<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Giant Sea Wall Bakal Dibangun Bertahap, Dimulai dari Pantura</title><description>Pemerintah siap membangunan proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall secara bertahap. Pembangunan dimulai dari Pantura.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/20/470/3213602/giant-sea-wall-bakal-dibangun-bertahap-dimulai-dari-pantura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/20/470/3213602/giant-sea-wall-bakal-dibangun-bertahap-dimulai-dari-pantura"/><item><title> Giant Sea Wall Bakal Dibangun Bertahap, Dimulai dari Pantura</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/20/470/3213602/giant-sea-wall-bakal-dibangun-bertahap-dimulai-dari-pantura</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/20/470/3213602/giant-sea-wall-bakal-dibangun-bertahap-dimulai-dari-pantura</guid><pubDate>Senin 20 April 2026 17:44 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/20/470/3213602/tanggul_laut-7OGX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Giant Sea Wall Bakal Dibangun Bertahap, Dimulai dari Pantura (Foto: PU)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/20/470/3213602/tanggul_laut-7OGX_large.jpg</image><title> Giant Sea Wall Bakal Dibangun Bertahap, Dimulai dari Pantura (Foto: PU)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah siap membangunan proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall. Hal ini terungkap saat Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas membahas perkembangan proyek giant sea wall.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejumlah pejabat dipanggil untuk mengikuti rapat tersebut, salah satunya Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf.&#13;
&#13;
Dia mengatakan proyek giant sea wall masih dalam tahap pendalaman, khususnya terkait aspek konstruksi dan kesiapan sumber daya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Soal giant sea wall, masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi,&amp;rdquo; kata dia kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/4/2026).&#13;
&#13;
Dia menuturkan, hingga saat ini belum ada keputusan baru, termasuk terkait investasi maupun waktu pasti pembangunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum, belum,&amp;quot; ucap dia saat ditanya terkait keputusan terbaru.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Didit menjelaskan, proyek ini akan dimulai dari wilayah Pantura dan dikerjakan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan sumber daya yang ada.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pantura dulu (prioritas pembangunan),&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, waktu pelaksanaan masih dihitung karena berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk pemanfaatan sumber daya dalam negeri dan pendekatan ramah lingkungan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah siap membangunan proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall. Hal ini terungkap saat Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas membahas perkembangan proyek giant sea wall.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejumlah pejabat dipanggil untuk mengikuti rapat tersebut, salah satunya Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf.&#13;
&#13;
Dia mengatakan proyek giant sea wall masih dalam tahap pendalaman, khususnya terkait aspek konstruksi dan kesiapan sumber daya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Soal giant sea wall, masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi,&amp;rdquo; kata dia kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/4/2026).&#13;
&#13;
Dia menuturkan, hingga saat ini belum ada keputusan baru, termasuk terkait investasi maupun waktu pasti pembangunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum, belum,&amp;quot; ucap dia saat ditanya terkait keputusan terbaru.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Didit menjelaskan, proyek ini akan dimulai dari wilayah Pantura dan dikerjakan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan sumber daya yang ada.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pantura dulu (prioritas pembangunan),&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, waktu pelaksanaan masih dihitung karena berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk pemanfaatan sumber daya dalam negeri dan pendekatan ramah lingkungan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
