<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BCA Raup Laba Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026&amp;nbsp;</title><description>PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama entitas anak mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun di Kuartal I-2026. Hal ini meningkat 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/23/278/3214353/bca-raup-laba-rp14-7-triliun-di-kuartal-i-2026-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/23/278/3214353/bca-raup-laba-rp14-7-triliun-di-kuartal-i-2026-nbsp"/><item><title>BCA Raup Laba Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/23/278/3214353/bca-raup-laba-rp14-7-triliun-di-kuartal-i-2026-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/23/278/3214353/bca-raup-laba-rp14-7-triliun-di-kuartal-i-2026-nbsp</guid><pubDate>Kamis 23 April 2026 22:09 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/23/278/3214353/bank_bca-Rdqz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank BCA (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/23/278/3214353/bank_bca-Rdqz_large.jpg</image><title>Bank BCA (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama entitas anak mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun di Kuartal I-2026. Hal ini meningkat 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendukung kinerja kredit,&amp;rdquo; ujar Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Kamis (23/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
BCA juga mencatat pertumbuhan kredit sebesar 5,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp994 triliun per Maret 2026.&#13;
&#13;
Hendra mengatakan pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh pendanaan yang solid. Dana giro dan tabungan (CASA) tercatat mencapai Rp1.089 triliun atau tumbuh 11,2% YoY, dengan kontribusi sebesar 85,2% terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK).&#13;
&#13;
Dari sisi penyaluran, kredit BCA didominasi oleh kredit produktif yang mencapai Rp760,2 triliun, tumbuh 7,8% YoY.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perseroan juga terus memperkuat komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan menyalurkan kredit berkelanjutan sebesar Rp258,4 triliun atau naik 10% YoY, setara 26% dari total portofolio pembiayaan.&#13;
&#13;
Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh kredit UMKM yang meningkat 12% YoY menjadi Rp146 triliun. Sementara itu, pembiayaan hijau (green financing) tercatat naik 7,7% YoY menjadi Rp113 triliun, termasuk pembiayaan ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT) yang melonjak 53,5% YoY.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,&amp;rdquo; lanjut Hendra.&#13;
&#13;
Dari sisi kualitas aset, BCA menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di level 1,8% dan loan at risk (LAR) sebesar 5,1%. Rasio pencadangan juga berada pada level kuat, masing-masing 174,6% untuk NPL dan 69,7% untuk LAR.&#13;
&#13;
Sementara itu, total DPK BCA mencapai Rp1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3% YoY. Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan layanan perbankan transaksi melalui pengembangan kanal digital dan non-digital.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama entitas anak mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun di Kuartal I-2026. Hal ini meningkat 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendukung kinerja kredit,&amp;rdquo; ujar Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Kamis (23/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
BCA juga mencatat pertumbuhan kredit sebesar 5,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp994 triliun per Maret 2026.&#13;
&#13;
Hendra mengatakan pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh pendanaan yang solid. Dana giro dan tabungan (CASA) tercatat mencapai Rp1.089 triliun atau tumbuh 11,2% YoY, dengan kontribusi sebesar 85,2% terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK).&#13;
&#13;
Dari sisi penyaluran, kredit BCA didominasi oleh kredit produktif yang mencapai Rp760,2 triliun, tumbuh 7,8% YoY.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perseroan juga terus memperkuat komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan menyalurkan kredit berkelanjutan sebesar Rp258,4 triliun atau naik 10% YoY, setara 26% dari total portofolio pembiayaan.&#13;
&#13;
Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh kredit UMKM yang meningkat 12% YoY menjadi Rp146 triliun. Sementara itu, pembiayaan hijau (green financing) tercatat naik 7,7% YoY menjadi Rp113 triliun, termasuk pembiayaan ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT) yang melonjak 53,5% YoY.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,&amp;rdquo; lanjut Hendra.&#13;
&#13;
Dari sisi kualitas aset, BCA menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di level 1,8% dan loan at risk (LAR) sebesar 5,1%. Rasio pencadangan juga berada pada level kuat, masing-masing 174,6% untuk NPL dan 69,7% untuk LAR.&#13;
&#13;
Sementara itu, total DPK BCA mencapai Rp1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3% YoY. Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan layanan perbankan transaksi melalui pengembangan kanal digital dan non-digital.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
