<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.090 per Dolar AS</title><description>Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (9/4/2026), turun 78 poin atau sekitar 0,46 persen ke level Rp17.090 per dolar AS.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/09/320/3211501/rupiah-ditutup-melemah-ke-rp17-090-per-dolar-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/09/320/3211501/rupiah-ditutup-melemah-ke-rp17-090-per-dolar-as"/><item><title>Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.090 per Dolar AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/09/320/3211501/rupiah-ditutup-melemah-ke-rp17-090-per-dolar-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/09/320/3211501/rupiah-ditutup-melemah-ke-rp17-090-per-dolar-as</guid><pubDate>Kamis 09 April 2026 16:33 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/09/320/3211501/rupiah_hari_ini-usLU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/09/320/3211501/rupiah_hari_ini-usLU_large.jpg</image><title>Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (9/4/2026), turun 78 poin atau sekitar 0,46 persen ke level Rp17.090 per dolar AS.&#13;
&#13;
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa sentimen datang dari eksternal yakni gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut dan ketegangan geopolitik yang kembali meningkat di Timur Tengah mengaburkan prospek pasokan, karena jalur penting yang membawa sekitar seperlima pasokan minyak global sebagian besar tetap terblokir meskipun ada gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pergerakan kapal yang terbatas dan terkontrol ketat telah dilanjutkan, tetapi gangguan pengiriman tetap ada, dengan Iran mempertahankan kendali signifikan atas transit dan akses, menurut laporan,&amp;rdquo; tulis Ibrahim dalam risetnya.&#13;
&#13;
Sentimen pasar semakin terganggu oleh meningkatnya serangan Israel di Lebanon, yang berisiko merusak gencatan senjata yang rapuh. Laporan menunjukkan bahwa jalur kapal tanker melalui selat dihentikan setelah serangan tersebut, meskipun pejabat AS memberi sinyal tanda-tanda awal pembukaan kembali sebagian.&#13;
&#13;
Iran mengatakan pembicaraan damai dengan AS akan &amp;quot;tidak masuk akal&amp;quot; setelah serangan terbaru, dengan alasan bahwa serangan tersebut melanggar ketentuan gencatan senjata yang baru diumumkan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, yang memicu harapan akan dibukanya kembali Selat Hormuz dan mengurangi hambatan pasokan. Namun, para analis memperingatkan bahwa gangguan struktural pada rantai pasokan dan infrastruktur di seluruh wilayah tersebut dapat memakan waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itru menurut risalah FOMC bulan Maret yang dirilis pada hari Rabu, para pejabat Fed masih memperkirakan akan menurunkan suku bunga tahun ini, bahkan ditengah tingkat ketidakpastian yang tinggi dari perang Iran dan tarif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Para pembuat kebijakan menyatakan bahwa mereka perlu tetap &amp;quot;gesit&amp;quot; saat mereka mempertimbangkan dampak perang terhadap inflasi, yang terus berada di atas target Fed, dan perekrutan tenaga kerja, yang sebagian besar stagnan selama setahun terakhir.&#13;
&#13;
Dari sentimen domestik, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7 persen, turun dari perkiraan sebelumnya 4,8 persen. Meski direvisi turun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) yang hanya 4,2 persen.&#13;
&#13;
Prospek ekonomi kawasan dipengaruhi tiga faktor eksternal utama, yakni konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi, pembatasan perdagangan di Amerika Serikat serta ketidakpastian kebijakan global, dan perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI).&#13;
&#13;
Sebelumnya, OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. Pertumbuhan diperkirakan berada di level 4,8 persen dari sebelumnya 5 persen. Revisi ini muncul di tengah tekanan global yang meningkat, terutama akibat lonjakan harga energi dan ketegangan geopolitik.&#13;
&#13;
