<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Isu Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun Tidak Benar, Purbaya: Jangan Khawatir</title><description>Kondisi APBN ini sekaligus membantah isu yang beredar di media sosial bahwa kas negara hanya tersisa Rp120 triliun.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/320/3214638/isu-uang-negara-tinggal-rp120-triliun-tidak-benar-purbaya-jangan-khawatir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/320/3214638/isu-uang-negara-tinggal-rp120-triliun-tidak-benar-purbaya-jangan-khawatir"/><item><title>Isu Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun Tidak Benar, Purbaya: Jangan Khawatir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/320/3214638/isu-uang-negara-tinggal-rp120-triliun-tidak-benar-purbaya-jangan-khawatir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/320/3214638/isu-uang-negara-tinggal-rp120-triliun-tidak-benar-purbaya-jangan-khawatir</guid><pubDate>Sabtu 25 April 2026 12:59 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/25/320/3214638/purbaya-OQJp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam kondisi sangat sehat. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/25/320/3214638/purbaya-OQJp_large.jpg</image><title>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam kondisi sangat sehat. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam kondisi sangat sehat dan mampu menjalankan tugas untuk membiayai program pemerintah serta mendorong pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
Kondisi APBN ini sekaligus membantah isu yang beredar di media sosial bahwa kas negara hanya tersisa Rp120 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Isu dana negara yang tinggal Rp120 triliun, habis itu habis, tidak benar,&amp;quot; kata Purbaya, Sabtu (25/4/2026).&#13;
&#13;
Purbaya juga menekankan bahwa hingga saat ini kas negara masih sangat kuat dan mampu membiayai program prioritas pemerintah serta memberikan bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak perlu khawatir dengan APBN pemerintah, masih cukup dan uang kita masih banyak,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Purbaya menjelaskan bahwa dana Rp120 triliun merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang selama ini disimpan di Bank Indonesia.&#13;
&#13;
Ia merinci, pemerintah masih memiliki SAL sebesar Rp420 triliun yang belum digunakan sama sekali. Selain ditempatkan di BI sebagai simpanan, sebesar Rp300 triliun ditempatkan di perbankan dalam bentuk deposito yang dapat dicairkan kapan saja saat dibutuhkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang Rp300 triliun kita masukkan ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas dan kredit bisa berjalan. Itu yang saya sebut sebagai penguasaan kebijakan moneter,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Purbaya menambahkan, langkah menyimpan dana di perbankan juga merupakan bagian dari upaya mendorong perekonomian, karena bunga simpanannya dapat digunakan untuk membiayai program pemerintah.&#13;
&#13;
Langkah yang ditempuh pemerintah dalam menjaga APBN tetap sehat dan kredibel, kata Purbaya, mendapat pujian dari investor saat berkunjung ke Amerika Serikat (AS) pekan lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik. Bahkan, investor di sana kagum. Mereka sudah tidak lagi mempertanyakan soal defisit dan lain-lain, semuanya sudah jelas bagi mereka. IMF dan Bank Dunia juga sama, tidak menanyakan hal itu lagi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam kondisi sangat sehat dan mampu menjalankan tugas untuk membiayai program pemerintah serta mendorong pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
Kondisi APBN ini sekaligus membantah isu yang beredar di media sosial bahwa kas negara hanya tersisa Rp120 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Isu dana negara yang tinggal Rp120 triliun, habis itu habis, tidak benar,&amp;quot; kata Purbaya, Sabtu (25/4/2026).&#13;
&#13;
Purbaya juga menekankan bahwa hingga saat ini kas negara masih sangat kuat dan mampu membiayai program prioritas pemerintah serta memberikan bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak perlu khawatir dengan APBN pemerintah, masih cukup dan uang kita masih banyak,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Purbaya menjelaskan bahwa dana Rp120 triliun merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang selama ini disimpan di Bank Indonesia.&#13;
&#13;
Ia merinci, pemerintah masih memiliki SAL sebesar Rp420 triliun yang belum digunakan sama sekali. Selain ditempatkan di BI sebagai simpanan, sebesar Rp300 triliun ditempatkan di perbankan dalam bentuk deposito yang dapat dicairkan kapan saja saat dibutuhkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang Rp300 triliun kita masukkan ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas dan kredit bisa berjalan. Itu yang saya sebut sebagai penguasaan kebijakan moneter,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Purbaya menambahkan, langkah menyimpan dana di perbankan juga merupakan bagian dari upaya mendorong perekonomian, karena bunga simpanannya dapat digunakan untuk membiayai program pemerintah.&#13;
&#13;
Langkah yang ditempuh pemerintah dalam menjaga APBN tetap sehat dan kredibel, kata Purbaya, mendapat pujian dari investor saat berkunjung ke Amerika Serikat (AS) pekan lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik. Bahkan, investor di sana kagum. Mereka sudah tidak lagi mempertanyakan soal defisit dan lain-lain, semuanya sudah jelas bagi mereka. IMF dan Bank Dunia juga sama, tidak menanyakan hal itu lagi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
