209361/menkop_soal_koperasi-J6M9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkop soal Koperasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/29/320/3209361/menkop_soal_koperasi-J6M9_large.jpg</image><title>Menkop soal Koperasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong koperasi-koperasi besar di Indonesia untuk tidak lagi bermain di zona nyaman khususnya Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo), untuk berani melakukan ekspansi ke sektor-sektor ekonomi strategis guna memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Menurutnya, momentum transformasi ekonomi saat ini harus dimanfaatkan koperasi untuk masuk ke lini bisnis yang memiliki dampak luas.&#13;
&#13;
Menkop menekankan bahwa koperasi harus mulai melirik sektor energi, pangan, hingga infrastruktur sebagai ladang pengabdian sekaligus bisnis yang menjanjikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Koperasi jangan hanya puas di sektor simpan pinjam atau jasa penunjang kecil-kecilan. Saya mengajak Kopelindo untuk berani ekspansi ke sektor strategis. Kita ingin melihat koperasi terlibat dalam pengelolaan logistik nasional yang lebih luas, energi terbarukan, bahkan ketahanan pangan,&amp;quot; ujar Menkop dikutip, Minggu (29/3/2026).&#13;
&#13;
Dia menambahkan, sebagai koperasi yang berbasis di lingkungan pelabuhan, Kopelindo memiliki posisi tawar yang kuat untuk memperbesar skala bisnis di rantai pasok global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, pemerintah siap memberikan dukungan regulasi agar hambatan birokrasi bagi koperasi yang ingin masuk ke sektor padat modal dapat diminimalisir.&#13;
&#13;
Selain soal ekspansi sektor, Menkop juga menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola. Ia mengapresiasi Kopelindo yang terus konsisten melaksanakan RAT tepat waktu sebagai bentuk transparansi kepada anggota.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan masa depan menuntut kecepatan digital.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ekspansi ke sektor strategis mustahil dilakukan tanpa penguatan teknologi informasi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kewajiban agar koperasi bisa bersaing dengan korporasi swasta maupun BUMN,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Menkop juga menambahkan bahwa Rapat Anggota Tahunan menjadi momentum penting untuk evaluasi dan penentuan arah strategis koperasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Koperasi Pegawai Pelabuhan Indonesia mencatat aset mencapai sekitar Rp800 miliar dan SHU sekitar Rp20 miliar, dengan tren kinerja yang terus tumbuh dan jumlah anggota yang meningkat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ke depan, koperasi perlu memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta transformasi digital, sekaligus mendorong partisipasi anggota dan kolaborasi,&amp;rdquo; ucap Menkop.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong koperasi-koperasi besar di Indonesia untuk tidak lagi bermain di zona nyaman khususnya Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo), untuk berani melakukan ekspansi ke sektor-sektor ekonomi strategis guna memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Menurutnya, momentum transformasi ekonomi saat ini harus dimanfaatkan koperasi untuk masuk ke lini bisnis yang memiliki dampak luas.&#13;
&#13;
Menkop menekankan bahwa koperasi harus mulai melirik sektor energi, pangan, hingga infrastruktur sebagai ladang pengabdian sekaligus bisnis yang menjanjikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Koperasi jangan hanya puas di sektor simpan pinjam atau jasa penunjang kecil-kecilan. Saya mengajak Kopelindo untuk berani ekspansi ke sektor strategis. Kita ingin melihat koperasi terlibat dalam pengelolaan logistik nasional yang lebih luas, energi terbarukan, bahkan ketahanan pangan,&amp;quot; ujar Menkop dikutip, Minggu (29/3/2026).&#13;
&#13;
Dia menambahkan, sebagai koperasi yang berbasis di lingkungan pelabuhan, Kopelindo memiliki posisi tawar yang kuat untuk memperbesar skala bisnis di rantai pasok global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, pemerintah siap memberikan dukungan regulasi agar hambatan birokrasi bagi koperasi yang ingin masuk ke sektor padat modal dapat diminimalisir.&#13;
&#13;
Selain soal ekspansi sektor, Menkop juga menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola. Ia mengapresiasi Kopelindo yang terus konsisten melaksanakan RAT tepat waktu sebagai bentuk transparansi kepada anggota.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan masa depan menuntut kecepatan digital.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ekspansi ke sektor strategis mustahil dilakukan tanpa penguatan teknologi informasi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kewajiban agar koperasi bisa bersaing dengan korporasi swasta maupun BUMN,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Menkop juga menambahkan bahwa Rapat Anggota Tahunan menjadi momentum penting untuk evaluasi dan penentuan arah strategis koperasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Koperasi Pegawai Pelabuhan Indonesia mencatat aset mencapai sekitar Rp800 miliar dan SHU sekitar Rp20 miliar, dengan tren kinerja yang terus tumbuh dan jumlah anggota yang meningkat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ke depan, koperasi perlu memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta transformasi digital, sekaligus mendorong partisipasi anggota dan kolaborasi,&amp;rdquo; ucap Menkop.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