Pesimisme Bank Dunia dan OECD berbanding terbalik dengan Pemerintah yang optimis memproyeksikan ekonomi 2026 tumbuh kuat di kisaran 5,4&amp;ndash;5,7 persen didorong oleh konsumsi domestik, investasi, dan program biodiesel B50, dengan optimisme mencapai 6 persen melalui transformasi struktural.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Fokusnya adalah kedaulatan pangan/energi, kebijakan fiskal pruden, dan percepatan investasi untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.090-Rp17.140 per dolar AS.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (9/4/2026), turun 78 poin atau sekitar 0,46 persen ke level Rp17.090 per dolar AS.&#13;
&#13;
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa sentimen datang dari eksternal yakni gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut dan ketegangan geopolitik yang kembali meningkat di Timur Tengah mengaburkan prospek pasokan, karena jalur penting yang membawa sekitar seperlima pasokan minyak global sebagian besar tetap terblokir meskipun ada gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pergerakan kapal yang terbatas dan terkontrol ketat telah dilanjutkan, tetapi gangguan pengiriman tetap ada, dengan Iran mempertahankan kendali signifikan atas transit dan akses, menurut laporan,&amp;rdquo; tulis Ibrahim dalam risetnya.&#13;
&#13;
Sentimen pasar semakin terganggu oleh meningkatnya serangan Israel di Lebanon, yang berisiko merusak gencatan senjata yang rapuh. Laporan menunjukkan bahwa jalur kapal tanker melalui selat dihentikan setelah serangan tersebut, meskipun pejabat AS memberi sinyal tanda-tanda awal pembukaan kembali sebagian.&#13;
&#13;
Iran mengatakan pembicaraan damai dengan AS akan &amp;quot;tidak masuk akal&amp;quot; setelah serangan terbaru, dengan alasan bahwa serangan tersebut melanggar ketentuan gencatan senjata yang baru diumumkan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, yang memicu harapan akan dibukanya kembali Selat Hormuz dan mengurangi hambatan pasokan. Namun, para analis memperingatkan bahwa gangguan struktural pada rantai pasokan dan infrastruktur di seluruh wilayah tersebut dapat memakan waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itru menurut risalah FOMC bulan Maret yang dirilis pada hari Rabu, para pejabat Fed masih memperkirakan akan menurunkan suku bunga tahun ini, bahkan ditengah tingkat ketidakpastian yang tinggi dari perang Iran dan tarif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Para pembuat kebijakan menyatakan bahwa mereka perlu tetap &amp;quot;gesit&amp;quot; saat mereka mempertimbangkan dampak perang terhadap inflasi, yang terus berada di atas target Fed, dan perekrutan tenaga kerja, yang sebagian besar stagnan selama setahun terakhir.&#13;
&#13;
Dari sentimen domestik, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7 persen, turun dari perkiraan sebelumnya 4,8 persen. Meski direvisi turun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) yang hanya 4,2 persen.&#13;
&#13;
Prospek ekonomi kawasan dipengaruhi tiga faktor eksternal utama, yakni konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi, pembatasan perdagangan di Amerika Serikat serta ketidakpastian kebijakan global, dan perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI).&#13;
&#13;
Sebelumnya, OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. Pertumbuhan diperkirakan berada di level 4,8 persen dari sebelumnya 5 persen. Revisi ini muncul di tengah tekanan global yang meningkat, terutama akibat lonjakan harga energi dan ketegangan geopolitik.&#13;
&#13;
Pesimisme Bank Dunia dan OECD berbanding terbalik dengan Pemerintah yang optimis memproyeksikan ekonomi 2026 tumbuh kuat di kisaran 5,4&amp;ndash;5,7 persen didorong oleh konsumsi domestik, investasi, dan program biodiesel B50, dengan optimisme mencapai 6 persen melalui transformasi struktural.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Fokusnya adalah kedaulatan pangan/energi, kebijakan fiskal pruden, dan percepatan investasi untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.090-Rp17.140 per dolar AS.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
