<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Cuma Cari Untung, Kemenhut Ingatkan Pengusaha Jaga Ekosistem Hutan</title><description>Pengelolaan hutan tidak boleh semata-mata berorientasi ekonomi, tetapi harus menjaga keseimbangan lingkungan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/08/320/3211287/jangan-cuma-cari-untung-kemenhut-ingatkan-pengusaha-jaga-ekosistem-hutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/08/320/3211287/jangan-cuma-cari-untung-kemenhut-ingatkan-pengusaha-jaga-ekosistem-hutan"/><item><title>Jangan Cuma Cari Untung, Kemenhut Ingatkan Pengusaha Jaga Ekosistem Hutan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/08/320/3211287/jangan-cuma-cari-untung-kemenhut-ingatkan-pengusaha-jaga-ekosistem-hutan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/08/320/3211287/jangan-cuma-cari-untung-kemenhut-ingatkan-pengusaha-jaga-ekosistem-hutan</guid><pubDate>Rabu 08 April 2026 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/08/320/3211287/hutan-pCaK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meminta pelaku usaha kehutanan mengelola hutan secara berkelanjutan. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/08/320/3211287/hutan-pCaK_large.jpg</image><title> Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meminta pelaku usaha kehutanan mengelola hutan secara berkelanjutan. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meminta pelaku usaha kehutanan mengelola hutan secara berkelanjutan dengan mengedepankan batas ekologis, tata kelola yang baik, serta tanggung jawab sosial.&#13;
&#13;
Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz MP menegaskan, pengelolaan hutan tidak boleh semata-mata berorientasi ekonomi, tetapi harus menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Momentum ini menjadi saat yang tepat untuk memperkuat komitmen dalam menjaga bumi. Pemerintah akan terus mendorong pengelolaan hutan yang lestari, alam yang terjaga, serta kesejahteraan masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya, Rabu (8/4/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pemerintah terus memperkuat tata kelola kehutanan melalui peningkatan koordinasi antara pusat dan daerah, termasuk rencana pengembangan pusat ekosistem pengelolaan hutan sebagai penghubung kebijakan tata ruang.&#13;
&#13;
Selain itu, pengawasan di tingkat tapak juga akan diperkuat dengan penambahan jumlah Polisi Kehutanan (Polhut) secara bertahap, dari sekitar 4.800 personel menjadi 21.000 personel.&#13;
&#13;
Senada, Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup, Sigit Reliantoro, menekankan pentingnya perubahan cara pandang dalam pengelolaan sumber daya alam.&#13;
&#13;
Menurut dia, manusia bukan pemilik alam, melainkan pihak yang diberi amanah untuk menjaga keseimbangan lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemanfaatan sumber daya alam harus didasarkan pada batas ekologis, bukan semata pertimbangan ekonomi,&amp;rdquo; kata Sigit.&#13;
&#13;
Ia menilai krisis lingkungan yang terjadi saat ini merupakan akibat ketidakseimbangan dalam pengelolaan sumber daya alam, sehingga diperlukan perbaikan melalui kebijakan dan praktik yang lebih beretika.&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua Umum APHI Soewarso mengatakan pelaku usaha kehutanan perlu menjadikan nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan sebagai landasan dalam praktik pengelolaan hutan yang lebih bijak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami tidak hanya merayakan Idulfitri, tetapi juga merefleksikan peran dalam menjaga hutan sebagai amanah untuk generasi mendatang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menambahkan, pelaku usaha harus menghindari eksploitasi berlebihan dan menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.&#13;
&#13;
Menurut Soewarso, APHI bersama anggotanya berkomitmen memperluas tutupan hutan melalui kegiatan penanaman dan pengayaan, baik di hutan tanaman maupun hutan alam.&#13;
&#13;
Selain itu, optimalisasi pemanfaatan hutan melalui pendekatan multiusaha kehutanan menjadi arah utama pengelolaan sektor ini ke depan, yang diiringi penguatan tata kelola serta tanggung jawab sosial dan lingkungan.&#13;
&#13;
Melalui momentum tersebut, pemerintah dan pelaku usaha diharapkan memperkuat sinergi untuk menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan degradasi hutan, sekaligus mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meminta pelaku usaha kehutanan mengelola hutan secara berkelanjutan dengan mengedepankan batas ekologis, tata kelola yang baik, serta tanggung jawab sosial.&#13;
&#13;
Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz MP menegaskan, pengelolaan hutan tidak boleh semata-mata berorientasi ekonomi, tetapi harus menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Momentum ini menjadi saat yang tepat untuk memperkuat komitmen dalam menjaga bumi. Pemerintah akan terus mendorong pengelolaan hutan yang lestari, alam yang terjaga, serta kesejahteraan masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya, Rabu (8/4/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pemerintah terus memperkuat tata kelola kehutanan melalui peningkatan koordinasi antara pusat dan daerah, termasuk rencana pengembangan pusat ekosistem pengelolaan hutan sebagai penghubung kebijakan tata ruang.&#13;
&#13;
Selain itu, pengawasan di tingkat tapak juga akan diperkuat dengan penambahan jumlah Polisi Kehutanan (Polhut) secara bertahap, dari sekitar 4.800 personel menjadi 21.000 personel.&#13;
&#13;
Senada, Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup, Sigit Reliantoro, menekankan pentingnya perubahan cara pandang dalam pengelolaan sumber daya alam.&#13;
&#13;
Menurut dia, manusia bukan pemilik alam, melainkan pihak yang diberi amanah untuk menjaga keseimbangan lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemanfaatan sumber daya alam harus didasarkan pada batas ekologis, bukan semata pertimbangan ekonomi,&amp;rdquo; kata Sigit.&#13;
&#13;
Ia menilai krisis lingkungan yang terjadi saat ini merupakan akibat ketidakseimbangan dalam pengelolaan sumber daya alam, sehingga diperlukan perbaikan melalui kebijakan dan praktik yang lebih beretika.&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua Umum APHI Soewarso mengatakan pelaku usaha kehutanan perlu menjadikan nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan sebagai landasan dalam praktik pengelolaan hutan yang lebih bijak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami tidak hanya merayakan Idulfitri, tetapi juga merefleksikan peran dalam menjaga hutan sebagai amanah untuk generasi mendatang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menambahkan, pelaku usaha harus menghindari eksploitasi berlebihan dan menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.&#13;
&#13;
Menurut Soewarso, APHI bersama anggotanya berkomitmen memperluas tutupan hutan melalui kegiatan penanaman dan pengayaan, baik di hutan tanaman maupun hutan alam.&#13;
&#13;
Selain itu, optimalisasi pemanfaatan hutan melalui pendekatan multiusaha kehutanan menjadi arah utama pengelolaan sektor ini ke depan, yang diiringi penguatan tata kelola serta tanggung jawab sosial dan lingkungan.&#13;
&#13;
Melalui momentum tersebut, pemerintah dan pelaku usaha diharapkan memperkuat sinergi untuk menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan degradasi hutan, sekaligus mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
