<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pekerja di Kawasan Industri Bakal Dapat Rumah Subsidi</title><description>Pemerataan rumah layak di kawasan industri digadang-gadang menjadi salah satu bagian dari program tiga juta rumah&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/15/470/3212610/pekerja-di-kawasan-industri-bakal-dapat-rumah-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/15/470/3212610/pekerja-di-kawasan-industri-bakal-dapat-rumah-subsidi"/><item><title>Pekerja di Kawasan Industri Bakal Dapat Rumah Subsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/15/470/3212610/pekerja-di-kawasan-industri-bakal-dapat-rumah-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/15/470/3212610/pekerja-di-kawasan-industri-bakal-dapat-rumah-subsidi</guid><pubDate>Rabu 15 April 2026 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/15/470/3212610/rumah-iQeL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah menyiapkan hunian bagi pekerja, terutama di kawasan industri dengan mobilitas tinggi. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/15/470/3212610/rumah-iQeL_large.jpg</image><title>Pemerintah menyiapkan hunian bagi pekerja, terutama di kawasan industri dengan mobilitas tinggi. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) segera menyiapkan hunian bagi pekerja, terutama di kawasan industri dengan mobilitas tinggi. Pemerataan rumah layak di kawasan industri digadang-gadang menjadi salah satu bagian dari program tiga juta rumah pemerintahan Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin pekerja bisa tinggal dekat dengan tempat kerja. Ini bukan hanya soal hunian, tapi juga efisiensi waktu, biaya transportasi, dan peningkatan kualitas hidup,&amp;rdquo; ucap Ara, Rabu (15/4/2026).&#13;
&#13;
Sejalan dengan itu, Ara mengatakan konsep pembangunan rusun subsidi di kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengatasi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan dan kawasan industri yang terus berkembang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rusun subsidi ini menjadi solusi tepat di kawasan industri seperti ini. Lahan terbatas, kebutuhan tinggi, maka hunian vertikal menjadi pilihan yang efektif,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Terkini, Kementerian PKP tengah menyiapkan regulasi untuk mempercepat implementasi program penyediaan rumah bagi masyarakat. Beleid baru ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan teknis dan administratif yang selama ini menghambat pembangunan kawasan permukiman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini Kementerian PKP sedang menyiapkan aturan terkait rusun subsidi dalam bentuk Keputusan Menteri (Kepmen) sebagai landasan percepatan pelaksanaan di lapangan,&amp;rdquo; kata Ara.&#13;
&#13;
Ia menekankan bahwa pembangunan rusun harus memperhatikan ekosistem pendukung agar benar-benar layak huni dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hunian ini harus dilengkapi dengan ekosistem yang baik, seperti akses ke sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, dan fasilitas umum lainnya. Jadi masyarakat tidak hanya punya tempat tinggal, tetapi juga kualitas hidup yang lebih baik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ara menambahkan bahwa pembangunan rusun di kawasan industri sejalan dengan upaya efisiensi energi. &amp;ldquo;Dengan hunian yang dekat dengan tempat kerja, pekerja tidak perlu menempuh perjalanan jauh setiap hari. Ini akan menghemat penggunaan bahan bakar dan menjadi bagian dari efisiensi energi yang kita dorong,&amp;rdquo; urainya.&#13;
&#13;
Belum lama ini, Kementerian PKP menginisiasi kemudahan akses KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang selama ini menjadi penghambat bagi debitur dalam mendapatkan pinjaman KPR kini disesuaikan seiring aturan baru yang bakal diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).&#13;
&#13;
Ara mengatakan banyak masyarakat yang terganjal masalah SLIK, bukan karena riwayat pinjaman besar, melainkan pinjaman dengan nominal puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.&#13;
&#13;
OJK lantas memutuskan aturan baru terkait SLIK hanya menampilkan riwayat pinjaman di atas Rp1 juta. Aturan anyar ini ditujukan untuk memudahkan pengajuan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) segera menyiapkan hunian bagi pekerja, terutama di kawasan industri dengan mobilitas tinggi. Pemerataan rumah layak di kawasan industri digadang-gadang menjadi salah satu bagian dari program tiga juta rumah pemerintahan Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin pekerja bisa tinggal dekat dengan tempat kerja. Ini bukan hanya soal hunian, tapi juga efisiensi waktu, biaya transportasi, dan peningkatan kualitas hidup,&amp;rdquo; ucap Ara, Rabu (15/4/2026).&#13;
&#13;
Sejalan dengan itu, Ara mengatakan konsep pembangunan rusun subsidi di kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengatasi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan dan kawasan industri yang terus berkembang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rusun subsidi ini menjadi solusi tepat di kawasan industri seperti ini. Lahan terbatas, kebutuhan tinggi, maka hunian vertikal menjadi pilihan yang efektif,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Terkini, Kementerian PKP tengah menyiapkan regulasi untuk mempercepat implementasi program penyediaan rumah bagi masyarakat. Beleid baru ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan teknis dan administratif yang selama ini menghambat pembangunan kawasan permukiman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini Kementerian PKP sedang menyiapkan aturan terkait rusun subsidi dalam bentuk Keputusan Menteri (Kepmen) sebagai landasan percepatan pelaksanaan di lapangan,&amp;rdquo; kata Ara.&#13;
&#13;
Ia menekankan bahwa pembangunan rusun harus memperhatikan ekosistem pendukung agar benar-benar layak huni dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hunian ini harus dilengkapi dengan ekosistem yang baik, seperti akses ke sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, dan fasilitas umum lainnya. Jadi masyarakat tidak hanya punya tempat tinggal, tetapi juga kualitas hidup yang lebih baik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ara menambahkan bahwa pembangunan rusun di kawasan industri sejalan dengan upaya efisiensi energi. &amp;ldquo;Dengan hunian yang dekat dengan tempat kerja, pekerja tidak perlu menempuh perjalanan jauh setiap hari. Ini akan menghemat penggunaan bahan bakar dan menjadi bagian dari efisiensi energi yang kita dorong,&amp;rdquo; urainya.&#13;
&#13;
Belum lama ini, Kementerian PKP menginisiasi kemudahan akses KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang selama ini menjadi penghambat bagi debitur dalam mendapatkan pinjaman KPR kini disesuaikan seiring aturan baru yang bakal diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).&#13;
&#13;
Ara mengatakan banyak masyarakat yang terganjal masalah SLIK, bukan karena riwayat pinjaman besar, melainkan pinjaman dengan nominal puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.&#13;
&#13;
OJK lantas memutuskan aturan baru terkait SLIK hanya menampilkan riwayat pinjaman di atas Rp1 juta. Aturan anyar ini ditujukan untuk memudahkan pengajuan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
