<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan 11.014 Orang Dicoret dari Daftar Penerima Bansos Mulai April 2026</title><description>Alasan 11.014 orang dicoret dari daftar penerima bansos mulai April 2026. Jumlah ini berdasarkan BPS setelah dilakukan pemutakhiran DTSEN.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/14/320/3212153/ini-alasan-11-014-orang-dicoret-dari-daftar-penerima-bansos-mulai-april-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/14/320/3212153/ini-alasan-11-014-orang-dicoret-dari-daftar-penerima-bansos-mulai-april-2026"/><item><title>Ini Alasan 11.014 Orang Dicoret dari Daftar Penerima Bansos Mulai April 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/14/320/3212153/ini-alasan-11-014-orang-dicoret-dari-daftar-penerima-bansos-mulai-april-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/14/320/3212153/ini-alasan-11-014-orang-dicoret-dari-daftar-penerima-bansos-mulai-april-2026</guid><pubDate>Selasa 14 April 2026 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/13/320/3212153/bansos-2wEY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ini Alasan 11.014 Orang Dicoret dari Daftar Penerima Bansos Mulai April 2026 (Foto: Kemensos)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/13/320/3212153/bansos-2wEY_large.jpg</image><title>Ini Alasan 11.014 Orang Dicoret dari Daftar Penerima Bansos Mulai April 2026 (Foto: Kemensos)</title></images><description>JAKARTA - Alasan 11.014 orang dicoret dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) mulai April 2026. Jumlah ini berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) setelah dilakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi kedua tahun 2026.&#13;
&#13;
DTSEN versi kedua tahun 2026 menjadi dasar penyaluran bansos pada triwulan II tahun ini. Dalam pemutakhiran tersebut, BPS menemukan adanya inclusion error atau data tidak sasaran penerima manfaat sebanyak 11.014 keluarga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jumlah ini mencakup 0,06% dari total 18,15 juta keluarga penerima bansos pada triwulan pertama. Akibatnya, belasan ribu nama tersebut resmi dicoret dari daftar penerima bansos karena dinilai tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari hasil pemutakhiran DTSEN versi kedua ini kami menemukan adanya inclusion error yang hanya 11.014 atau sebesar 0,06% dari penerima bansos triwulan satu, di mana total penerima bansos triwulan satu adalah sebesar 18,15 juta keluarga. Inclusion error-nya sekali lagi hanya 11.014,&amp;quot; ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (13/4/2026).&#13;
&#13;
Amalia menjelaskan, pada triwulan satu 2026, sebanyak 77 ribu keluarga yang belum bisa ditentukan desilnya karena variabelnya belum ada. Namun, di triwulan dua ini dari 77.014 keluarga, pihaknya sudah bisa menentukan desil untuk keluarga 27.176 keluarga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga kami bisa memastikan bahwa dari yang penerima bansos dan sebelumnya tidak bisa ditentukan desilnya sudah ada 25.665 keluarga yang memang mereka berada di desil satu sampai empat. Dan tadi ada sekitar 1.511 keluarga yang berada di desil lima sampai sepuluh,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Amalia menjelaskan, pembersihan data ini merupakan langkah untuk memastikan bansos benar-benar jatuh ke tangan masyarakat yang membutuhkan yang dijadikan basis data Kementerian Sosial (Kemensos).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sudah menjadi bagian dari inclusion error yang 11.014 itu. Data pembaharuan inilah yang kemudian kami sampaikan ke Pak Mensos di hari ini untuk kemudian menjadi basis dari Pak Mensos menyalurkan bantuan sosial di triwulan dua,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Amalia menegaskan bahwa DTSEN akan terus diperkuat melalui pemutakhiran berkala dari triwulan ke triwulan. Hal ini bertujuan agar data sosial ekonomi nasional semakin solid dan akurat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang jelas DTSEN semakin rapi, semakin solid karena kami bisa sudah nanti membersihkan masyarakat yang tadinya menerima bansos namun kami cermati semestinya dia adalah orang-orang yang tidak perlu menerima bansos atau dibersihkan sekitar 11.014 orang. Itu yang kita sebut sekali lagi sebagai inclusion error,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian yang terakhir, secara umum DTSEN akan terus menjadi lebih baik dan lebih baik lagi karena kami terus melakukan pemutakhiran dari triwulan ke triwulan,&amp;quot; tukasnya.&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: 11 Ribu Orang Dicoret dari Daftar Penerima Bansos, Ini Penyebabnya&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Alasan 11.014 orang dicoret dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) mulai April 2026. Jumlah ini berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) setelah dilakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi kedua tahun 2026.&#13;
&#13;
DTSEN versi kedua tahun 2026 menjadi dasar penyaluran bansos pada triwulan II tahun ini. Dalam pemutakhiran tersebut, BPS menemukan adanya inclusion error atau data tidak sasaran penerima manfaat sebanyak 11.014 keluarga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jumlah ini mencakup 0,06% dari total 18,15 juta keluarga penerima bansos pada triwulan pertama. Akibatnya, belasan ribu nama tersebut resmi dicoret dari daftar penerima bansos karena dinilai tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari hasil pemutakhiran DTSEN versi kedua ini kami menemukan adanya inclusion error yang hanya 11.014 atau sebesar 0,06% dari penerima bansos triwulan satu, di mana total penerima bansos triwulan satu adalah sebesar 18,15 juta keluarga. Inclusion error-nya sekali lagi hanya 11.014,&amp;quot; ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (13/4/2026).&#13;
&#13;
Amalia menjelaskan, pada triwulan satu 2026, sebanyak 77 ribu keluarga yang belum bisa ditentukan desilnya karena variabelnya belum ada. Namun, di triwulan dua ini dari 77.014 keluarga, pihaknya sudah bisa menentukan desil untuk keluarga 27.176 keluarga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga kami bisa memastikan bahwa dari yang penerima bansos dan sebelumnya tidak bisa ditentukan desilnya sudah ada 25.665 keluarga yang memang mereka berada di desil satu sampai empat. Dan tadi ada sekitar 1.511 keluarga yang berada di desil lima sampai sepuluh,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Amalia menjelaskan, pembersihan data ini merupakan langkah untuk memastikan bansos benar-benar jatuh ke tangan masyarakat yang membutuhkan yang dijadikan basis data Kementerian Sosial (Kemensos).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sudah menjadi bagian dari inclusion error yang 11.014 itu. Data pembaharuan inilah yang kemudian kami sampaikan ke Pak Mensos di hari ini untuk kemudian menjadi basis dari Pak Mensos menyalurkan bantuan sosial di triwulan dua,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Amalia menegaskan bahwa DTSEN akan terus diperkuat melalui pemutakhiran berkala dari triwulan ke triwulan. Hal ini bertujuan agar data sosial ekonomi nasional semakin solid dan akurat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang jelas DTSEN semakin rapi, semakin solid karena kami bisa sudah nanti membersihkan masyarakat yang tadinya menerima bansos namun kami cermati semestinya dia adalah orang-orang yang tidak perlu menerima bansos atau dibersihkan sekitar 11.014 orang. Itu yang kita sebut sekali lagi sebagai inclusion error,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian yang terakhir, secara umum DTSEN akan terus menjadi lebih baik dan lebih baik lagi karena kami terus melakukan pemutakhiran dari triwulan ke triwulan,&amp;quot; tukasnya.&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: 11 Ribu Orang Dicoret dari Daftar Penerima Bansos, Ini Penyebabnya&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
