<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Plastik Naik, Waspada Kelangkaan 50 Hari ke Depan</title><description>Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mewanti-wanti kelangkaan kemasan plastik di pasaran dalam 50 hari ke depan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/08/320/3211006/harga-plastik-naik-waspada-kelangkaan-50-hari-ke-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/08/320/3211006/harga-plastik-naik-waspada-kelangkaan-50-hari-ke-depan"/><item><title>Harga Plastik Naik, Waspada Kelangkaan 50 Hari ke Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/08/320/3211006/harga-plastik-naik-waspada-kelangkaan-50-hari-ke-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/08/320/3211006/harga-plastik-naik-waspada-kelangkaan-50-hari-ke-depan</guid><pubDate>Rabu 08 April 2026 07:07 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/07/320/3211006/plastik-0WGA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Plastik Naik, Waspada Kelangkaan 50 Hari ke Depan (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/07/320/3211006/plastik-0WGA_large.jpg</image><title>Harga Plastik Naik, Waspada Kelangkaan 50 Hari ke Depan (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mewanti-wanti kelangkaan kemasan plastik di pasaran dalam 50 hari ke depan. Kekhawatiran kelangkaan plastik menyusul kesulitan memperoleh bahan baku plastik berupa nafta yang banyak dipasok negara Timur Tengah.&#13;
&#13;
Di sisi lain, harga plastik naik disebabkan harga bahan baku plastik, yaitu nafta, senyawa hidrokarbon hasil turunan minyak bumi, naik hampir 45% dalam satu bulan terakhir. Kenaikan harga ini disebabkan konflik Timur Tengah imbas perang AS-Israel vs Iran.&#13;
&#13;
Di dunia industri, gabungan pengusaha makanan dan minuman melaporkan harga plastik kemasan sudah naik hingga 50%. Di sisi lain, perusahaan yang bergerak dalam rantai industri petrokimia dan plastik mengatakan sedang dalam mode bertahan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Pelaku industri plastik lantas bertahan melakukan produksi berdasar bahan baku tersisa secara terbatas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena memang barangnya (bahan baku plastik) yang ada terbatas karena itu kami antisipasi jangan sampai 50 hari ke depan tuh habis di tengah jalan,&amp;quot; kata Sekjen Inaplas Fajar Budiono kepada Okezone, Jakarta, Selasa (7/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kepada konsumen, Fajar mengimbau agar penggunaan plastik seminimal mungkin. Sebab, kelangkaan bahan baku yang memicu inflasi harga kemasan plastik belum tahu bakal berlangsung sampai kapan, menyusul ketidakpastian global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi jangan sampai berlebihan juga untuk menggunakan plastik, contoh kalau kita belanja ya sudah kita tidak harus semua sudah pakai kantong plastik secara berlebihan. Kami harus benar-benar jaga stok sehingga kami mau minta kepada pengguna ya harus belanja sesuai dengan kebutuhannya saja,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Fajar menekankan soal produsen dalam kondisi yang tak ingin bertaruh risiko bisnis. Fajar menekankan para produsen belum berani menambah stok bahan baku untuk memproduksi plastik di saat harga sedang tinggi-tingginya seperti saat ini. Kalkulasi bisnis ini merujuk pada sejarah krisis periode 1998 dan 2008.&#13;
&#13;
Adapun merujuk Trading Economics, bahan baku plastik berupa nafta naik (1,08 persen) menjadi 995,66 USD/T pada 6 April 2026. Selama sebulan terakhir, harga Naftha telah naik 27,77 persen, dan naik 86,31 persen dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: Waspada Plastik Langka di Indonesia Usai Harga Melonjak&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mewanti-wanti kelangkaan kemasan plastik di pasaran dalam 50 hari ke depan. Kekhawatiran kelangkaan plastik menyusul kesulitan memperoleh bahan baku plastik berupa nafta yang banyak dipasok negara Timur Tengah.&#13;
&#13;
Di sisi lain, harga plastik naik disebabkan harga bahan baku plastik, yaitu nafta, senyawa hidrokarbon hasil turunan minyak bumi, naik hampir 45% dalam satu bulan terakhir. Kenaikan harga ini disebabkan konflik Timur Tengah imbas perang AS-Israel vs Iran.&#13;
&#13;
Di dunia industri, gabungan pengusaha makanan dan minuman melaporkan harga plastik kemasan sudah naik hingga 50%. Di sisi lain, perusahaan yang bergerak dalam rantai industri petrokimia dan plastik mengatakan sedang dalam mode bertahan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Pelaku industri plastik lantas bertahan melakukan produksi berdasar bahan baku tersisa secara terbatas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena memang barangnya (bahan baku plastik) yang ada terbatas karena itu kami antisipasi jangan sampai 50 hari ke depan tuh habis di tengah jalan,&amp;quot; kata Sekjen Inaplas Fajar Budiono kepada Okezone, Jakarta, Selasa (7/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kepada konsumen, Fajar mengimbau agar penggunaan plastik seminimal mungkin. Sebab, kelangkaan bahan baku yang memicu inflasi harga kemasan plastik belum tahu bakal berlangsung sampai kapan, menyusul ketidakpastian global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi jangan sampai berlebihan juga untuk menggunakan plastik, contoh kalau kita belanja ya sudah kita tidak harus semua sudah pakai kantong plastik secara berlebihan. Kami harus benar-benar jaga stok sehingga kami mau minta kepada pengguna ya harus belanja sesuai dengan kebutuhannya saja,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Fajar menekankan soal produsen dalam kondisi yang tak ingin bertaruh risiko bisnis. Fajar menekankan para produsen belum berani menambah stok bahan baku untuk memproduksi plastik di saat harga sedang tinggi-tingginya seperti saat ini. Kalkulasi bisnis ini merujuk pada sejarah krisis periode 1998 dan 2008.&#13;
&#13;
Adapun merujuk Trading Economics, bahan baku plastik berupa nafta naik (1,08 persen) menjadi 995,66 USD/T pada 6 April 2026. Selama sebulan terakhir, harga Naftha telah naik 27,77 persen, dan naik 86,31 persen dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: Waspada Plastik Langka di Indonesia Usai Harga Melonjak&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
