<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Lebih Tangguh dari Negara Tetangga, Ini Faktanya</title><description>Pada penutupan perdagangan sore kemarin, Rupiah tercatat menguat sebesar 0,52% ke level Rp17.205 per dolar AS.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/320/3214639/rupiah-lebih-tangguh-dari-negara-tetangga-ini-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/320/3214639/rupiah-lebih-tangguh-dari-negara-tetangga-ini-faktanya"/><item><title>Rupiah Lebih Tangguh dari Negara Tetangga, Ini Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/320/3214639/rupiah-lebih-tangguh-dari-negara-tetangga-ini-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/25/320/3214639/rupiah-lebih-tangguh-dari-negara-tetangga-ini-faktanya</guid><pubDate>Sabtu 25 April 2026 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/25/320/3214639/rupiah-ROV8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai tukar Rupiah menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika pasar global. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/25/320/3214639/rupiah-ROV8_large.jpg</image><title>Nilai tukar Rupiah menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika pasar global. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika pasar global. Pada penutupan perdagangan sore kemarin, Rupiah tercatat menguat sebesar 0,52% ke level Rp17.205 per dolar AS.&#13;
&#13;
Penguatan ini sekaligus meredakan kekhawatiran sejumlah pihak terkait potensi pelemahan mata uang domestik.&#13;
&#13;
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pergerakan Rupiah saat ini bukan mencerminkan adanya pemburukan fundamental ekonomi nasional. Menurutnya, posisi Rupiah relatif masih lebih kuat dibandingkan sejumlah negara di kawasan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya melihat ini bukan tanda pemburukan atau dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain, kita masih kuat. Bahkan dibanding Malaysia, Thailand, dan lain-lain masih kuat,&amp;rdquo; ujar Purbaya, Sabtu (25/4/2026).&#13;
&#13;
Ia menambahkan, fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga dan bahkan diproyeksikan semakin kokoh ke depan.&#13;
&#13;
Pemerintah, kata dia, terus berupaya mempercepat perbaikan berbagai kendala struktural dalam perekonomian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi yang jelas adalah fondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan semakin cepat, karena kita akan semakin serius memperbaiki kendala-kendala di perekonomian,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Ekonomi Indonesia Terus Membaik&#13;
&#13;
Optimisme terhadap ketahanan Rupiah juga didukung oleh target pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 mencapai 5,7%, sejalan dengan target tahunan sebesar 6%.&#13;
&#13;
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mengandalkan berbagai instrumen, termasuk percepatan belanja negara guna menjaga momentum pertumbuhan.&#13;
&#13;
Selain itu, kekuatan ekonomi Indonesia juga tercermin dari posisi eksternal yang solid, ditandai dengan surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026.&#13;
&#13;
Di sisi domestik, daya tahan ekonomi turut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, inflasi yang terkendali, serta pengelolaan fiskal yang disiplin.&#13;
&#13;
Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang rendah dan kebijakan hilirisasi yang berkelanjutan juga menjadi faktor penopang stabilitas ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis bahwa pergerakan Rupiah akan tetap stabil dan mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika pasar global. Pada penutupan perdagangan sore kemarin, Rupiah tercatat menguat sebesar 0,52% ke level Rp17.205 per dolar AS.&#13;
&#13;
Penguatan ini sekaligus meredakan kekhawatiran sejumlah pihak terkait potensi pelemahan mata uang domestik.&#13;
&#13;
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pergerakan Rupiah saat ini bukan mencerminkan adanya pemburukan fundamental ekonomi nasional. Menurutnya, posisi Rupiah relatif masih lebih kuat dibandingkan sejumlah negara di kawasan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya melihat ini bukan tanda pemburukan atau dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain, kita masih kuat. Bahkan dibanding Malaysia, Thailand, dan lain-lain masih kuat,&amp;rdquo; ujar Purbaya, Sabtu (25/4/2026).&#13;
&#13;
Ia menambahkan, fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga dan bahkan diproyeksikan semakin kokoh ke depan.&#13;
&#13;
Pemerintah, kata dia, terus berupaya mempercepat perbaikan berbagai kendala struktural dalam perekonomian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi yang jelas adalah fondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan semakin cepat, karena kita akan semakin serius memperbaiki kendala-kendala di perekonomian,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Ekonomi Indonesia Terus Membaik&#13;
&#13;
Optimisme terhadap ketahanan Rupiah juga didukung oleh target pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 mencapai 5,7%, sejalan dengan target tahunan sebesar 6%.&#13;
&#13;
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mengandalkan berbagai instrumen, termasuk percepatan belanja negara guna menjaga momentum pertumbuhan.&#13;
&#13;
Selain itu, kekuatan ekonomi Indonesia juga tercermin dari posisi eksternal yang solid, ditandai dengan surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026.&#13;
&#13;
Di sisi domestik, daya tahan ekonomi turut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, inflasi yang terkendali, serta pengelolaan fiskal yang disiplin.&#13;
&#13;
Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang rendah dan kebijakan hilirisasi yang berkelanjutan juga menjadi faktor penopang stabilitas ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis bahwa pergerakan Rupiah akan tetap stabil dan mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
