<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Askrindo Jamin Kredit Usaha Rakyat hingga Rp114 Triliun ke 2 Juta UMKM</title><description>PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) telah menjamin Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur UMKM, dengan total penyerapan sebanyak 62,7 juta tenaga kerja. Penjaminan kredit tersebut tercatat sejak tahun 2007 hingga 2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/06/320/3210813/askrindo-jamin-kredit-usaha-rakyat-hingga-rp114-triliun-ke-2-juta-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/06/320/3210813/askrindo-jamin-kredit-usaha-rakyat-hingga-rp114-triliun-ke-2-juta-umkm"/><item><title>Askrindo Jamin Kredit Usaha Rakyat hingga Rp114 Triliun ke 2 Juta UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/06/320/3210813/askrindo-jamin-kredit-usaha-rakyat-hingga-rp114-triliun-ke-2-juta-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/06/320/3210813/askrindo-jamin-kredit-usaha-rakyat-hingga-rp114-triliun-ke-2-juta-umkm</guid><pubDate>Senin 06 April 2026 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/06/320/3210813/umkm-wZo9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Askrindo Jamin Kredit Usaha Rakyat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/06/320/3210813/umkm-wZo9_large.jpg</image><title>Askrindo Jamin Kredit Usaha Rakyat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) telah menjamin Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur UMKM, dengan total penyerapan sebanyak 62,7 juta tenaga kerja. Penjaminan kredit tersebut tercatat sejak tahun 2007 hingga 2025.&#13;
&#13;
Adapun sepanjang 2025, Askrindo juga telah menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp114 triliun kepada 2 juta debitur UMKM, yang berdampak pada penyerapan 3,7 juta tenaga kerja di Indonesia. Menanggapi capaian tersebut, Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran menyampaikan bahwa kinerja keuangan ini mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat.&#13;
&#13;
Kinerja Sepanjang 2025&#13;
&#13;
Pada tahun 2025 ini pula, Perusahaan mencatatkan Hasil Underwriting Netto sebesar Rp1,28 triliun (unaudited). Sejalan dengan itu, premi bruto tercatat sebesar Rp4,44 triliun (unaudited). Capaian ini mencerminkan langkah positif dalam memperkuat portofolio bisnis perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami melihat bahwa strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM,&amp;rdquo; kata dia pada peringatan HUT ke-55 Askrindo, Senin (6/4/2026).&#13;
&#13;
Fankar mengatakan, bertambahnya usia Askrindo menjadi momentum strategis untuk menegaskan arah pertumbuhan perusahaan yang tidak hanya stabil, tetapi juga progresif dan berkelanjutan. Ini merupakan titik refleksi sekaligus penguatan peran perusahaan dalam ekosistem pembiayaan nasional.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Transformasi Digital&#13;
&#13;
Ke depan, Askrindo juga melakukan penguatan transformasi digital dengan sistem Sentralisasi FINTRACS dan ASK-SCORING. &amp;ldquo;Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses bisnis, memperkuat manajemen risiko, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data,&amp;rdquo; tambah Fankar.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari transformasi digital, FINTRACS (Financial Transaction System) menjadi sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyederhanakan sekaligus memusatkan proses transaksi keuangan perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui FINTRACS, seluruh proses penerimaan dan pengeluaran kas kini terintegrasi dalam satu platform, dilengkapi dengan pencatatan jurnal otomatis dan proses settlement yang lebih sistematis. Sistem ini juga memungkinkan monitoring transaksi secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan kontrol,&amp;rdquo; jelas Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaza.&#13;
&#13;
Implementasi FINTRACS mendorong efisiensi operasional, mengurangi beban kerja manual, serta meningkatkan kecepatan dan akurasi pencatatan keuangan, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan. Sementara itu, ASK-SCORING (Askrindo Underwriting Scoring System) menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan proses underwriting.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui ASK-SCORING, proses underwriting kini dilakukan berbasis rule-based scoring system yang memungkinkan analisis risiko berjalan lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi. Sistem ini juga terintegrasi dengan core system perusahaan, sehingga menghilangkan duplikasi proses dan meningkatkan efisiensi,&amp;rdquo; ungkap Leonardo.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) telah menjamin Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur UMKM, dengan total penyerapan sebanyak 62,7 juta tenaga kerja. Penjaminan kredit tersebut tercatat sejak tahun 2007 hingga 2025.&#13;
&#13;
Adapun sepanjang 2025, Askrindo juga telah menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp114 triliun kepada 2 juta debitur UMKM, yang berdampak pada penyerapan 3,7 juta tenaga kerja di Indonesia. Menanggapi capaian tersebut, Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran menyampaikan bahwa kinerja keuangan ini mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat.&#13;
&#13;
Kinerja Sepanjang 2025&#13;
&#13;
Pada tahun 2025 ini pula, Perusahaan mencatatkan Hasil Underwriting Netto sebesar Rp1,28 triliun (unaudited). Sejalan dengan itu, premi bruto tercatat sebesar Rp4,44 triliun (unaudited). Capaian ini mencerminkan langkah positif dalam memperkuat portofolio bisnis perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami melihat bahwa strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM,&amp;rdquo; kata dia pada peringatan HUT ke-55 Askrindo, Senin (6/4/2026).&#13;
&#13;
Fankar mengatakan, bertambahnya usia Askrindo menjadi momentum strategis untuk menegaskan arah pertumbuhan perusahaan yang tidak hanya stabil, tetapi juga progresif dan berkelanjutan. Ini merupakan titik refleksi sekaligus penguatan peran perusahaan dalam ekosistem pembiayaan nasional.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Transformasi Digital&#13;
&#13;
Ke depan, Askrindo juga melakukan penguatan transformasi digital dengan sistem Sentralisasi FINTRACS dan ASK-SCORING. &amp;ldquo;Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses bisnis, memperkuat manajemen risiko, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data,&amp;rdquo; tambah Fankar.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari transformasi digital, FINTRACS (Financial Transaction System) menjadi sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyederhanakan sekaligus memusatkan proses transaksi keuangan perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui FINTRACS, seluruh proses penerimaan dan pengeluaran kas kini terintegrasi dalam satu platform, dilengkapi dengan pencatatan jurnal otomatis dan proses settlement yang lebih sistematis. Sistem ini juga memungkinkan monitoring transaksi secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan kontrol,&amp;rdquo; jelas Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaza.&#13;
&#13;
Implementasi FINTRACS mendorong efisiensi operasional, mengurangi beban kerja manual, serta meningkatkan kecepatan dan akurasi pencatatan keuangan, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan. Sementara itu, ASK-SCORING (Askrindo Underwriting Scoring System) menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan proses underwriting.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui ASK-SCORING, proses underwriting kini dilakukan berbasis rule-based scoring system yang memungkinkan analisis risiko berjalan lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi. Sistem ini juga terintegrasi dengan core system perusahaan, sehingga menghilangkan duplikasi proses dan meningkatkan efisiensi,&amp;rdquo; ungkap Leonardo.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
