<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham Big Caps Jadi Penekan Utama IHSG, Ada yang Turun hingga 37%</title><description>Sejumlah emiten unggulan dari sektor perbankan, telekomunikasi, hingga energi mencatatkan pelemahan signifikan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/278/3214603/saham-big-caps-jadi-penekan-utama-ihsg-ada-yang-turun-hingga-37</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/278/3214603/saham-big-caps-jadi-penekan-utama-ihsg-ada-yang-turun-hingga-37"/><item><title>Saham Big Caps Jadi Penekan Utama IHSG, Ada yang Turun hingga 37%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/278/3214603/saham-big-caps-jadi-penekan-utama-ihsg-ada-yang-turun-hingga-37</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/278/3214603/saham-big-caps-jadi-penekan-utama-ihsg-ada-yang-turun-hingga-37</guid><pubDate>Sabtu 25 April 2026 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/25/278/3214603/ihsg_melemah-CbfW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan 6,61% ke level 7.129. (Foto: Okezone.com/Freepik(</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/25/278/3214603/ihsg_melemah-CbfW_large.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan 6,61% ke level 7.129. (Foto: Okezone.com/Freepik(</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan 6,61% ke level 7.129, dipicu pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang melemah pada periode 20&amp;ndash;24 April 2026. Sejumlah emiten unggulan dari sektor perbankan, telekomunikasi, hingga energi mencatatkan pelemahan signifikan dan menyeret indeks ke zona merah.&#13;
&#13;
Berdasarkan data perdagangan, saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar mencatat kontribusi negatif paling dominan terhadap IHSG. Beberapa di antaranya adalah BBRI yang turun 10,5% dalam sepekan, BBCA melemah 5,84%, serta TLKM yang terkoreksi 9,35%. Selain itu, BMRI juga turun 2,6%, memperkuat tekanan dari sektor perbankan yang selama ini menjadi penopang utama indeks.&#13;
&#13;
Dari sektor energi dan sumber daya, tekanan lebih dalam terlihat pada BREN yang merosot 30,26% serta DSSA yang anjlok hingga 37,85%. Kedua saham ini memberikan kontribusi penurunan indeks yang signifikan seiring besarnya kapitalisasi pasar yang dimiliki.&#13;
&#13;
Pada penutupan perdagangan Jumat (24/4/2026), DSSA ditutup di level 2.020, BREN di level 4.620, BBRI di level 3.070 (sempat menyentuh 3.060 sebagai level terendah dalam sepekan), BBCA di level 6.050, BMRI di level 4.500, dan TLKM di level 2.810.&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, koreksi pada saham-saham big caps tersebut memberikan dampak besar terhadap arah IHSG. Hal ini mengingat struktur indeks yang masih didominasi oleh emiten berkapitalisasi besar, sehingga pergerakan harga saham-saham tersebut sangat memengaruhi kinerja indeks secara agregat.&#13;
&#13;
IHSG mencatat pelemahan signifikan sepanjang pekan 20&amp;ndash;24 April 2026. Indeks ditutup di level 7.129,490, turun 6,61% dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya di level 7.643,004. Secara absolut, IHSG kehilangan 504,514 poin.&#13;
&#13;
Sejalan dengan pelemahan IHSG, kapitalisasi pasar juga mengalami penurunan signifikan. Total nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 6,59% menjadi Rp12.736 triliun dari sebelumnya Rp13.635 triliun. Dalam denominasi dolar AS, kapitalisasi pasar juga terkoreksi 7,07% menjadi sekitar USD737 miliar.&#13;
&#13;
Tekanan terhadap saham big caps juga terjadi di tengah aksi jual investor asing yang masih berlanjut. Sepanjang pekan, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sekitar Rp2,95 triliun, mencerminkan masih adanya arus keluar dana dari pasar domestik. Secara transaksi, investor asing membukukan nilai jual sebesar Rp31,8 triliun, lebih tinggi dibandingkan pembelian Rp28,85 triliun.&#13;
&#13;
Sementara itu, investor domestik masih mencatatkan net buy sebesar Rp2,96 triliun. Aktivitas beli investor domestik selama sepekan mencapai Rp69,21 triliun, dibarengi aksi jual Rp66,25 triliun, namun belum cukup menjadi pendorong penguatan indeks pada pekan ini.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan 6,61% ke level 7.129, dipicu pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang melemah pada periode 20&amp;ndash;24 April 2026. Sejumlah emiten unggulan dari sektor perbankan, telekomunikasi, hingga energi mencatatkan pelemahan signifikan dan menyeret indeks ke zona merah.&#13;
&#13;
Berdasarkan data perdagangan, saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar mencatat kontribusi negatif paling dominan terhadap IHSG. Beberapa di antaranya adalah BBRI yang turun 10,5% dalam sepekan, BBCA melemah 5,84%, serta TLKM yang terkoreksi 9,35%. Selain itu, BMRI juga turun 2,6%, memperkuat tekanan dari sektor perbankan yang selama ini menjadi penopang utama indeks.&#13;
&#13;
Dari sektor energi dan sumber daya, tekanan lebih dalam terlihat pada BREN yang merosot 30,26% serta DSSA yang anjlok hingga 37,85%. Kedua saham ini memberikan kontribusi penurunan indeks yang signifikan seiring besarnya kapitalisasi pasar yang dimiliki.&#13;
&#13;
Pada penutupan perdagangan Jumat (24/4/2026), DSSA ditutup di level 2.020, BREN di level 4.620, BBRI di level 3.070 (sempat menyentuh 3.060 sebagai level terendah dalam sepekan), BBCA di level 6.050, BMRI di level 4.500, dan TLKM di level 2.810.&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, koreksi pada saham-saham big caps tersebut memberikan dampak besar terhadap arah IHSG. Hal ini mengingat struktur indeks yang masih didominasi oleh emiten berkapitalisasi besar, sehingga pergerakan harga saham-saham tersebut sangat memengaruhi kinerja indeks secara agregat.&#13;
&#13;
IHSG mencatat pelemahan signifikan sepanjang pekan 20&amp;ndash;24 April 2026. Indeks ditutup di level 7.129,490, turun 6,61% dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya di level 7.643,004. Secara absolut, IHSG kehilangan 504,514 poin.&#13;
&#13;
Sejalan dengan pelemahan IHSG, kapitalisasi pasar juga mengalami penurunan signifikan. Total nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 6,59% menjadi Rp12.736 triliun dari sebelumnya Rp13.635 triliun. Dalam denominasi dolar AS, kapitalisasi pasar juga terkoreksi 7,07% menjadi sekitar USD737 miliar.&#13;
&#13;
Tekanan terhadap saham big caps juga terjadi di tengah aksi jual investor asing yang masih berlanjut. Sepanjang pekan, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sekitar Rp2,95 triliun, mencerminkan masih adanya arus keluar dana dari pasar domestik. Secara transaksi, investor asing membukukan nilai jual sebesar Rp31,8 triliun, lebih tinggi dibandingkan pembelian Rp28,85 triliun.&#13;
&#13;
Sementara itu, investor domestik masih mencatatkan net buy sebesar Rp2,96 triliun. Aktivitas beli investor domestik selama sepekan mencapai Rp69,21 triliun, dibarengi aksi jual Rp66,25 triliun, namun belum cukup menjadi pendorong penguatan indeks pada pekan ini.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
