<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Plastik Meroket, Pedagang Pasar Kesulitan Jual Dagangan</title><description>Kenaikan harga plastik membuat pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, kesulitan menjual dagangannya&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/06/320/3210849/harga-plastik-meroket-pedagang-pasar-kesulitan-jual-dagangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/06/320/3210849/harga-plastik-meroket-pedagang-pasar-kesulitan-jual-dagangan"/><item><title>Harga Plastik Meroket, Pedagang Pasar Kesulitan Jual Dagangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/06/320/3210849/harga-plastik-meroket-pedagang-pasar-kesulitan-jual-dagangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/06/320/3210849/harga-plastik-meroket-pedagang-pasar-kesulitan-jual-dagangan</guid><pubDate>Senin 06 April 2026 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Andri Bagus Syaeful </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/06/320/3210849/harga_kantor_plastik-HI2S_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenaikan harga plastik terjadi menyusul melonjaknya harga bahan baku plastik, nafta, senyawa hidrokarbon turunan minyak bumi, yang naik hampir 45 persen. (foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/06/320/3210849/harga_kantor_plastik-HI2S_large.jpg</image><title>Kenaikan harga plastik terjadi menyusul melonjaknya harga bahan baku plastik, nafta, senyawa hidrokarbon turunan minyak bumi, yang naik hampir 45 persen. (foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kenaikan harga plastik membuat pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, kesulitan menjual dagangannya karena pembeli sepi.&#13;
&#13;
Kenaikan harga plastik terjadi menyusul melonjaknya harga bahan baku plastik, nafta, senyawa hidrokarbon turunan minyak bumi, yang naik hampir 45 persen dalam sebulan terakhir. Lonjakan ini dipicu konflik Timur Tengah akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.&#13;
&#13;
Salah satu pedagang plastik, Syalahudin, mengatakan harga plastik terus meroket lebih dari sebulan terakhir. Meski begitu, dia tetap bertahan karena bergantung pada pemasukan dari berjualan plastik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kenaikan plastik seminggu sebelum puasa berkisar Rp2.000 hingga Rp4.000 per kilogram untuk plastik mini seperti yang dipakai buat es,&amp;rdquo; kata Syalahudin, Senin (6/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekarang, harga packaging sudah mengalami kenaikan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, kantong plastik hitam yang awalnya Rp10.000 per pack kini naik menjadi Rp15.000. Sementara plastik bening polos naik lebih dari 100 persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sangat berdampak. Daya beli turun sampai 100 persen. Kenaikan kantong plastik sudah mencapai 100 persen, begitu juga penurunannya,&amp;rdquo; keluh Syalahudin.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap hari ada kenaikan, bahkan setiap menit bisa naik,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Syalahudin berharap pemerintah menemukan solusi terkait kenaikan harga plastik, karena hal ini sangat memengaruhi sumber pemasukannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapan kami, pemerintah bisa menjaga kestabilan harga. Itu juga keinginan para pembeli,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan iNews Media Grup, toko milik Syalahudin terlihat sangat sepi. Beberapa calon pembeli sempat hendak bertransaksi, namun batal karena kenaikan harga plastik.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kenaikan harga plastik membuat pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, kesulitan menjual dagangannya karena pembeli sepi.&#13;
&#13;
Kenaikan harga plastik terjadi menyusul melonjaknya harga bahan baku plastik, nafta, senyawa hidrokarbon turunan minyak bumi, yang naik hampir 45 persen dalam sebulan terakhir. Lonjakan ini dipicu konflik Timur Tengah akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.&#13;
&#13;
Salah satu pedagang plastik, Syalahudin, mengatakan harga plastik terus meroket lebih dari sebulan terakhir. Meski begitu, dia tetap bertahan karena bergantung pada pemasukan dari berjualan plastik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kenaikan plastik seminggu sebelum puasa berkisar Rp2.000 hingga Rp4.000 per kilogram untuk plastik mini seperti yang dipakai buat es,&amp;rdquo; kata Syalahudin, Senin (6/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekarang, harga packaging sudah mengalami kenaikan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, kantong plastik hitam yang awalnya Rp10.000 per pack kini naik menjadi Rp15.000. Sementara plastik bening polos naik lebih dari 100 persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sangat berdampak. Daya beli turun sampai 100 persen. Kenaikan kantong plastik sudah mencapai 100 persen, begitu juga penurunannya,&amp;rdquo; keluh Syalahudin.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap hari ada kenaikan, bahkan setiap menit bisa naik,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Syalahudin berharap pemerintah menemukan solusi terkait kenaikan harga plastik, karena hal ini sangat memengaruhi sumber pemasukannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapan kami, pemerintah bisa menjaga kestabilan harga. Itu juga keinginan para pembeli,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan iNews Media Grup, toko milik Syalahudin terlihat sangat sepi. Beberapa calon pembeli sempat hendak bertransaksi, namun batal karena kenaikan harga plastik.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
