<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Sesi I Melemah 0,59 Persen ke 7.549 Usai Pengumuman MSCI</title><description>IHSG ditutup melemah pada perdagangan sesi pertama. Siang ini, IHSG melemah 44 poin atau 0,59 persen ke level 7.549 usai pengumuman MSCI.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/21/278/3213751/ihsg-sesi-i-melemah-0-59-persen-ke-7-549-usai-pengumuman-msci</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/21/278/3213751/ihsg-sesi-i-melemah-0-59-persen-ke-7-549-usai-pengumuman-msci"/><item><title>IHSG Sesi I Melemah 0,59 Persen ke 7.549 Usai Pengumuman MSCI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/21/278/3213751/ihsg-sesi-i-melemah-0-59-persen-ke-7-549-usai-pengumuman-msci</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/21/278/3213751/ihsg-sesi-i-melemah-0-59-persen-ke-7-549-usai-pengumuman-msci</guid><pubDate>Selasa 21 April 2026 12:27 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/21/278/3213751/ihsg-Rnzr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Sesi I Melemah 0,59 Persen ke 7.549 Usai Pengumuman MSCI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/21/278/3213751/ihsg-Rnzr_large.jpg</image><title>IHSG Sesi I Melemah 0,59 Persen ke 7.549 Usai Pengumuman MSCI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sesi pertama. Siang ini, IHSG melemah 44 poin atau 0,59 persen ke level 7.549 usai pengumuman MSCI.&#13;
&#13;
Sejak pembukaan perdagangan pagi, IHSG sudah berada di zona merah di level 7.560. Sepanjang sesi pertama, pergerakan indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.568 dan terendah di 7.511.&#13;
&#13;
Pada perdagangan Selasa (21/4/2026), volume transaksi tercatat mencapai 22,8 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,7 triliun. Frekuensi perdagangan juga cukup tinggi, yakni mencapai 1,5 juta kali transaksi.&#13;
&#13;
Sementara itu, kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp13,4 triliun. Pergerakan saham terpantau variatif, dengan 373 emiten menguat, 315 emiten melemah, dan 271 saham lainnya stagnan.&#13;
&#13;
Pada jajaran top gainers, saham Formosa Ingredient Factory (BOBA) memimpin dengan kenaikan 34,91 persen. Disusul LCK Global Kedaton (LCKM) yang melonjak 34,48 persen, serta Trimitra Propertindo (LAND) yang menguat 29,17 persen.&#13;
&#13;
Sedangkan saham dengan pelemahan terdalam dipimpin Golden Flower (POLU) yang turun 14,95 persen. Kemudian Dian Swastika Sentosa (DSSA) melemah 13,15 persen, serta Winner Nusantara Jaya (WINR) yang terkoreksi 8,82 persen.&#13;
&#13;
Secara sektoral, kinerja indeks didominasi pergerakan campuran. Sektor energi menjadi penekan utama dengan penurunan 0,87 persen. Sementara itu, sektor non-siklikal naik tipis 0,01 persen dan sektor siklikal menguat 1,53 persen.&#13;
&#13;
Sektor keuangan mencatat kenaikan 0,08 persen, sedangkan sektor infrastruktur turun 0,77 persen. Di sisi lain, sektor properti naik 0,32 persen dan sektor bahan baku mencatat penguatan tertinggi sebesar 2,58 persen.&#13;
&#13;
Adapun sektor transportasi juga menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 1,97 persen, diikuti sektor industri yang naik 0,74 persen dan sektor teknologi yang menguat 0,90 persen. Sementara sektor kesehatan mengalami pelemahan tipis sebesar 0,04 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diketahui, MSCI memutuskan untuk tetap meninjau efektivitas reformasi transparansi pasar saham Indonesia. MSCI telah memutuskan untuk mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan Mei 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Langkah ini diambil sembari mengevaluasi konsistensi dan efektivitas reformasi transparansi yang baru saja diluncurkan pemerintah Indonesia.&#13;
&#13;
