<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga 2026, Purbaya: Kita Punya Bantalan Rp420 Triliun</title><description>Purbaya memastikan bahwa anggaran subsidi masih dalam kondisi aman terkendali&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/06/320/3210839/harga-bbm-subsidi-tidak-naik-hingga-2026-purbaya-kita-punya-bantalan-rp420-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/06/320/3210839/harga-bbm-subsidi-tidak-naik-hingga-2026-purbaya-kita-punya-bantalan-rp420-triliun"/><item><title>Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga 2026, Purbaya: Kita Punya Bantalan Rp420 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/06/320/3210839/harga-bbm-subsidi-tidak-naik-hingga-2026-purbaya-kita-punya-bantalan-rp420-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/06/320/3210839/harga-bbm-subsidi-tidak-naik-hingga-2026-purbaya-kita-punya-bantalan-rp420-triliun</guid><pubDate>Senin 06 April 2026 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/06/320/3210839/bbm-Bujo_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/06/320/3210839/bbm-Bujo_large.jpg</image><title>Pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026. Menurut Purbaya, pemerintah bisa menutupi anggaran subsidi BBM dari dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, saya ingin menegaskan lagi bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir tahun, dan anggaran saya cukup,&amp;rdquo; ucap Purbaya saat jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).&#13;
&#13;
Purbaya memastikan bahwa anggaran subsidi masih dalam kondisi aman terkendali. Apalagi, kata dia, masih ada cadangan SAL sebesar Rp420 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama pasokan tersedia, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp420 triliun yang sekarang dalam bentuk Sisa Anggaran Lebih atau SAL. Kalau terdesak, itu masih bisa dipakai,&amp;rdquo; terang Purbaya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Purbaya memperkirakan potensi penggunaan dana SAL masih jauh. &amp;ldquo;Karena harga minyak berpeluang kecil bertahan di atas USD100 dalam waktu yang lama, tergantung juga pada situasi politik di Amerika Serikat,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untuk itu, Purbaya meminta masyarakat tidak panik atau khawatir. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi bahwa pemerintah kekurangan dana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, uang kita cukup. Setiap kebijakan yang diberikan tentu ada konsekuensi biayanya bagi kami, dan kami sudah menghitungnya cukup,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026. Menurut Purbaya, pemerintah bisa menutupi anggaran subsidi BBM dari dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, saya ingin menegaskan lagi bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir tahun, dan anggaran saya cukup,&amp;rdquo; ucap Purbaya saat jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).&#13;
&#13;
Purbaya memastikan bahwa anggaran subsidi masih dalam kondisi aman terkendali. Apalagi, kata dia, masih ada cadangan SAL sebesar Rp420 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama pasokan tersedia, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp420 triliun yang sekarang dalam bentuk Sisa Anggaran Lebih atau SAL. Kalau terdesak, itu masih bisa dipakai,&amp;rdquo; terang Purbaya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Purbaya memperkirakan potensi penggunaan dana SAL masih jauh. &amp;ldquo;Karena harga minyak berpeluang kecil bertahan di atas USD100 dalam waktu yang lama, tergantung juga pada situasi politik di Amerika Serikat,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untuk itu, Purbaya meminta masyarakat tidak panik atau khawatir. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi bahwa pemerintah kekurangan dana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, uang kita cukup. Setiap kebijakan yang diberikan tentu ada konsekuensi biayanya bagi kami, dan kami sudah menghitungnya cukup,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
