<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banggar Minta Penyaluran LPG 3 Kg Tepat Sasaran dengan Sidik Jari dan Retina&amp;nbsp;</title><description>Said juga meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan pendekatan berbasis data dalam penyaluran subsidi LPG&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/07/320/3211000/banggar-minta-penyaluran-lpg-3-kg-tepat-sasaran-dengan-sidik-jari-dan-retina-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/07/320/3211000/banggar-minta-penyaluran-lpg-3-kg-tepat-sasaran-dengan-sidik-jari-dan-retina-nbsp"/><item><title>Banggar Minta Penyaluran LPG 3 Kg Tepat Sasaran dengan Sidik Jari dan Retina&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/07/320/3211000/banggar-minta-penyaluran-lpg-3-kg-tepat-sasaran-dengan-sidik-jari-dan-retina-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/07/320/3211000/banggar-minta-penyaluran-lpg-3-kg-tepat-sasaran-dengan-sidik-jari-dan-retina-nbsp</guid><pubDate>Selasa 07 April 2026 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/07/320/3211000/gas_elpiji-pCAh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Badan Anggaran (Banggar) DPR RI meminta pemerintah membenahi penyaluran subsidi LPG 3 kilogram agar tepat sasaran. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/07/320/3211000/gas_elpiji-pCAh_large.jpg</image><title>Badan Anggaran (Banggar) DPR RI meminta pemerintah membenahi penyaluran subsidi LPG 3 kilogram agar tepat sasaran. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Anggaran (Banggar) DPR RI meminta pemerintah membenahi penyaluran subsidi LPG 3 kilogram agar tepat sasaran. Langkah ini dinilai lebih penting untuk menghadapi krisis energi dibandingkan mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM).&#13;
&#13;
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyatakan pihaknya tidak setuju jika subsidi BBM dikurangi. Ia menegaskan bahwa yang perlu diperbaiki adalah penyaluran subsidi LPG 3 kilogram agar lebih tepat sasaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau subsidi BBM dikurangi, kami tidak setuju. Yang diperlukan justru subsidi LPG 3 kilogram harus tepat sasaran (targeted),&amp;rdquo; kata Said di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).&#13;
&#13;
Said juga meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan pendekatan berbasis data dalam penyaluran subsidi LPG. Menurutnya, perlu diterapkan mekanisme berlapis untuk memastikan keaslian penerima, misalnya melalui identifikasi biometrik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Caranya bukan sekadar pemerintah memiliki data terpusat, tetapi juga perlu verifikasi berulang, misalnya dengan sidik jari atau pemindaian retina bagi masyarakat yang berhak menerima LPG 3 kilogram,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan perhitungan Banggar DPR, kebutuhan riil penerima subsidi dinilai lebih kecil dibandingkan pagu anggaran yang tersedia saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menurut perhitungan kami, dari 8,6 juta penerima, jika tepat sasaran, jumlahnya cukup sekitar 5,4 juta. Dengan begitu, anggaran tidak terbuang sia-sia,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Anggaran (Banggar) DPR RI meminta pemerintah membenahi penyaluran subsidi LPG 3 kilogram agar tepat sasaran. Langkah ini dinilai lebih penting untuk menghadapi krisis energi dibandingkan mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM).&#13;
&#13;
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyatakan pihaknya tidak setuju jika subsidi BBM dikurangi. Ia menegaskan bahwa yang perlu diperbaiki adalah penyaluran subsidi LPG 3 kilogram agar lebih tepat sasaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau subsidi BBM dikurangi, kami tidak setuju. Yang diperlukan justru subsidi LPG 3 kilogram harus tepat sasaran (targeted),&amp;rdquo; kata Said di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).&#13;
&#13;
Said juga meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan pendekatan berbasis data dalam penyaluran subsidi LPG. Menurutnya, perlu diterapkan mekanisme berlapis untuk memastikan keaslian penerima, misalnya melalui identifikasi biometrik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Caranya bukan sekadar pemerintah memiliki data terpusat, tetapi juga perlu verifikasi berulang, misalnya dengan sidik jari atau pemindaian retina bagi masyarakat yang berhak menerima LPG 3 kilogram,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan perhitungan Banggar DPR, kebutuhan riil penerima subsidi dinilai lebih kecil dibandingkan pagu anggaran yang tersedia saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menurut perhitungan kami, dari 8,6 juta penerima, jika tepat sasaran, jumlahnya cukup sekitar 5,4 juta. Dengan begitu, anggaran tidak terbuang sia-sia,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