MSCI menyatakan masih memerlukan waktu untuk meninjau efektivitas kebijakan tersebut. Selama proses evaluasi berlangsung, MSCI menegaskan tetap membekukan (freeze) kenaikan faktor inklusi asing (Foreign Inclusion Factor/FIF) dan jumlah saham untuk efek Indonesia.&#13;
&#13;
MSCI juga tidak akan melakukan penambahan saham Indonesia ke dalam indeks pasar yang dapat diinvestasikan maupun meningkatkan klasifikasi dari small-cap ke indeks standar dalam periode tinjauan Mei ini.&#13;
&#13;
Keputusan final dan pembaruan lanjutan atas status pasar modal Indonesia dijadwalkan akan disampaikan MSCI dalam tinjauan berikutnya pada Juni mendatang.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sesi pertama. Siang ini, IHSG melemah 44 poin atau 0,59 persen ke level 7.549 usai pengumuman MSCI.&#13;
&#13;
Sejak pembukaan perdagangan pagi, IHSG sudah berada di zona merah di level 7.560. Sepanjang sesi pertama, pergerakan indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.568 dan terendah di 7.511.&#13;
&#13;
Pada perdagangan Selasa (21/4/2026), volume transaksi tercatat mencapai 22,8 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,7 triliun. Frekuensi perdagangan juga cukup tinggi, yakni mencapai 1,5 juta kali transaksi.&#13;
&#13;
Sementara itu, kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp13,4 triliun. Pergerakan saham terpantau variatif, dengan 373 emiten menguat, 315 emiten melemah, dan 271 saham lainnya stagnan.&#13;
&#13;
Pada jajaran top gainers, saham Formosa Ingredient Factory (BOBA) memimpin dengan kenaikan 34,91 persen. Disusul LCK Global Kedaton (LCKM) yang melonjak 34,48 persen, serta Trimitra Propertindo (LAND) yang menguat 29,17 persen.&#13;
&#13;
Sedangkan saham dengan pelemahan terdalam dipimpin Golden Flower (POLU) yang turun 14,95 persen. Kemudian Dian Swastika Sentosa (DSSA) melemah 13,15 persen, serta Winner Nusantara Jaya (WINR) yang terkoreksi 8,82 persen.&#13;
&#13;
Secara sektoral, kinerja indeks didominasi pergerakan campuran. Sektor energi menjadi penekan utama dengan penurunan 0,87 persen. Sementara itu, sektor non-siklikal naik tipis 0,01 persen dan sektor siklikal menguat 1,53 persen.&#13;
&#13;
Sektor keuangan mencatat kenaikan 0,08 persen, sedangkan sektor infrastruktur turun 0,77 persen. Di sisi lain, sektor properti naik 0,32 persen dan sektor bahan baku mencatat penguatan tertinggi sebesar 2,58 persen.&#13;
&#13;
Adapun sektor transportasi juga menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 1,97 persen, diikuti sektor industri yang naik 0,74 persen dan sektor teknologi yang menguat 0,90 persen. Sementara sektor kesehatan mengalami pelemahan tipis sebesar 0,04 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diketahui, MSCI memutuskan untuk tetap meninjau efektivitas reformasi transparansi pasar saham Indonesia. MSCI telah memutuskan untuk mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan Mei 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Langkah ini diambil sembari mengevaluasi konsistensi dan efektivitas reformasi transparansi yang baru saja diluncurkan pemerintah Indonesia.&#13;
&#13;
MSCI menyatakan masih memerlukan waktu untuk meninjau efektivitas kebijakan tersebut. Selama proses evaluasi berlangsung, MSCI menegaskan tetap membekukan (freeze) kenaikan faktor inklusi asing (Foreign Inclusion Factor/FIF) dan jumlah saham untuk efek Indonesia.&#13;
&#13;
MSCI juga tidak akan melakukan penambahan saham Indonesia ke dalam indeks pasar yang dapat diinvestasikan maupun meningkatkan klasifikasi dari small-cap ke indeks standar dalam periode tinjauan Mei ini.&#13;
&#13;
Keputusan final dan pembaruan lanjutan atas status pasar modal Indonesia dijadwalkan akan disampaikan MSCI dalam tinjauan berikutnya pada Juni mendatang.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
