<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Naik</title><description>PT Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga LPG nonsubsidi mulai 18 April 2026. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/320/3214349/5-fakta-harga-gas-lpg-5-5-kg-dan-12-kg-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/320/3214349/5-fakta-harga-gas-lpg-5-5-kg-dan-12-kg-naik"/><item><title>5 Fakta Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/320/3214349/5-fakta-harga-gas-lpg-5-5-kg-dan-12-kg-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/320/3214349/5-fakta-harga-gas-lpg-5-5-kg-dan-12-kg-naik</guid><pubDate>Sabtu 25 April 2026 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/23/320/3214349/gas_lpg_naik-G2Vv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gas LPG Naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/23/320/3214349/gas_lpg_naik-G2Vv_large.jpg</image><title>Gas LPG Naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga LPG nonsubsidi mulai 18 April 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Harga LPG ukuran 12 kg ditetapkan berkisar antara Rp208 ribu hingga Rp285 ribu per tabung, sedangkan ukuran 5,5 kg berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp134 ribu per tabung.&#13;
&#13;
Berikut fakta-fakta gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg naik dirangkum Okezone, Sabtu (23/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Rincian Harga LPG 12 Kg&#13;
&#13;
Adapun untuk tabung 12 kg, harga Rp208 ribu hanya berlaku di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam. Sementara mayoritas penyesuaian harga LPG nonsubsidi menjadi Rp228 ribu terjadi di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.&#13;
&#13;
Sementara itu, harga Rp230 ribu berlaku di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung.&#13;
&#13;
Adapun harga Rp238 ribu berlaku di wilayah Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara. Harga tertinggi LPG 12 kg sebesar Rp285 ribu berlaku di wilayah Maluku dan Jayapura.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Harga LPG 5,5 Kg&#13;
&#13;
Untuk LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg, harga mengalami penyesuaian dari sebelumnya Rp90 ribu menjadi Rp100 ribu hingga Rp134 ribu. Di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga naik menjadi Rp107 ribu per tabung.&#13;
&#13;
Sementara itu, di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung, harga naik menjadi Rp111 ribu per tabung.&#13;
&#13;
Di wilayah Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara, harga LPG 5,5 kg menjadi Rp114 ribu per tabung. Harga tertinggi LPG 5,5 kg sebesar Rp134 ribu berlaku di wilayah Maluku dan Jayapura.&#13;
&#13;
3. Respons Bahlil&#13;
&#13;
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan kenaikan harga LPG yang berlaku mulai 18 April untuk gas nonsubsidi bersifat sementara. Sebab harganya bisa kembali turun apabila acuan harga gas dunia menhalami penurunan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, Pemerintah hanya bisa menjamin atau menahan kenaikan harga gas subsidi, ketika kenaikan harga acuan gas dunia menhalami kenaikan. Sementara untuk LPG non subisidi, harganya mengikut fluktuasi harga acuan global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah hanya menjamin subdisi, sementara yang tidak bersubsidi itu dipakai industri, restoran, hotel, itu menyesuaikan dengan harga pasar,&amp;quot; ujarnya usai konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM.&#13;
&#13;
4. Sudah Diatur ESDM&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, kenaikan harga gas LPG untuk non subdisi sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM. Regulasi tersebut membentuk harga jual di pasar, dengan acuan harga gas dunia yang berlaku saat itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pasti (harga gas non subsidi akan turun) kan ada formulasinya, jadi kalau harga dunia turun, pasti dia turun juga, kalau naik, dia ikut naik,&amp;quot; tambahnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
5. Rincian Harga Lengkapnya&#13;
&#13;
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LPG non subdisi per tanggal 18 April 2026. Hal tersebut seperti yang diumumkan melalui website resmi Pertamina Patra Niaga.&#13;
&#13;
