<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Targetkan Selesaikan Tambang Ilegal 2 Minggu, Prabowo: Enak Aja, Seminggu!</title><description>Prabowo menekankan bahwa pemerintah tidak memiliki banyak waktu untuk mentoleransi pelanggaran tersebut&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/08/320/3211283/bahlil-targetkan-selesaikan-tambang-ilegal-2-minggu-prabowo-enak-aja-seminggu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/08/320/3211283/bahlil-targetkan-selesaikan-tambang-ilegal-2-minggu-prabowo-enak-aja-seminggu"/><item><title>Bahlil Targetkan Selesaikan Tambang Ilegal 2 Minggu, Prabowo: Enak Aja, Seminggu!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/08/320/3211283/bahlil-targetkan-selesaikan-tambang-ilegal-2-minggu-prabowo-enak-aja-seminggu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/08/320/3211283/bahlil-targetkan-selesaikan-tambang-ilegal-2-minggu-prabowo-enak-aja-seminggu</guid><pubDate>Rabu 08 April 2026 16:52 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/08/320/3211283/bahlil-gT8e_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menertibkan sektor pertambangan. (Foto: Okezone.com/Binti)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/08/320/3211283/bahlil-gT8e_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menertibkan sektor pertambangan. (Foto: Okezone.com/Binti)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menertibkan sektor pertambangan dengan percepatan evaluasi izin usaha pertambangan (IUP) bermasalah.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, Eselon 1 Kementerian dan Lembaga, serta Direktur Utama BUMN, dalam Rapat Kerja (Raker) Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).&#13;
&#13;
Prabowo menekankan bahwa pemerintah tidak memiliki banyak waktu untuk mentoleransi pelanggaran tersebut. Ia meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, segera melakukan evaluasi menyeluruh.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya juga telah memerintahkan Menteri ESDM. Saya dapat laporan, ada ratusan tambang tidak jelas,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ini ada sekian ratus. Menteri ESDM segera evaluasi, kalau tidak jelas, cabut IUP-nya. Kita sudah tidak ada waktu untuk terlalu kasihan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah harus menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita hanya membela kepentingan nasional dan kepentingan rakyat. Kepentingan kawan, konco, keluarga, atau kelompok, itu nomor berapa?&amp;rdquo; ujar Prabowo.&#13;
&#13;
Selanjutnya, Prabowo menekankan kepada Bahlil agar evaluasi ratusan tambang ilegal dilakukan secepatnya. &amp;ldquo;Ya? Evaluasi segera! Berapa hari? Laporkan kembali ke saya,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Bahlil menyatakan dapat menyelesaikan evaluasi dalam dua minggu. &amp;ldquo;Dua minggu,&amp;rdquo; jawabnya.&#13;
&#13;
Namun, Prabowo meminta percepatan proses. &amp;ldquo;Dua minggu? Enak saja. Tidak, seminggu!&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Siap!&amp;rdquo; respon Bahlil.&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan bahwa pencabutan izin akan dilakukan terhadap seluruh IUP yang tidak sesuai prinsip dan aturan. Ia menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus kembali pada kepentingan negara dan rakyat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita cabut semua IUP yang bermasalah. Prinsip-prinsip yang tidak beres kita cabut, harus di tangan negara, dan kita bisa memperkuat institusi serta lembaga kita,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menertibkan sektor pertambangan dengan percepatan evaluasi izin usaha pertambangan (IUP) bermasalah.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, Eselon 1 Kementerian dan Lembaga, serta Direktur Utama BUMN, dalam Rapat Kerja (Raker) Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).&#13;
&#13;
Prabowo menekankan bahwa pemerintah tidak memiliki banyak waktu untuk mentoleransi pelanggaran tersebut. Ia meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, segera melakukan evaluasi menyeluruh.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya juga telah memerintahkan Menteri ESDM. Saya dapat laporan, ada ratusan tambang tidak jelas,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ini ada sekian ratus. Menteri ESDM segera evaluasi, kalau tidak jelas, cabut IUP-nya. Kita sudah tidak ada waktu untuk terlalu kasihan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah harus menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita hanya membela kepentingan nasional dan kepentingan rakyat. Kepentingan kawan, konco, keluarga, atau kelompok, itu nomor berapa?&amp;rdquo; ujar Prabowo.&#13;
&#13;
Selanjutnya, Prabowo menekankan kepada Bahlil agar evaluasi ratusan tambang ilegal dilakukan secepatnya. &amp;ldquo;Ya? Evaluasi segera! Berapa hari? Laporkan kembali ke saya,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Bahlil menyatakan dapat menyelesaikan evaluasi dalam dua minggu. &amp;ldquo;Dua minggu,&amp;rdquo; jawabnya.&#13;
&#13;
Namun, Prabowo meminta percepatan proses. &amp;ldquo;Dua minggu? Enak saja. Tidak, seminggu!&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Siap!&amp;rdquo; respon Bahlil.&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan bahwa pencabutan izin akan dilakukan terhadap seluruh IUP yang tidak sesuai prinsip dan aturan. Ia menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus kembali pada kepentingan negara dan rakyat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita cabut semua IUP yang bermasalah. Prinsip-prinsip yang tidak beres kita cabut, harus di tangan negara, dan kita bisa memperkuat institusi serta lembaga kita,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
