<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Strategi BTN Percepat Kredit dan Kendalikan Risiko</title><description>Model proses terintegrasi yang dirancang untuk mempercepat layanan, meningkatkan kapasitas, serta menjaga kualitas portofolio kredit&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/14/278/3212361/strategi-btn-percepat-kredit-dan-kendalikan-risiko</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/14/278/3212361/strategi-btn-percepat-kredit-dan-kendalikan-risiko"/><item><title>Strategi BTN Percepat Kredit dan Kendalikan Risiko</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/14/278/3212361/strategi-btn-percepat-kredit-dan-kendalikan-risiko</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/14/278/3212361/strategi-btn-percepat-kredit-dan-kendalikan-risiko</guid><pubDate>Selasa 14 April 2026 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/14/278/3212361/btn-DGOr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memperkuat sistem penyaluran kredit melalui pengembangan Loan Factory, (Foto: Okezone.com/BTN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/14/278/3212361/btn-DGOr_large.jpg</image><title>PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memperkuat sistem penyaluran kredit melalui pengembangan Loan Factory, (Foto: Okezone.com/BTN)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memperkuat sistem penyaluran kredit melalui pengembangan Loan Factory, yakni model proses terintegrasi yang dirancang untuk mempercepat layanan, meningkatkan kapasitas, serta menjaga kualitas portofolio kredit secara lebih terkendali.&#13;
&#13;
Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi bisnis kredit BTN yang sebelumnya tersebar di cabang menjadi sistem terpusat berbasis proses, sehingga penyaluran kredit dapat dilakukan lebih cepat, konsisten, dan terukur di seluruh jaringan.&#13;
&#13;
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan pembangunan Loan Factory merupakan bagian dari roadmap transformasi yang telah berjalan sejak 2019, seiring kebutuhan pengelolaan kredit dalam skala besar dengan standar yang seragam.&#13;
Menurut dia, standardisasi proses menjadi kunci untuk menjaga konsistensi layanan di seluruh wilayah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BTN itu sehari sekitar 1.000 aplikasi KPR. Kalau mengandalkan cara kerja masing-masing orang, itu berbahaya. Jadi dalam skala sebesar ini, proses harus terstandarisasi dan dijalankan dengan sistem yang sama,&amp;rdquo; ujar Nixon, Selasa (14/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menambahkan, sebelumnya proses kredit konsumer dilakukan secara desentralisasi di cabang, kemudian dikembangkan melalui Regional Loan Processing Center (RLPC) sejak 2019.&#13;
Melalui Loan Factory, seluruh proses kredit kini diintegrasikan mulai dari input data, verifikasi, analisis, hingga persetujuan dan pencairan dalam satu sistem terpusat berbasis proses.&#13;
&#13;
Pendekatan tersebut memungkinkan spesialisasi pada tiap tahapan sehingga proses menjadi lebih efisien dan konsisten, termasuk dengan pemanfaatan decision engine untuk mempercepat credit scoring.&#13;
&#13;
BTN juga menargetkan waktu proses kredit dapat dipangkas dari sekitar enam hari kerja menjadi lebih singkat seiring penguatan sistem tersebut.&#13;
Dari sisi operasional, Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa mengatakan sistem ini membuat proses kredit yang sebelumnya tersebar menjadi lebih terstruktur dan mudah dimonitor.&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyebut transformasi ini merupakan kelanjutan dari evolusi proses kredit yang terus berkembang dari desentralisasi menuju sistem terpusat berbasis proses.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, pendekatan tersebut juga diharapkan meningkatkan efisiensi skala ekonomi sekaligus memperkuat pengendalian risiko melalui proses yang lebih terstandar.&#13;
BTN juga memperkuat kapabilitas digital melalui otomasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) pada proses input, verifikasi, dan analisis data kredit.&#13;
&#13;
Transformasi Loan Factory menjadi bagian dari upaya BTN memperkuat fondasi operasional dalam mendukung peningkatan penyaluran kredit, khususnya di sektor pembiayaan perumahan.&#13;
&amp;ldquo;Target kita jelas, pertumbuhan harus meningkat, tapi kualitas juga harus tetap terjaga,&amp;rdquo; ujar Nixon.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memperkuat sistem penyaluran kredit melalui pengembangan Loan Factory, yakni model proses terintegrasi yang dirancang untuk mempercepat layanan, meningkatkan kapasitas, serta menjaga kualitas portofolio kredit secara lebih terkendali.&#13;
&#13;
Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi bisnis kredit BTN yang sebelumnya tersebar di cabang menjadi sistem terpusat berbasis proses, sehingga penyaluran kredit dapat dilakukan lebih cepat, konsisten, dan terukur di seluruh jaringan.&#13;
&#13;
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan pembangunan Loan Factory merupakan bagian dari roadmap transformasi yang telah berjalan sejak 2019, seiring kebutuhan pengelolaan kredit dalam skala besar dengan standar yang seragam.&#13;
Menurut dia, standardisasi proses menjadi kunci untuk menjaga konsistensi layanan di seluruh wilayah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BTN itu sehari sekitar 1.000 aplikasi KPR. Kalau mengandalkan cara kerja masing-masing orang, itu berbahaya. Jadi dalam skala sebesar ini, proses harus terstandarisasi dan dijalankan dengan sistem yang sama,&amp;rdquo; ujar Nixon, Selasa (14/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menambahkan, sebelumnya proses kredit konsumer dilakukan secara desentralisasi di cabang, kemudian dikembangkan melalui Regional Loan Processing Center (RLPC) sejak 2019.&#13;
Melalui Loan Factory, seluruh proses kredit kini diintegrasikan mulai dari input data, verifikasi, analisis, hingga persetujuan dan pencairan dalam satu sistem terpusat berbasis proses.&#13;
&#13;
Pendekatan tersebut memungkinkan spesialisasi pada tiap tahapan sehingga proses menjadi lebih efisien dan konsisten, termasuk dengan pemanfaatan decision engine untuk mempercepat credit scoring.&#13;
&#13;
BTN juga menargetkan waktu proses kredit dapat dipangkas dari sekitar enam hari kerja menjadi lebih singkat seiring penguatan sistem tersebut.&#13;
Dari sisi operasional, Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa mengatakan sistem ini membuat proses kredit yang sebelumnya tersebar menjadi lebih terstruktur dan mudah dimonitor.&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyebut transformasi ini merupakan kelanjutan dari evolusi proses kredit yang terus berkembang dari desentralisasi menuju sistem terpusat berbasis proses.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, pendekatan tersebut juga diharapkan meningkatkan efisiensi skala ekonomi sekaligus memperkuat pengendalian risiko melalui proses yang lebih terstandar.&#13;
BTN juga memperkuat kapabilitas digital melalui otomasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) pada proses input, verifikasi, dan analisis data kredit.&#13;
&#13;
Transformasi Loan Factory menjadi bagian dari upaya BTN memperkuat fondasi operasional dalam mendukung peningkatan penyaluran kredit, khususnya di sektor pembiayaan perumahan.&#13;
&amp;ldquo;Target kita jelas, pertumbuhan harus meningkat, tapi kualitas juga harus tetap terjaga,&amp;rdquo; ujar Nixon.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