Harga LGP Nonsubsidi untuk ukuran 12 Kg naik menjadi Rp208 ribu untuk harga terendah sampai Rp285 ribu per tabung. Sementara untuk ukuran 5,5 Kg, harga per 18 April mulai dari Rp100 ribu sampai Rp134 ribu harga tertingginya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun untuk tabung 12 Kg, harga Rp208 ribu hanya di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam. Sementara mayoritas penyesuaian harga LPG non subdisi menjadi Rp228 ribu, terjadi di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara untuk harga LPG non subsidi ukuran 5,5 Kg, mengalami penyesuaian harga dari sebelumnya Rp90 ribu menjadi antara Rp100-134 ribu. Wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat harganya naik menjadi Rp107 ribu.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga LPG nonsubsidi mulai 18 April 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Harga LPG ukuran 12 kg ditetapkan berkisar antara Rp208 ribu hingga Rp285 ribu per tabung, sedangkan ukuran 5,5 kg berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp134 ribu per tabung.&#13;
&#13;
Berikut fakta-fakta gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg naik dirangkum Okezone, Sabtu (23/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Rincian Harga LPG 12 Kg&#13;
&#13;
Adapun untuk tabung 12 kg, harga Rp208 ribu hanya berlaku di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam. Sementara mayoritas penyesuaian harga LPG nonsubsidi menjadi Rp228 ribu terjadi di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.&#13;
&#13;
Sementara itu, harga Rp230 ribu berlaku di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung.&#13;
&#13;
Adapun harga Rp238 ribu berlaku di wilayah Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara. Harga tertinggi LPG 12 kg sebesar Rp285 ribu berlaku di wilayah Maluku dan Jayapura.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Harga LPG 5,5 Kg&#13;
&#13;
Untuk LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg, harga mengalami penyesuaian dari sebelumnya Rp90 ribu menjadi Rp100 ribu hingga Rp134 ribu. Di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga naik menjadi Rp107 ribu per tabung.&#13;
&#13;
Sementara itu, di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung, harga naik menjadi Rp111 ribu per tabung.&#13;
&#13;
Di wilayah Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara, harga LPG 5,5 kg menjadi Rp114 ribu per tabung. Harga tertinggi LPG 5,5 kg sebesar Rp134 ribu berlaku di wilayah Maluku dan Jayapura.&#13;
&#13;
3. Respons Bahlil&#13;
&#13;
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan kenaikan harga LPG yang berlaku mulai 18 April untuk gas nonsubsidi bersifat sementara. Sebab harganya bisa kembali turun apabila acuan harga gas dunia menhalami penurunan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, Pemerintah hanya bisa menjamin atau menahan kenaikan harga gas subsidi, ketika kenaikan harga acuan gas dunia menhalami kenaikan. Sementara untuk LPG non subisidi, harganya mengikut fluktuasi harga acuan global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah hanya menjamin subdisi, sementara yang tidak bersubsidi itu dipakai industri, restoran, hotel, itu menyesuaikan dengan harga pasar,&amp;quot; ujarnya usai konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM.&#13;
&#13;
4. Sudah Diatur ESDM&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, kenaikan harga gas LPG untuk non subdisi sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM. Regulasi tersebut membentuk harga jual di pasar, dengan acuan harga gas dunia yang berlaku saat itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pasti (harga gas non subsidi akan turun) kan ada formulasinya, jadi kalau harga dunia turun, pasti dia turun juga, kalau naik, dia ikut naik,&amp;quot; tambahnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
5. Rincian Harga Lengkapnya&#13;
&#13;
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LPG non subdisi per tanggal 18 April 2026. Hal tersebut seperti yang diumumkan melalui website resmi Pertamina Patra Niaga.&#13;
&#13;
Harga LGP Nonsubsidi untuk ukuran 12 Kg naik menjadi Rp208 ribu untuk harga terendah sampai Rp285 ribu per tabung. Sementara untuk ukuran 5,5 Kg, harga per 18 April mulai dari Rp100 ribu sampai Rp134 ribu harga tertingginya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun untuk tabung 12 Kg, harga Rp208 ribu hanya di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam. Sementara mayoritas penyesuaian harga LPG non subdisi menjadi Rp228 ribu, terjadi di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara untuk harga LPG non subsidi ukuran 5,5 Kg, mengalami penyesuaian harga dari sebelumnya Rp90 ribu menjadi antara Rp100-134 ribu. Wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat harganya naik menjadi Rp107 ribu.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
