<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nasib BEI di MSCI Ditentukan Juni 2026, Ini Kata OJK&amp;nbsp;</title><description>Nasib klasifikasi bursa saham Indonesia akan ditentukan dalam pengumuman mendatang&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/27/278/3214998/nasib-bei-di-msci-ditentukan-juni-2026-ini-kata-ojk-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/27/278/3214998/nasib-bei-di-msci-ditentukan-juni-2026-ini-kata-ojk-nbsp"/><item><title>Nasib BEI di MSCI Ditentukan Juni 2026, Ini Kata OJK&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/27/278/3214998/nasib-bei-di-msci-ditentukan-juni-2026-ini-kata-ojk-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/27/278/3214998/nasib-bei-di-msci-ditentukan-juni-2026-ini-kata-ojk-nbsp</guid><pubDate>Senin 27 April 2026 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/27/278/3214998/bei-LrsO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Morgan Stanley Capital International (MSCI) memperpanjang masa peninjauan pasar modal Indonesia hingga Juni 2026. (Foto: Okezone.com/Arief Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/27/278/3214998/bei-LrsO_large.jpg</image><title>Morgan Stanley Capital International (MSCI) memperpanjang masa peninjauan pasar modal Indonesia hingga Juni 2026. (Foto: Okezone.com/Arief Julianto)</title></images><description>JAKARTA - Morgan Stanley Capital International (MSCI) memperpanjang masa peninjauan pasar modal Indonesia hingga Juni 2026. Nasib klasifikasi bursa saham Indonesia akan ditentukan dalam pengumuman mendatang, apakah tetap dipertahankan sebagai emerging market atau diturunkan menjadi frontier market.&#13;
&#13;
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan hasil pertemuan dengan MSCI beberapa waktu lalu dinilai cukup baik dan memberikan arah positif bagi pasar modal dalam negeri.&#13;
&#13;
Adapun proposal terkait agenda reformasi integritas pasar modal telah disampaikan kepada MSCI, antara lain peningkatan batas minimum free float perusahaan tercatat menjadi 15 persen, transparansi klasifikasi investor yang lebih rinci, serta penguatan keterbukaan informasi kepemilikan saham termasuk High Shareholding Concentration (HSC).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil pertemuan dengan MSCI rasanya cukup baik, berlangsung sangat positif. Apa yang sudah kita lakukan, terutama agenda-agenda yang kita jalankan secara cepat sebagai respons terhadap catatan dari indeks provider global termasuk MSCI, sudah di-acknowledge,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4/2026).&#13;
&#13;
Hasan Fawzi menjelaskan bahwa saat ini proposal tersebut telah masuk dalam pembahasan teknis bersama MSCI sebelum kembali diumumkan hasil final klasifikasi pasar modal Indonesia pada Juni mendatang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini sedang memasuki tahap pembahasan lebih teknis sampai nanti siklus evaluasi indeks berikutnya dari indeks provider global yang akan jatuh pada Mei, dan klasifikasi pasar pada Juni,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Seiring proses evaluasi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat struktur dan kredibilitas pasar modal domestik agar tetap kompetitif di mata investor global. Salah satu fokus utama adalah memastikan likuiditas pasar tetap terjaga serta meningkatkan kualitas tata kelola emiten.&#13;
&#13;
Hasan menambahkan, regulator bersama pemangku kepentingan lain seperti Bursa Efek Indonesia dan pelaku industri terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan seluruh rekomendasi dapat diimplementasikan tepat waktu. Upaya tersebut diharapkan memberikan sinyal positif kepada investor global sekaligus menjaga kepercayaan terhadap pasar keuangan Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita harapkan (agenda reformasi) sejalan dengan apa yang mereka sampaikan. Kita mendapatkan hasil yang positif pada saatnya nanti,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Morgan Stanley Capital International (MSCI) memperpanjang masa peninjauan pasar modal Indonesia hingga Juni 2026. Nasib klasifikasi bursa saham Indonesia akan ditentukan dalam pengumuman mendatang, apakah tetap dipertahankan sebagai emerging market atau diturunkan menjadi frontier market.&#13;
&#13;
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan hasil pertemuan dengan MSCI beberapa waktu lalu dinilai cukup baik dan memberikan arah positif bagi pasar modal dalam negeri.&#13;
&#13;
Adapun proposal terkait agenda reformasi integritas pasar modal telah disampaikan kepada MSCI, antara lain peningkatan batas minimum free float perusahaan tercatat menjadi 15 persen, transparansi klasifikasi investor yang lebih rinci, serta penguatan keterbukaan informasi kepemilikan saham termasuk High Shareholding Concentration (HSC).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil pertemuan dengan MSCI rasanya cukup baik, berlangsung sangat positif. Apa yang sudah kita lakukan, terutama agenda-agenda yang kita jalankan secara cepat sebagai respons terhadap catatan dari indeks provider global termasuk MSCI, sudah di-acknowledge,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4/2026).&#13;
&#13;
Hasan Fawzi menjelaskan bahwa saat ini proposal tersebut telah masuk dalam pembahasan teknis bersama MSCI sebelum kembali diumumkan hasil final klasifikasi pasar modal Indonesia pada Juni mendatang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini sedang memasuki tahap pembahasan lebih teknis sampai nanti siklus evaluasi indeks berikutnya dari indeks provider global yang akan jatuh pada Mei, dan klasifikasi pasar pada Juni,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Seiring proses evaluasi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat struktur dan kredibilitas pasar modal domestik agar tetap kompetitif di mata investor global. Salah satu fokus utama adalah memastikan likuiditas pasar tetap terjaga serta meningkatkan kualitas tata kelola emiten.&#13;
&#13;
Hasan menambahkan, regulator bersama pemangku kepentingan lain seperti Bursa Efek Indonesia dan pelaku industri terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan seluruh rekomendasi dapat diimplementasikan tepat waktu. Upaya tersebut diharapkan memberikan sinyal positif kepada investor global sekaligus menjaga kepercayaan terhadap pasar keuangan Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita harapkan (agenda reformasi) sejalan dengan apa yang mereka sampaikan. Kita mendapatkan hasil yang positif pada saatnya nanti,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
