<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Tumpahan Minyak, RI Kembangkan Sistem SPM di Migas Lepas Pantai</title><description>Industri minyak dan gas bumi merupakan sektor dengan risiko tinggi (high risk), di mana aspek keselamatan dan keamanan menjadi prioritas&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/21/320/3213682/cegah-tumpahan-minyak-ri-kembangkan-sistem-spm-di-migas-lepas-pantai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/21/320/3213682/cegah-tumpahan-minyak-ri-kembangkan-sistem-spm-di-migas-lepas-pantai"/><item><title>Cegah Tumpahan Minyak, RI Kembangkan Sistem SPM di Migas Lepas Pantai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/21/320/3213682/cegah-tumpahan-minyak-ri-kembangkan-sistem-spm-di-migas-lepas-pantai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/21/320/3213682/cegah-tumpahan-minyak-ri-kembangkan-sistem-spm-di-migas-lepas-pantai</guid><pubDate>Selasa 21 April 2026 08:10 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/21/320/3213682/migas-uHip_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Pengembangan aturan sistem Single Point Mooring (SPM) pada fasilitas minyak dan gas bumi (migas) lepas pantai. (Foto: Okezone.com/PGN Saka)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/21/320/3213682/migas-uHip_large.png</image><title>Pengembangan aturan sistem Single Point Mooring (SPM) pada fasilitas minyak dan gas bumi (migas) lepas pantai. (Foto: Okezone.com/PGN Saka)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia memamerkan hasil riset mengenai pengembangan aturan sistem Single Point Mooring (SPM) pada fasilitas minyak dan gas bumi (migas) lepas pantai. Sistem ini memiliki peranan krusial untuk mencegah tumpahan minyak dan menjamin keselamatan industri migas.&#13;
&#13;
Offshore Engineer Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Hafizh Muhammad Naufal Shidqi, mengatakan industri minyak dan gas bumi merupakan sektor dengan risiko tinggi (high risk), di mana aspek keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama. Untuk itu, dibutuhkan sistem yang memiliki peranan krusial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sistem SPM memegang peranan krusial sebagai titik penghubung dalam proses pemuatan (loading) dan pembongkaran (offloading) minyak dari fasilitas lepas pantai ke kapal tanker,&amp;quot; katanya, Selasa (21/4/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan bahwa riset ini sangat mendesak karena berfokus pada mitigasi risiko kegagalan sistem yang dapat berdampak fatal bagi lingkungan dan operasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fokus utama kami adalah meningkatkan kepastian keselamatan aset. Kegagalan pada sistem SPM tidak hanya mengganggu operasional, tetapi juga berisiko menyebabkan tumpahan minyak yang dapat merusak ekosistem laut secara masif. Melalui riset ini, kami memberikan masukan teknis untuk memperkuat aturan klasifikasi pada fasilitas yang sudah eksis agar tetap aman digunakan,&amp;quot; ujar Hafizh.&#13;
&#13;
Riset inovatif ini tidak disusun sendiri. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) menggandeng SKK Migas dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk memastikan kajian ini komprehensif dari sisi praktis maupun akademis. Delegasi BKI dipimpin oleh Senior Manager Pemasaran Offshore Klas Cabang Utama Klas Tanjung Priok, Eko Maja Priyanto, dengan dukungan dari Koordinator Perkapalan dan Kemaritiman SKK Migas, Willy Yuniar, serta Guru Besar ITS, Prof. Ir. Eko Budi Djatmiko.&#13;
&#13;
Dalam dunia migas, integritas struktur fasilitas yang telah beroperasi bertahun-tahun menjadi tantangan tersendiri. Seiring bertambahnya usia fasilitas, risiko kelelahan struktur (fatigue) dan korosi meningkat. Keamanan migas tidak hanya mencakup keselamatan pekerja, tetapi juga ketahanan infrastruktur terhadap kondisi laut yang ekstrem.&#13;
&#13;
