<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Maret 2026 0,41%, Pangan dan Transportasi Jadi Sorotan</title><description>Angka ini menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,50 pada Februari menjadi 110,95 pada Maret 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/01/320/3209979/inflasi-maret-2026-0-41-pangan-dan-transportasi-jadi-sorotan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/01/320/3209979/inflasi-maret-2026-0-41-pangan-dan-transportasi-jadi-sorotan"/><item><title>Inflasi Maret 2026 0,41%, Pangan dan Transportasi Jadi Sorotan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/01/320/3209979/inflasi-maret-2026-0-41-pangan-dan-transportasi-jadi-sorotan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/01/320/3209979/inflasi-maret-2026-0-41-pangan-dan-transportasi-jadi-sorotan</guid><pubDate>Rabu 01 April 2026 12:40 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/01/320/3209979/pasar-VuaH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,41% pada Maret 2026. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/01/320/3209979/pasar-VuaH_large.jpg</image><title> Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,41% pada Maret 2026. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,41% pada Maret 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,50 pada Februari menjadi 110,95 pada Maret 2026.&#13;
&#13;
Secara tahunan (year-on-year), inflasi tercatat sebesar 3,48%, dan secara tahun kalender sebesar 0,94%.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan meskipun terjadi kenaikan, inflasi bulanan ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 1,65%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 1,07% dan andil inflasi sebesar 0,32%. Komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok ini antara lain ikan segar, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, serta daging sapi,&amp;rdquo; jelas Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).&#13;
&#13;
BPS memberikan catatan khusus pada kelompok transportasi di tengah momentum Ramadhan dan Lebaran. Berdasarkan data historis lima tahun terakhir, tren inflasi biasanya terjadi pada periode ini, kecuali tahun 2025.&#13;
&#13;
Pada Maret 2026, kenaikan harga bensin dan tarif angkutan antarkota menjadi pendorong utama inflasi kelompok transportasi. Namun, tekanan tersebut berhasil diredam oleh penurunan tarif angkutan udara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah bensin dan tarif angkutan antarkota, masing-masing dengan andil inflasi terhadap umum sebesar 0,04% dan 0,03%. Tarif angkutan udara menjadi peredam inflasi dengan andil deflasi terhadap umum sebesar 0,03%,&amp;rdquo; jelas Ateng.&#13;
&#13;
Kenaikan inflasi tahunan menjadi 3,48% salah satunya dipengaruhi faktor teknis berupa low-base effect dari kebijakan diskon tarif listrik pada awal tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi tahunan sebesar 7,24%.&#13;
&#13;
Meskipun angka tahunan terlihat lebih tinggi, BPS menegaskan dinamika harga secara umum tetap berjalan sesuai tren fundamental ekonomi nasional.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,41% pada Maret 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,50 pada Februari menjadi 110,95 pada Maret 2026.&#13;
&#13;
Secara tahunan (year-on-year), inflasi tercatat sebesar 3,48%, dan secara tahun kalender sebesar 0,94%.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan meskipun terjadi kenaikan, inflasi bulanan ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 1,65%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 1,07% dan andil inflasi sebesar 0,32%. Komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok ini antara lain ikan segar, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, serta daging sapi,&amp;rdquo; jelas Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).&#13;
&#13;
BPS memberikan catatan khusus pada kelompok transportasi di tengah momentum Ramadhan dan Lebaran. Berdasarkan data historis lima tahun terakhir, tren inflasi biasanya terjadi pada periode ini, kecuali tahun 2025.&#13;
&#13;
Pada Maret 2026, kenaikan harga bensin dan tarif angkutan antarkota menjadi pendorong utama inflasi kelompok transportasi. Namun, tekanan tersebut berhasil diredam oleh penurunan tarif angkutan udara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah bensin dan tarif angkutan antarkota, masing-masing dengan andil inflasi terhadap umum sebesar 0,04% dan 0,03%. Tarif angkutan udara menjadi peredam inflasi dengan andil deflasi terhadap umum sebesar 0,03%,&amp;rdquo; jelas Ateng.&#13;
&#13;
Kenaikan inflasi tahunan menjadi 3,48% salah satunya dipengaruhi faktor teknis berupa low-base effect dari kebijakan diskon tarif listrik pada awal tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi tahunan sebesar 7,24%.&#13;
&#13;
Meskipun angka tahunan terlihat lebih tinggi, BPS menegaskan dinamika harga secara umum tetap berjalan sesuai tren fundamental ekonomi nasional.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
