<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di AS, Purbaya Rayu BlackRock hingga HSBC Investasi di Indonesia</title><description>Kondisi fiskal dan prospek ekonomi Indonesia di hadapan para investor dengan tujuan mendorong percepatan arus masuk modal asing ke Tanah Air.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/14/320/3212341/di-as-purbaya-rayu-blackrock-hingga-hsbc-investasi-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/14/320/3212341/di-as-purbaya-rayu-blackrock-hingga-hsbc-investasi-di-indonesia"/><item><title>Di AS, Purbaya Rayu BlackRock hingga HSBC Investasi di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/14/320/3212341/di-as-purbaya-rayu-blackrock-hingga-hsbc-investasi-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/14/320/3212341/di-as-purbaya-rayu-blackrock-hingga-hsbc-investasi-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 14 April 2026 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/14/320/3212341/purbaya-lYjI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan dengan sejumlah investor global di New York dan Washington DC, Amerika Serikat. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/14/320/3212341/purbaya-lYjI_large.jpg</image><title>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan dengan sejumlah investor global di New York dan Washington DC, Amerika Serikat. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan dengan sejumlah investor global di New York dan Washington DC, Amerika Serikat, untuk memaparkan kinerja keuangan serta fundamental perekonomian nasional.&#13;
&#13;
Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan kondisi fiskal dan prospek ekonomi Indonesia di hadapan para investor dengan tujuan mendorong percepatan arus masuk modal asing ke Tanah Air.&#13;
&#13;
Adapun investor yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, BlackRock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Purbaya menjabarkan posisi makroekonomi domestik serta arah kebijakan fiskal nasional ke depan. Ia menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga konsistensi kebijakan agar tetap berada pada jalur yang tepat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada dasarnya kami jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,&amp;rdquo; ungkap Purbaya saat berada di Peninsula Hotel, New York, dikutip Selasa (14/4/2026).&#13;
&#13;
Bendahara negara itu juga mengungkapkan bahwa banyak investor besar asal Amerika Serikat yang menaruh minat untuk menanamkan modal di Indonesia. Namun, sebagian investasi belum terealisasi karena berbagai isu terkait ketahanan fiskal Indonesia yang beredar di pasar global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan kepada mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa diklarifikasi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Purbaya, para investor pada prinsipnya tidak meragukan fundamental ekonomi Indonesia. Fokus mereka adalah memverifikasi kondisi terkini, terutama terkait stabilitas fiskal dan iklim investasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi mereka tidak ragu, hanya saja mendengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, sehingga mereka memastikan bahwa itu tidak benar,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Ia juga mencatat bahwa para investor menilai fondasi makroekonomi Indonesia masih kuat. Bahkan, muncul pandangan bahwa sejumlah lembaga pemeringkat internasional dinilai terlalu cepat mengubah outlook terhadap Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Investor beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat, sementara data ekonomi terkini belum sepenuhnya lengkap,&amp;rdquo; ujar Purbaya.&#13;
&#13;
Selain itu, ia menerima masukan agar pemerintah Indonesia lebih proaktif memperkuat komunikasi dengan pelaku pasar global guna meminimalkan kesalahpahaman yang dapat memengaruhi persepsi ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan bahwa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sesuai target menjadi kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan investor. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dengan target mencapai 5,5 persen pada triwulan I dan II.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen pada triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, hal ini akan meningkatkan keyakinan investor untuk memperbesar investasinya di Indonesia,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan dengan sejumlah investor global di New York dan Washington DC, Amerika Serikat, untuk memaparkan kinerja keuangan serta fundamental perekonomian nasional.&#13;
&#13;
Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan kondisi fiskal dan prospek ekonomi Indonesia di hadapan para investor dengan tujuan mendorong percepatan arus masuk modal asing ke Tanah Air.&#13;
&#13;
Adapun investor yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, BlackRock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Purbaya menjabarkan posisi makroekonomi domestik serta arah kebijakan fiskal nasional ke depan. Ia menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga konsistensi kebijakan agar tetap berada pada jalur yang tepat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada dasarnya kami jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,&amp;rdquo; ungkap Purbaya saat berada di Peninsula Hotel, New York, dikutip Selasa (14/4/2026).&#13;
&#13;
Bendahara negara itu juga mengungkapkan bahwa banyak investor besar asal Amerika Serikat yang menaruh minat untuk menanamkan modal di Indonesia. Namun, sebagian investasi belum terealisasi karena berbagai isu terkait ketahanan fiskal Indonesia yang beredar di pasar global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan kepada mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa diklarifikasi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Purbaya, para investor pada prinsipnya tidak meragukan fundamental ekonomi Indonesia. Fokus mereka adalah memverifikasi kondisi terkini, terutama terkait stabilitas fiskal dan iklim investasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi mereka tidak ragu, hanya saja mendengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, sehingga mereka memastikan bahwa itu tidak benar,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Ia juga mencatat bahwa para investor menilai fondasi makroekonomi Indonesia masih kuat. Bahkan, muncul pandangan bahwa sejumlah lembaga pemeringkat internasional dinilai terlalu cepat mengubah outlook terhadap Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Investor beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat, sementara data ekonomi terkini belum sepenuhnya lengkap,&amp;rdquo; ujar Purbaya.&#13;
&#13;
Selain itu, ia menerima masukan agar pemerintah Indonesia lebih proaktif memperkuat komunikasi dengan pelaku pasar global guna meminimalkan kesalahpahaman yang dapat memengaruhi persepsi ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan bahwa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sesuai target menjadi kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan investor. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dengan target mencapai 5,5 persen pada triwulan I dan II.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen pada triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, hal ini akan meningkatkan keyakinan investor untuk memperbesar investasinya di Indonesia,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
