<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Purbaya Yakin Indonesia Lepas dari Kutukan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indonesia bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/22/320/3213979/purbaya-yakin-indonesia-lepas-dari-kutukan-pertumbuhan-ekonomi-5-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/22/320/3213979/purbaya-yakin-indonesia-lepas-dari-kutukan-pertumbuhan-ekonomi-5-persen"/><item><title> Purbaya Yakin Indonesia Lepas dari Kutukan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/22/320/3213979/purbaya-yakin-indonesia-lepas-dari-kutukan-pertumbuhan-ekonomi-5-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/22/320/3213979/purbaya-yakin-indonesia-lepas-dari-kutukan-pertumbuhan-ekonomi-5-persen</guid><pubDate>Rabu 22 April 2026 11:00 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/22/320/3213979/purbaya-qvx2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Purbaya Yakin Indonesia Lepas dari Kutukan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/22/320/3213979/purbaya-qvx2_large.jpg</image><title> Purbaya Yakin Indonesia Lepas dari Kutukan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indonesia bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen yang telah bertahan selama satu dekade terakhir. Keyakinan Purbaya ini menyusul capaian laju ekonomi pada penghujung tahun lalu yang menunjukkan tren penguatan.&#13;
&#13;
Meskipun secara akumulasi tahunan 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, Purbaya menyoroti lonjakan signifikan pada kuartal IV-2025 yang berhasil menyentuh angka 5,39 persen sebagai sinyal positif transisi ekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Angka terakhir pertumbuhan ekonomi kita kan 5,39 persen, hampir pasti kita sudah break dari kutukan pertumbuhan 5 persen,&amp;quot; kata Purbaya dalam acara Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).&#13;
&#13;
Purbaya menilai pencapaian tersebut sangat bermakna mengingat tantangan eksternal yang luar biasa berat sejak dirinya menjabat pada September 2025. Dia merujuk pada kondisi geopolitik yang memanas serta kebijakan moneter global yang masih menekan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kondisi global saat ini tidak stabil konflik geopol meningkat, supply chain terfragmentasi, suku bunga global masih tinggi atau higher for longer katanya, banyak negara mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi,&amp;quot; tegas Purbaya.&#13;
&#13;
Menurutnya, keberhasilan Indonesia mempertahankan bahkan meningkatkan laju pertumbuhan di tengah fragmentasi rantai pasok dunia membuktikan bahwa kebijakan fiskal dalam negeri berjalan efektif.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Purbaya secara terbuka mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap anggapan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh 5 persen secara otomatis tanpa intervensi kebijakan yang berarti. Dia menekankan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk menciptakan akselerasi yang lebih masif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ke depan harusnya kita bisa tumbuh lebih cepat dari 5 persen, jadi saya enggak suka kisaran 5 persen karena kata orang-orang dulu ada ekonom mungkin temannya Pak Darmin, katanya Indonesia itu kalau pemimpinnya pintar bisa 6 persen,&amp;quot; ucap Purbaya.&#13;
&#13;
Dia menegaskan bahwa jika hanya bertahan di level 5 persen, hal itu seolah-olah mengindikasikan pemerintah tidak melakukan terobosan strategis. Target ke depan adalah membawa Indonesia menuju angka pertumbuhan yang jauh lebih ambisius.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau enggak ngapa-ngapain tumbuh 5 persen saja. Jadi kalau 5 persen kelihatannya kita enggak ngapa-ngapain. Jadi kita akan ciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,&amp;quot; pungkas Purbaya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indonesia bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen yang telah bertahan selama satu dekade terakhir. Keyakinan Purbaya ini menyusul capaian laju ekonomi pada penghujung tahun lalu yang menunjukkan tren penguatan.&#13;
&#13;
Meskipun secara akumulasi tahunan 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, Purbaya menyoroti lonjakan signifikan pada kuartal IV-2025 yang berhasil menyentuh angka 5,39 persen sebagai sinyal positif transisi ekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Angka terakhir pertumbuhan ekonomi kita kan 5,39 persen, hampir pasti kita sudah break dari kutukan pertumbuhan 5 persen,&amp;quot; kata Purbaya dalam acara Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).&#13;
&#13;
Purbaya menilai pencapaian tersebut sangat bermakna mengingat tantangan eksternal yang luar biasa berat sejak dirinya menjabat pada September 2025. Dia merujuk pada kondisi geopolitik yang memanas serta kebijakan moneter global yang masih menekan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kondisi global saat ini tidak stabil konflik geopol meningkat, supply chain terfragmentasi, suku bunga global masih tinggi atau higher for longer katanya, banyak negara mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi,&amp;quot; tegas Purbaya.&#13;
&#13;
Menurutnya, keberhasilan Indonesia mempertahankan bahkan meningkatkan laju pertumbuhan di tengah fragmentasi rantai pasok dunia membuktikan bahwa kebijakan fiskal dalam negeri berjalan efektif.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Purbaya secara terbuka mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap anggapan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh 5 persen secara otomatis tanpa intervensi kebijakan yang berarti. Dia menekankan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk menciptakan akselerasi yang lebih masif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ke depan harusnya kita bisa tumbuh lebih cepat dari 5 persen, jadi saya enggak suka kisaran 5 persen karena kata orang-orang dulu ada ekonom mungkin temannya Pak Darmin, katanya Indonesia itu kalau pemimpinnya pintar bisa 6 persen,&amp;quot; ucap Purbaya.&#13;
&#13;
Dia menegaskan bahwa jika hanya bertahan di level 5 persen, hal itu seolah-olah mengindikasikan pemerintah tidak melakukan terobosan strategis. Target ke depan adalah membawa Indonesia menuju angka pertumbuhan yang jauh lebih ambisius.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau enggak ngapa-ngapain tumbuh 5 persen saja. Jadi kalau 5 persen kelihatannya kita enggak ngapa-ngapain. Jadi kita akan ciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,&amp;quot; pungkas Purbaya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