BKI, sebagai satu-satunya badan klasifikasi nasional, memiliki tanggung jawab memastikan seluruh aset lepas pantai di Indonesia memenuhi standar internasional. Kehadiran BKI di OTC Asia 2026 menjadi bukti komitmen Indonesia dalam mendorong keberlanjutan sektor energi melalui teknologi dan riset berbasis data.&#13;
&#13;
BKI memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat hubungan dengan perusahaan energi global. Diskusi strategis dilakukan dengan perusahaan internasional seperti Petronas, Eni S.p.A., hingga Yinson Holdings Berhad.&#13;
&#13;
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran Indonesia dalam penetapan standar keselamatan offshore di tingkat Asia maupun global, sekaligus memastikan operasional migas di dalam negeri berjalan lebih aman dan ramah lingkungan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia memamerkan hasil riset mengenai pengembangan aturan sistem Single Point Mooring (SPM) pada fasilitas minyak dan gas bumi (migas) lepas pantai. Sistem ini memiliki peranan krusial untuk mencegah tumpahan minyak dan menjamin keselamatan industri migas.&#13;
&#13;
Offshore Engineer Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Hafizh Muhammad Naufal Shidqi, mengatakan industri minyak dan gas bumi merupakan sektor dengan risiko tinggi (high risk), di mana aspek keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama. Untuk itu, dibutuhkan sistem yang memiliki peranan krusial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sistem SPM memegang peranan krusial sebagai titik penghubung dalam proses pemuatan (loading) dan pembongkaran (offloading) minyak dari fasilitas lepas pantai ke kapal tanker,&amp;quot; katanya, Selasa (21/4/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan bahwa riset ini sangat mendesak karena berfokus pada mitigasi risiko kegagalan sistem yang dapat berdampak fatal bagi lingkungan dan operasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fokus utama kami adalah meningkatkan kepastian keselamatan aset. Kegagalan pada sistem SPM tidak hanya mengganggu operasional, tetapi juga berisiko menyebabkan tumpahan minyak yang dapat merusak ekosistem laut secara masif. Melalui riset ini, kami memberikan masukan teknis untuk memperkuat aturan klasifikasi pada fasilitas yang sudah eksis agar tetap aman digunakan,&amp;quot; ujar Hafizh.&#13;
&#13;
Riset inovatif ini tidak disusun sendiri. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) menggandeng SKK Migas dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk memastikan kajian ini komprehensif dari sisi praktis maupun akademis. Delegasi BKI dipimpin oleh Senior Manager Pemasaran Offshore Klas Cabang Utama Klas Tanjung Priok, Eko Maja Priyanto, dengan dukungan dari Koordinator Perkapalan dan Kemaritiman SKK Migas, Willy Yuniar, serta Guru Besar ITS, Prof. Ir. Eko Budi Djatmiko.&#13;
&#13;
Dalam dunia migas, integritas struktur fasilitas yang telah beroperasi bertahun-tahun menjadi tantangan tersendiri. Seiring bertambahnya usia fasilitas, risiko kelelahan struktur (fatigue) dan korosi meningkat. Keamanan migas tidak hanya mencakup keselamatan pekerja, tetapi juga ketahanan infrastruktur terhadap kondisi laut yang ekstrem.&#13;
&#13;
BKI, sebagai satu-satunya badan klasifikasi nasional, memiliki tanggung jawab memastikan seluruh aset lepas pantai di Indonesia memenuhi standar internasional. Kehadiran BKI di OTC Asia 2026 menjadi bukti komitmen Indonesia dalam mendorong keberlanjutan sektor energi melalui teknologi dan riset berbasis data.&#13;
&#13;
BKI memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat hubungan dengan perusahaan energi global. Diskusi strategis dilakukan dengan perusahaan internasional seperti Petronas, Eni S.p.A., hingga Yinson Holdings Berhad.&#13;
&#13;
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran Indonesia dalam penetapan standar keselamatan offshore di tingkat Asia maupun global, sekaligus memastikan operasional migas di dalam negeri berjalan lebih aman dan ramah lingkungan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
